
Di bandara indonesia, brenda baru saja menemui hyunsik yang ternyata mereka berdua akan melakukan penerbangan ke korsel.
Jadi ini rencana selanjutnya yang di bahas brenda dan loli tadi ? Ternyata misi brenda kali ini, dia akan pergi ke korsel langsung bersama hyunsik untuk memata-matai lee woojin.
Bukan tanpa sebab loli memberikan tugas tersebut pada brenda, ternyata loli telah menyadari suatu hal yang sangat penting dari pembicaraannya dengan joo semalam, yang mana, tanpa joo sadari, joo telah mengatakan kalau lee woojin memang ada sangkut pautnya dengan kematian seluruh keluarganya.
Jika memang lee woojin hanya ingin menangkap dia karena kalung yang ada padanya, pasti loli akan mengerti hal itu. Tapi joo mengatakan bahwa kerangka mayat keluarganya juga akan menghilang, yang artinya kejadian semalam bukanlah sekedar menangkap dia, tapi ada hal tersembunyi dari kejadian semalam.
" Ayo, sebelum kita ketinggalan pesawat ". Brenda langsung mengajak hyunsik.
Walaupun raut wajah hyunsik selalu saja datar dan dingin, tapi dia selalu saja menuruti semua keinginan brenda.
Tanpa menunggu lama, mereka berdua langsung menuju ke pesawat yang akan segera membawah mereka ke korsel.
*****
Loli berdiri dari duduknya sembari memperbaiki pakaiannya.
" Mau kemana lu ? ". Tanya rolan seraya memicingkan matanya.
" Gue mau keluar sebentar cari angin dulu, bosan gue disini gk ngelakuin apa-apa ". Jawab loli datar.
Rolan menganggukkan kepalanya, " Gue kira lu mau kemana, pergilah, biar gue yang jaga disini ". Ucap rolan.
" Hmm ".
Setelah menjawab dengan deheman saja, loli akhirnya pergi meninggalkan rolan sendirian berjaga di depan ruangan anya.
Ketika loli sudah berada di area luar gedung rumah sakit, loli malah pergi ke parkiran dan masuk kedalam mobilnya. Dia malah pergi meninggalkan area rumah sakit entah mau pergi kemana.
Dia melajukan kecepatan mobilnya dengan kecepatan penuh, jika brenda dan anya ada di dalam mobil itu, pasti mereka akan langsung memarahi loli yang ngebut-ngebutan serasa ingin uji nyali ke kuburan.
Sekitar 35 menit akhirnya loli memasuki area mansion keluarganya, ternyata dia datang kesini. Sepertinya dia merindukan keluarganya lagi.
" Hah, ternyata masih saja bersih seperti biasanya ". Gumam loli langsung keluar dari mobilnya dan berjalan masuk kedalam mansion.
Sepertinya dia datang ke mansion ini bukan karena merindukan keluarganya, sepertinya author salah mengira guys wkwk.
Loli masuk dan langsung menuju ke kamar ayah dan bundanya, entah apa yang ingin loli cari di dalam sana.
Brrukk..
Ketika dia masuk ke dalam kamar itu, loli malah merebahkan tubuhnya dengan kasar di atas ranjang ayah dan bundanya yang bahkan tidak ada debunya sama sekali.
" Loli, ayo cepat kesini ". Panggil seorang wanita yang sangat loli rindukan.
Loli tersenyum bahagia ketika melihat sosok kedua orang yang sangat dia rindukan sedang memanggilnya untuk bergabung bersama mereka untuk makan malam di mansion keluarganya.
" Ayah bunda, kalian masih saja tampan dan cantik seperti dulu ". Puji loli tersenyum melihat betapa awet mudanya kedua orang tuanya, seraya dia duduk di kursi kosong yang berhadapan dengan kedua orang tuanya di meja makan tersebut.
" Yaaa, bagaimana dengan kami ? Apakah kami masih cantik dan awet muda seperti bundamu ? Hmm ".
Tiba-tiba empat orang wanita datang menghambiri loli dan kedua orang tuanya di ruangan makan itu dan betapa terkejutnya loli melihat sosok angel, ayana, hasley dan ruby yang langsung duduk di kursi kosong lainnya di meja makan tersebut.
" Hai gadis kecil kami, ternyata kau tubuh menjadi gadis yang sangat cantik seperti bundamu ". Ucap ayana memuji kecantikan loli yang sama persis dengan sang bunda.
" Tidak-tidak, maksudku, kenapa kalian bisa berada disini ? ". Ujar loli penasaran.
" Ayah bunda ? ".
Loli memanggil kedua orang tuanya dengan tatapan meminta penjelasan dengan kehadiran angel, ayana, hasley dan ruby di mansion mereka.
" Kenapa nak ? ".
" Di sapa dulu dong ke empat aunty mu, mereka sudah lama ingin bertemu dengan mu tapi mereka hanya bisa membantumu dari kejauhan ". Ucap giantri tersenyum merasa gemas pada putri sematawayangnya.
Deg.
" Haaa.. Haaa.. Haaa.. "
Tiba-tiba loli membuka matanya dan langsung duduk di ranjang dengan nafas yang tidak beraturan.
Keringat telah membahasi tubuh dan pakaiannya, matanya melotot seraya menetralkan kembali pikiran dan nafasnya yang masih ngos-ngosan seperti habis di kejar anjing gila saja.
" Ohh Haaaa, ternyata mimpi saja ".
Loli menghembuskan nafasnya dengan kasar, dia memejamkan matanya dan mengelus pelan dadanya yang masih terasa syok dengan mimpi yang barusan dia dapatkan.
" Apa tadi gue ketiduran ? Tapi bagaimana bisa gue ketiduran secepat itu, perasaan gue baru aja rebahan ". Gumam loli sangat bingung dengan apa yang terjadi padanya.
Yang dia ketahui, dia baru saja rebahan di ranjang kedua orang tuanya. Tapi masa iya dia langsung ketiduran dan tanpa sadar sudah bermimpi, anehnya juga kenapa dia bisa bermimpi seperti itu.
" Kenapa gue bisa mimpiin mereka berempat ? ".
" Apa mereka mengenal ayah dan bunda ? Kenapa bunda nyuruh gue manggil mereka dengan sebutan aunty ? ".
Loli merasa aneh dengan mimpinya kali ini, jika hanya angel saja yang di harus dia panggil aunty dalam mimpi itu, mungkin itu adalah hal yang wajar karena dia tahu bahwa angel adalah sahabat bundanya.
Tapi kenapa ayana, ruby dan hasley juga ada dalam mimpinya, bahkan mengenal mereka bertiga dengan akrab saja tidak.
Ini sangat aneh.
" Sepertinya firasat gue waktu itu ada maksud yang belum gue ketahui, apa mungkin benar kalau ternyata tante angel, nyonya ayana, nyonya ruby dan bahkan ratu es nyonya hasley memang saling mengenal dengan ayah dan bunda ? ". Gumam loli merasakan firasarnya memberikan pentunjuk baru padanya.
" Gue harus selidiki mereka berempat, mungkin saja gue nemuin petunjuk baru ". Sambung loli.
Niatnya hanya ingin istirahat sebentar di kamar ayah dan bundanya untuk melepaskan kepenatannya, dia malah mendapatkan suatu petunjuk yang dia yakin bahwa mimpinya bukan sekedar bunga tidur saja, melainkan mimpi itu telah memberikan dia sebuah petunjuk baru.
Akhirnya loli pergi dari mansion itu, tapi bukannya kembali ke rumah sakit, dia malah pergi ke mansion ayana untuk menanyakan sesuatu yang membuatnya sangat penasaran.
Sedangkan di tempat lain, Ayana, ruby, angel dan hasley sedang berkumpul di mansion ayana dengan maksud tujuan untuk membahas kejadian semalam yang terjadi pada loli di rumah sakit.
" Jadi benar kejadian semalam adalah ulah Joo putranya lee woojin ? ". Tanya angel pada ayana.
" Hmm, tapi sepertinya dia melakukan semua itu karena dia hanya ingin mencari perhatian loli saja ". Jawab ayana dengan santai sambil menyeruput teh hangat miliknya.
" Aku yakin kalau joo tidak akan melukai loli, seperti yang kita ketahui kalau dia hanya ingin loli menjadi kakasihnya saja, sehingga dia berani melakukan ini semua ".
Ayana menganggukkan kepalanya setuju dengan ucapan ruby.