
10 pria berpakaian hitam yang telah menyerang loli maupun brenda, anya dan rolan sekarang sudah di bawah ke kantor kepolian pusat atas perintah langsung dari jendral ruben yang datang langsung untuk membantu loli.
" Apa kalian mengenal pria-pria itu ? ". Tanya jendral ruben pada loli dan lainnya.
" Tidak, mereka datang dan menyerang kami secara tiba-tiba ". Jawab brenda.
" Baiklah, kalian besok harus datang ke kantor dan menjelaskan semua kejadian ini, kalau begitu saya harus segera kembali ke kantor untuk mengurus masalah ini ". Ujar jendral ruben dengan wajah datarnya.
Jendral ruben pun telah pergi meninggalkan area rumah sakit GG hospital, untung saja ada loli dan lainnya yang posisinya sedang berada di rumah sakit tersebut, sehingga pria-pria itu tidak membuat kekacauan yang semakin merugikan pihak rumah sakit GG hospital.
" Apa kalian gk merasa aneh dengan kejadian ini ? Apa ini ulah lee woojin ? ". Sangka anya dengan wajah terlihat serius.
Loli langsung terdiam, tiba-tiba dia teringat akan ucapan joo yang tadi memberitahukannya kalau akan ada orang yang akan membuat kekacauan di rumah sakit ini.
" Kalian mendingan balik sekarang ke ruangan lu Nyaa, gue harus ke suatu tempat untuk memastikan sesuatu ". Ucap loli terlihat dingin.
" Mau kemana lu ? Gue ikut ". Tanya brenda.
" Tolong biarin gue urus masalah ini sendiri, karena harus ada yang berjaga di ruangan anya agar kejadian seperti ini gk ke ulang lagi ". Ucap loli dengan serius menatap ketiga sahabatnya.
Tanpa menunggu lama, loli langsung pergi meninggalkan anya, brenda dan rolan yang hanya bisa menatap kepergian loli dengan rasa penasaran yang tinggi.
" Ini pasti ulah lee woojin, gue sangat yakin dengan dugaan gue ". Ucap anya sangat yakin.
" Siapa lee woojin ? ". Tanya rolan pura-pura tidak tahu siapa sosok seorang lee woojin dan apa masalah di antara mereka.
" Udah nanti gue ceritain di dalam, mending kita masuk aja dan percayakan semuanya ke loli ". Ujar brenda langsung mengajak anya dan rolan kembali ke ruangan penyelidikan anya.
Mereka bertiga langsung masuk kedalam gedung rumah sakit, sedangkan loli sekarang sedang menghubungi joo setelah dia mendapatkan nomor ponsel joo dari staff yang bekerja di meja infomasi pasien di rumah sakit tersebut.
" Temui saya di taman dekat rumah sakit ini ".
Hanya mengatakan hal itu saja dan loli langsung mengakhiri panggilan itu dengan sepihak.
*****
Tatapan mata loli sangat dingin menatap netra mata joo yang juga sedang menatap datar ke arah loli, kini mereka berdua sedang berdiri berhadapan di taman dekat rumah sakit GG hospital sesuai permintaan loli.
" Jelaskan pada saya, apa maksud dari semua ini ? Atau jangan-jangan kamu yang melakukannya ? ". Tanya loli langsung mengintimidasi joo dengan tatapan yang sulit di artikan.
" Hah ". Joo menghela dan menghembuskan nafasnya dengan pelan, sebelum menjawab pertanyaan yang loli ajukan padanya.
" Aku sudah mengatakan hal ini tadi, bahwa ini adalah ulah lee woojin yang ingin berniat menangkapmu dan ingin mengacaukan penyelidikan atas kasus yang sedang kamu selidiki ". Jawab joo datar.
" Bagaimana kamu bisa tahu kalau lee woojin yang melakukannya ? Bukankah secara tidak langsung kamu baru saja memberitahuku kalau kamu adalah salah satu anggotanya ". Ucap loli dengan seringai tipis.
Bukannya takut identitasnya di ketahui oleh loli, joo malah tersenyum mendengarkan tuduhan loli padanya, loli pun semakin di buat penasaran dengan sikap yang di tunjukkan oleh joo saat ini.
" Pekerjaanku mirip seperti seorang agen rahasia, informasi mengenai lee woojin sangatlah mudah aku ketahui ". Jawab joo dengan santainya.
" Aku memberitahukan hal ini padamu karena aku tidak ingin wanita yang ku cintai berada dalam bahaya, bukan karena aku salah satu anggota gangster black wolf ". Jelas joo tentunya penuh kebohongan.
Tapi ternyata joo sangat pandai mengatur ekspresi wajahnya dan juga sikapnya, sehingga loli bahkan langsung percaya kalau joo berkata jujur atas pernyataannya.
Di tempat lain ternyata ayana sedang mengawasi loli dan joo melalui CCTV taman yang telah di retas olehnya.
" Ck, ternyata dia pandai meyakinkan seseorang dengan kebohongannya, bahkan loli saja sampai tertipu dengan semua kebohongan putranya lee woojin ". Ujar ayana menganggukkan kepalanya sangat kagum pada sosok joo.
" Hmm.. Jika loli setuju dengan tawaran pria itu untuk menjadi kekasihnya selama 2 bulan, pasti akan semakin menarik ".
" Aku penasaran, apakah aron akan tetap membantu loli setelah mengetahui hal ini atau dia akan meninggalkan loli dan benar-benar akan berpaling pada gadis ular itu ". Sambung ayana malah tertarik dengan kisah percintaan loli dengan 2 pria yang terlihat sama besar rasa cinta mereka pada loli.
Sedangkan loli sekarang sedang dalam situasi yang sangat membuatnya frustasi. Ternyata dan ternyata joo telah menyatakan cintanya pada loli secara terang-terangan.
" Yaaa, aku datang menemuimu bukan untuk mendengarkan pernyataan cintamu. Jadi berhentilah bersikap seperti ini ". Ucap loli dengan tegas.
" Kenapa ? Apa kamu juga terang-terangan menolakku ? Apa kamu sudah memiliki kekasih sehingga kamu menolakku ? ". Tanya joo dengan tatapan serius.
" Apa kau juga sedang memaksaku untuk menerima pernyataan cinta mu ? ". Ujar loli dengan tatapan dingin.
" Tidak, aku tidak mempermasalahkan apakah kamu mau menerimaku atau tidak, hanya saja aku sangat memuji kesetiaanmu pada seorang pria ". Jawab joo dengan santainya.
" Apa maksudmu ".
Loli bingung dengan maksud perkataan yang baru saja joo katakan.
" Aron Erlangga ". Joo secara tak terduga malah menyebutkan nama aron di depan loli.
" Apa kamu masih mencaintai pria itu ? Bukankah pria itu sudah menikah dan memiliki seorang istri yang cantik ". Ucap joo benar-benar di luar dugaan.
Wahh, sepertinya joo baru saja membuat loli marah, wajah loli yang sedari tadi datar kini memerah karena menahan emosinya.
" Apa kau mencari tahu tentang ku ? ". Ucap loli dengan tangan yang sudah mengepal, tapi dia masih bisa menahan emosinya.
Deg.
Di luar dugaan, joo malah memeluk loli dengan sikap yang sangat lembut, sehingga loli langsung terdiam dan melototkan matanya.
" Maaf, aku tidak bermaksud seperti itu ". Ucap joo terdengar tulus meminta maaf pada loli.
" Aku tidak akan memaksamu lagi, tapi jika suatu saat nanti kamu membutuhkan bantuanku, hubungi saja aku dan aku akan segera datang untuk membantu mu ".
Joo melepaskan pelukkannya dan menatap loli dengan tatapan yang sulit di artikan sembari tersenyum manis.
" Kembalilah ke rumah sakit dan istirahatlah dengan cukup, kamu pasti lelah menangani kasus ini ".
Deg.
Lagi ? Lagi dan lagi joo membuat jantung loli serasa ingin keluar dari tempatnya. Lihatlah, setelah mengatakan hal itu dengan sikap selembut sutra, joo dengan pelan dan penuh kelembutan malah mengacak rambut loli.