
Ke esokan paginya.
" Ayah ibu, aku dan loli pamit dulu ". Pamit brenda pada kedua orang tuannya.
" Iya, hati-hati di jalan yah dan semoga penyelidikan kalian berjalan lancar hari ini ". Jawab ibu brenda tersenyum hangat.
Brenda memeluk sejenak ayah dan ibunya, sedangkan loli hanya berdiri diam di samping brenda.
" Kami pergi dulu ". Ucap brenda, setelah puas memeluk kedua orang tuanya.
" Om tante, kami pamit ". Ucap loli juga berpamitan pada kedua orang tua brenda.
Setelah berpamitan, mereka langsung keluar dari mansion dan mereka memasuki mobil yang sama, karena hari ini mereka akan menjalankan penyelidikan bersama-sama dengan anya juga.
Yang mengemudikan mobil itu adalah loli dan setelah keluar dari area mansion, loli langsung melajukan kecepatan mobilnya dengan kecepatan sedang menuju mansion anya untuk menjemputnya.
Di sepanjang perjalanan menuju mansion keluarga anya, brenda sibuk memainkan ponselnya dengan tujuan ingin melihat apakah ada berita viral terbaru atau tidak, sedangkan loli fokus mengemudikan mobil.
Deg.
" Gila, ini beneran aron sama istrinya ? ". Pekik brenda terkejut.
Loli yang mendengarkan pekikkan brenda dan jelas mendengarkan nama aron dan istrinya, dia hanya bersikap biasanya.
" Lol, lihat deh. Ternyata sih penakut wanita udah mulai di taklukkan istrinya, hahaha ".
Brenda tertawa karena merasa aneh dan lucu ketika melihat sebuah foto yang di posting oleh jane, dimana aron dan jane sedang mesra-mesraan di sebuah taman.
" Ternyata dan ternyata sahabat kita bisa juga ya, bersikap seperti ini di depan wanita selain kita bertiga ". Sambung brenda masih tak menyangka.
Brenda pun memperlihatkan foto tersebut pada loli, tapi loli hanya melihatnya sekilas saja dan kembali fokus mengemudikan mobilnya.
Perasaan aneh mulai menghantui loli setelah melihat foto tersebut dan dia jadi sedikit tidak fokus mengemudikan mobil.
" Baguslah kalau dia bisa romantis pada istrinya, kan selama ini dia selalu bersikap dingin ". Ujar loli datar tanpa melihat ke arah brenda.
" Iya sih, tapikan aneh ya, lihat aron yang selama ini dingin bahkan ke kita aja dia masih ada sikap dinginnya, lah sekarang dia tiba-tiba berubah jadi pria yang sok-sok kan romantis, kan kaget gue, Lol ". Jelas brenda.
Loli diam menanggapi apa yang brenda katakan sedari tadi, entah kenapa membahas aron, tiba-tiba membuat mood nya jadi kurang baik saat ini.
Mereka melanjutkan lagi perjalanan mereka menuju mansion anya dengan kesibukan mereka masing-masing di dalam mobil.
Sekitar 25 menit kemudian, akhirnya mereka tiba di depan gerbang utama mansion anya dan ternyata anya sudah menunggu mereka di depan gerbang saat ini.
Mobil berhenti dan anya langsung masuk kedalam mobil melalui pintu belakang karena brenda duduk di samping loli, jadi anya memilih duduk sendirian di kursi belakang saja.
Setelah anya sudah masuk kedalam mobil, loli langsung menjalankan kembali mobilnya dengan kecepatan sedang menjauh dari area mansion anya.
" Aaaaaaa... "
Tiba-tiba anya seperti merengek, membuat brenda dan loli kaget.
" Napa lu ? Ada yang ketinggalan ? ". Tanya brenda kebingungan, sambil menghadap kebelakang ke arah anya.
" Gk ".
" Gue kesel banget lihat aron bisa romantis kayak gitu ke orang lain ".
" Lah kita udah sahabatan bertahun-tahun, kek gk pernah di romantisin kek gitu sama dia, Aaaaaaaa ".
Loli langsung memutar bola matanya dengan malas, sedangkan brenda juga melakukan hal yang sama.
" Elahh Nyaaa... Gue pikir apaan, bikin kaget gue aja ". Ucap brenda dengan malas.
" Diem gk lu berdua ! Gue turunin lu disini kalau lu berdua masih berisik ! ". Loli pun mengancam anya dan brenda.
" Lu sih ". Kesal brenda ada anya.
Sedangkan anya hanya bisa memutar bola matanya dengan malas, dia malah jadi salah sekarang.
********
Sekitar 40 menit perjalanan yang mereka bertiga tempuh, akhirnya loli menghentikkan mobilnya di depan sebuah gerbang yang menjulang tinggi.
" Apa ini rumah orang yang akan kita temui ? ". Tanya anya.
" Hmm, ini mansion satu-satunya sahabat ayah gue yang gue kenal dulu ". Jawab loli sambil membuka sabuk pengamannya.
Anya dan brenda menganggukkan kepala mereka mengerti maksud loli membawah mereka kesini.
Mereka bertiga langsung keluar dari mobil dan berjalan mendekati pos satpam yang berada di samping gerbang itu.
Belum juga sampe di pos itu, langkah kaki mereka di hentikan oleh satpam yang telah mendekati mereka.
" Maaf, kalian siapa ? ". Tanya satpam tersebut.
Loli langsung mengeluarkan kartu yang menunjukkan kalau dia adalah seorang detektif dan langsung memberikan kartu tersebut pada satpam di depannya.
Satpam itu langsung mengambil kartu tersebut dan setelah mengetahui siapa loli, dia langsung memberikan hormat, kemudian membalikan kartu tersebut pada loli.
" Maaf, saya pikir anda siapa ".
" Tapi, ada kepentingan apa anda datang ke mansion ini ? ". Tanya satpam itu pada loli.
" Saya datang untuk menemui tuan Reza, apakah tuan reza ada di mansion saat ini ? ". Ucap loli.
" Tuan reza tidak ada di mansion saat ini, tapi di dalam hanya ada kedua putrinya saja ". Jelas satpam tersebut.
Loli langsung memicingkan matanya mendengarkan satpam itu mengatakan kalau tuan reza memiliki 2 putri.
" Bukannya tuan reza hanya punya 1 putri saja ". Tanya loli penuh selidik.
" Ya, tuan reza memang hanya memiliki 1 putri kandung saja, tapi tuan reza sempat mengadopsi 1 anak perempuan dari panti asuhan sekitar 13 tahun yang lalu ". Jelas satpam itu.
" Baiklah, kira-kira tuan reza akan kembali jam berapa ? ". Tanya loli.
" Kemungkinan tuan reza akan kembali sekitar 30 menit lagi, jika anda dan rekan anda ingin menunggu. Saya akan meminta izin pada nona carla agar anda bisa masuk dan menunggu di dalam saja ". Jelas satpam tersebut.
" Ya, pergi dan minta izinlah ". Jawab loli memang tidak ingin bolak-balik kalau dia bisa saja menunggu selama 30 menit.
Satpam tersebut langsung menunduk memberi hormat dan langsung pergi meminta izin pada putri sulung tuan reza.
Tak berselang lama, akhirnya satpam itu kembali lagi dan langsung mengajak loli, anya dn brenda untuk masuk kedalam area mansion tersebut saat ini.
Satpam itu langsung mengarahkan mereka bertiga menuju mansion dan mereka akhirnya menempati ruang tamu di mansion tersebut.
Tiba-tiba seorang wanita yang terlihat seperti seumuran dengan mereka bertiga pun muncul di ruang tamu tersebut dengan pakaian santai.
" Nona, mereka adalah... "
" Pergilah kembali melakukan tugasmu, saya sudah tahu siapa mereka ". Ucap wanita itu langsung memotong ucapan satpam tersebut.
Tak menunggu lama, satpam tersebut langsung pergi meninggalkan mereka berempat di ruangan tersebut.
Carla, wanita itu bernama carla, putri kandung dari tuan reza dan nyonya saidah, yang sekarang baru saja duduk di salah satu kursi kosong yang berhadapan dengan loli dan lainnya.