
" Jadi ada kepentingan apa kalian datang ke mansion ini dan mencari ayah saya ? ". Tanya carla dengan tatapan datarnya.
" Kami datang kesini..... "
Ketika anya ingin menjawab, tiba-tiba loli memberikan isyarat sehingga anya langsung terdiam kembali.
" Saya datang kesini untuk menemui tuan reza. Ada hal penting yang harus saya tanyakan pada tuan reza saat ini ". Jawab loli dengan raut wajah yang tak kalah datar dari carla.
" Hal penting apa yang ingin anda sampaikan pada ayah saya ? Tidak mungkin seorang detektif yang sangat di kenal oleh dunia seperti anda akan membicarakan masalah perusahan dengan ayah saya kan ". Tanya carla memicingkan matanya menatap loli penuh selidik.
" Apakah saya harus memberitahukan apa yang ingin saya sampaikan pada tuan reza kepada anda, nona carla ? ". Tanya balik loli dengan santainya pada carla.
" Hmm... Sepertinya kamu sudah banyak berubah, tidak seperti loli yang aku kenal dulu ". Ucap carla dengan senyuman tipisnya.
Loli pun tersenyum tipis menanggapi ucapan teman kecilnya dulu sebelum semua malapetaka menimpah keluarganya.
Sedangkan anya dan brenda langsung terdiam karena mereka pikira tadinya loli dan carla tidak saling mengenal, ternyata mereka salah besar.
" Hai Lol, akhirnya setelah sekian lama kamu bisa kembali lagi ke indonesia ". Ucap carla dengan senyuman hangat seraya memeluk loli dengan hangat.
Loli membalas pelukkan carla dan mereka saling melepas rindu setelah 14 tahun lamanya mereka tidak bertemu, terakhir kali mereka bertemu, mereka masih seorang gadis kecil dan sekarang mereka telah tumbuh dewasa menjadi wanita cantik dan juga penuh kharisma.
" Senang bisa bertemu denganmu carla, ternyata kau masih sama seperti dulu ". Ujar loli.
Carla melepaskan pelukkan di antara mereka dan menatap loli dengan tatapan yang hangat.
" Maafkan aku, karena dulu aku masih kecil dan tidak bisa berbuat lebih untuk membantumu saat kejadian itu terjadi, Lol ". Ucap carla merasa bersalah.
" Apaan sih lu, gk perlu merasa bersalah juga car, semua juga terjadi begitu cepat dan semua gk bisa di hindari begitu saja ". Ucap loli tidak ingin carla merasa bersalah.
Tak terasa sudah 30 menit loli, brenda dan anya menunggu di mansion keluarga Haris dan akhirnya tuan reza telah pulang bersama saidah istrinya.
" Ayah ibu, ayo kesini dulu. Ini ada detektif yang datang mencari ayah dan sudah menunggu ayah sedari tadi ". Panggil carla ada ayahnya.
Tuan reza memicingkan matanya sedikit terkejut mendengarkan ada detektif yang datang mencarinya secara tiba-tiba, ternyata satpam di depan lupa memberitahukan kedatangan loli dan lainnya di mansion ini.
Reza dan saidah langsung duduk di kursi kosong samping carla dan reza menatap loli, anya dan brenda dengan tatapan penuh kebingungan.
" Ada apa ini ? Ada masalah apa sehingga detektif seperti kalian datang mengunjungi kediaman saya ? ". Tanya reza penasaran.
" Saya Lolita robin, putri tunggal gerald robin dan giantri robin sahabat anda dan juga saya adalah detektif yang di tunjuk langsung untuk menyelidiki kembali kasus kematian keluarga saya sendiri, tuan reza ". Jawab loli dengan wajah datarnya.
Deg.
Reza dan saidah seketika langsung saling tatap setelah mendengarkan pernyataan loli barusan yang sangat membuat mereka terkejut.
" Ya, anda benar tuan reza. Tapi saya datang kesini bukan hanya sekedar bertemu sapa dengan anda, tapi saya datang untuk meminta keterangan yang mungkin saja anda ketahui pada saat sebelum pembunuhan itu terjadi ". Ucap loli sangat profesional dengan pekerjaannya.
" Hah ". Reza terlihat menarik dan mengehembuskan nafasnya dengan perlahan setelah mendengarkan pertanyaan loli barusan.
" Jadi benar berita tentang kasus pembunuhan itu akan kembali di selidiki setelah 14 tahun kasus itu telah di tutup begitu rapat ? ". Tanya reza.
" Ya, Ada seorang wanita yang memiliki pengaruh tinggi dalam dunia perbisnisan dan juga dunia politik yang meminta pihak kepolisian indonesia untuk mengusut kembali kasus ini ". Jawab anya tidak menyebutkan siapa nama wanita tersebut.
Reza menganggukkan kepalanya, kemudian dia menatap ke arah loli dengan tatapan yang sulit di artikan.
" Saya akan menjawab apapun yang bisa membantu kalian dalam penyelidikan kasus ini, tapi... "
" Apa kamu baik-baik saja dalam menangani kasus keluargamu sendiri, loli ? ". Tanya reza yang ternyata sangat mengkhawatirkan loli.
" Anda tenang saja, saya tentunya harus profesional dengan pekerjaan saya dan saya tidak akan mencampuri urusan pribadi saya dengan kasus ini ". Jawab loli dengan tegas.
Saidah istri reza dan ibunya carla tanpa sadar meneteskan air matanya mendengarkan penuturan loli barusan.
" Tante tau kalau kamu pasti kesulitan menangani kasus ini, yang jelas adalah kasus pembunuhan keluargamu sendiri nak loli. Tapi, jika kamu perlu apapun bantuan dari om, tante dan carla. Kami dengan senang hati akan membantumu semampu kami nak ". Ucap saidah mencoba menahan tangisannya.
Yang lainnya terharu mendengarkan betapa saidah ternyata sangat peduli terhadap loli, tapi tidak dengan loli, dia malah merasa tidak suka karena dia paling benci di kasihani oleh siapapun tanpa terkecuali.
" Tuan, bisakah kita langsung pada intinya saja ? ". Tanya brenda yang menyadari perubahan tatapan loli pada istri reza yakni nyonya saidah.
" Ya, silahkan ". Jawab reza.
" Pertama saya ingin bertanya, sudah berapa lama anda mengenal tuan gerald dan juga nyonya giantri ? ". Tanya brenda langsung memulai interogasi pada tuan reza yang sebenarnya harus di lakukan di ruang interogasi kepolisian pusat, tapi karena loli bebas melakukan apapun selama penyelidikan. Maka loli memilih untuk tidak ingin memberitahukan para pihak kepolisian indonesia maupun jendeal nelsen akan setiap rencananya.
" Gerald dan giantri adalah sahabat saya dari masa kuliah, yang artinya kami sudah saling mengenal selama hampir 18 tahun lamanya, sedari kuliah dan sampai akhirnya mereka harus mengalami kejadian naas tersebut 14 tahun yang lalu ". Jawab reza jujur.
Loli dan anya hanya diam, karena brenda lah yang memang di tugaskan loli untuk menginterogasi tuan reza.
" Dimana anda berada saat kejadian itu terjadi ? ". Tanya brenda lagi.
" Saat itu saya berada di mansion bersama istri dan putri saya, karena pada saat itu kami sedang makan malam bersama dan sedang merayakan ulang tahun istri saya ". Jawab reza lagi dengan jujur.
Loli menatap reza dengan tatapan yang sulit di artikan, tentu saja reza, saidah bahkan carla sangat menyadari tatapan loli pada reza, tapi mereka sangat mewajarkan loli bersikap seperti itu.
" Bukan, dia bukan pelakunya. Dia memang berkata jujur ". Batin loli setelah mendapatkan firasat kalau reza memang bukan dalang yang membunuh seluruh keluarganya.
" Oke, saya akan mengajukan pertanyaan ketiga ". Ucap brenda lagi.
Tapi anehnya, loli tiba-tiba berdiri sehingga semua mata tertuju padanya.
" Ada apa ? ". Tanya anya pada loli kebingungan.