Lolita's Hidden Secrets

Lolita's Hidden Secrets
Bab 61



Akhirnya loli, anya dan brenda langsung menuju ke salah satu restoran dimana rolan berada saat ini.


" Sepertinya penyelidikan ini gk akan berjalan dengan lancar sesuai rencana kita, Lol. Trus rencana lu selanjutnya apa ? ". Tanya brenda dengan serius.


Di tengah perjalanan mereka, mendengar brenda bertanya seperti itu membuat loli sedikit pusing karena dia juga kebingungan harus melakukan apa untuk menghadapi situasi yang menghampirinya saat ini.


" Entahlah, nanti gue pikirin lagi apa yang akan gue lakuin kedepannya ". Jawab loli dengan gusar


Suasana di dalam mobil pun langsung hening setelah loli menjawab pertanyaan brenda.


Loli menatap lurus ke arah luar sambil memandangi pemandangan kota yang sangat ramai. Tapi dia tidak menikmatinya, melainkan dia sedang memikirkan semua yang terjadi padanya, dia harus mencari cara agar bisa menyelesaikan semua masalah rumit yang tiba-tiba datang menghampirinya tanpa permisi.


Kehidupan loli pun langsung berubah semakin dratis semenjak dia mengetahui kalau kematian seluruh keluarganya hanya karena sebuah kalung yang bahkan dia tidak tahu fungsi dan manfaatnya apa, sehingga semua ingin mendapatkan kalung itu. Apalagi sekarang dia yang menjadi incaran karena kalung itu berada di tangannya.


*******


Angel, ruby dan Hasley sekarang sedang berkumpul di mansion angel untuk membahas rencana mereka selanjutnya tanpa adanya ayana.


Karena ternyata situasi yang terjadi setelah rencana yang mereka susun telah di lakukan, Loli malah semakin di hadapi dengan situasi yang semakin berbahaya.


" Hah ".


Pertemuan itu di awali dengan hembusan nafas berat yang baru saja di lakukan oleh angel.


" Sepertinya kita harus segera ke indonesia hari ini juga ka ". Usul ruby yang sangat mengkhawatirkan loli dan juga ayana yang hanya sendirian melindungi loli di indonesia.


Hasley mengamggukkan kepalanya tanda setuju dengan usulan ruby.


" Kita akan ke indonesia nanti malam, karena kita harus menyelesaikan rencana terakhir kita di sini ". Ujar hasley dengan wajah datarnya.


" Ruby, apa kau sudah mengatakan hal yang sebenarnya pada tuan son ? ". Tanya angel pada ruby.


" Hmm.. "


" Awalnya dia terkejut setelah aku mengatakan yang sebenarnya, apalagi setelah di mengetahui kalau detektif robin adalah putri tunggal ka gerald dan ka giantri yang berhasil selamat dari kejadian itu ". Jawab ruby.


" Tapi siapa yang menyangka kalau ternyata sebenarnya tuan son sama sekali tidak terlibat dengan kasus ini ". Ucap Angel.


" Setidaknya dia beruntung karena dia mengambil keputusan yang benar pada saat itu untuk tidak ikut campur dengan permainan kotor jendral nelsen dan para anak buahnya ". Ujar hasley.


" Kau benar ". Balas angel membenarkan ucapan hasley barusan.


" Sebaiknya sekarang kamu pergi ke rumah tuan son dan ajaklah dia untuk ikut bersama kita ke indonesia, walaupun dia nantinya masih belum melakukan apapun disana, karena dia pasti akan di cari Lee woojin atau jendral nelsen, karena hanya dia yang tahu kalau mereka telah menyabotase kasus kematian ka giantri dan ka gerald ". Ucap Hasley pada ruby.


" Oke ".


Ruby langsung berdiri dari tempat duduknya, kemudian dia langsung pergi meninggalkan angel dan hasley yang diam dengan pikiran mereka masing-masing.


Kembali lagi di indonesia. Sekarang loli, anya dan brenda dan juga rolan sudah dalam perjalanan untuk pergi ke suatu tempat.


" Ada apaan sih ? Kenapa kalian jemput gue ? Ini juga, kalian mau bawah gue kemana ? ". Tanya rolan penuh selidik.


Plak..


Brenda yang sekarang sudah berpindah posisi duduk di kursi belakang bersama rolan pun langsung mengeplak rolan yang sedari tadi banyak tanya.


Rolan langsung diam karena dia cukup takut menghadapi kemarahan ketiga harimau betina yang ada bersamanya sekarang.


Anya langsung memutar bola matanya dengan malas, sedangkan loli yang sedang mengemudikan mobil pun sedari tadi hanya diam saja.


Tapi beberapa menit kemudian, tiba-tiba loli mengajukan pertanyaan pada anya.


" Apa udah nemuin rumahnya ? ". Tanya loli pada anya.


" Udah, di jalan x dan rumahnya punya 3 kamar juga rumahnya cukup luas dan setiap ruangannya juga cukup luas ". Jawab anya.


Ternyata tadi loli menyuruh anya untuk mencarikan rumah sewa yang bisa di tinggali oleh dia dan rolan selama penyelidikan ini berjalan.


Tapi karena anya dan brenda memaksa untuk tinggal bersama loli dan rolan juga dengan alasan agar komunikasi mereka lancar, akhirnya mereka harus mencari rumah sewa yang cukup besar agar mereka bisa tinggal bersama sampai penyelidikan ini selesai.


" Oke kita kesana sekarang ". Ucap brenda sudah mulai ketularan sifat loli yang tak ingin buang-buang waktu berharga mereka.


Loli pun langsung melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang menuju jalan X dimana mereka akan mengecek rumah sewa yang nantinya akan menjadi rumah tempat mereka tinggali selama di indonesia.


Sekitar 20 menit akhirnya mereka sampai juga, dan rolan langsung terkejut melihat kompleks perumahan yang cukup elit yang baru saja mereka masuki.


" Inikan kompleks perumahan punya perusahan aron ". Batin rolan yang jelas tahu karna dia adalah tangan kanan aron di perusahan.


Setelah mobil berhenti di depan salah satu rumah yang memang terkesan elit tapi masih tergolong sederhana.


Anya, brenda dan loli yanh duluan keluar langsung di samperin oleh seorang wanita yang menjadi perantara untuk menyewakan rumah tersebut. Sedangkan rolan masih belum keluar dari mobil karena dia sedang menghubungi aron untuk memberitahukan hal ini.


" Ron, lu dimana ? ". Tanya rolan ketika panggilan telah terhubung.


" Gue lagi di kantor. Lu dimana sih, kerjaan banyak lu malah keluyuran gk tau dimana, nyet ". Jawab aron dengan kesal.


" Udah nanti jelasin nanti, tapi sekarang gue lagi sama loli, anya dan brenda buat lihat rumah sewa yang nanti kita berempat tinggalin ". Jawab rolan buru-buru, takut ketahuan kalau dia lagi hubungin aron.


Deg.


Aron langsung berubah datar ketika mendengarkan rolan menyebutkan nama loli.


" Apa dia baik-baik saja ? ". Tanya aron yang ternyata sedang menanyakan keadaan loli.


" Hmm, dia baik-baik saja. Tapi sepertinya situasi semakin tidak bisa terkendali dan kemungkinan besar gue juga udah jadi incaran tuan lee, sehingga loli diam-diam ingin ngelindungin gue dengan cara seperti ini ". Ucap rolan.


" Tapi yang mau gue omongin sekarang bukan masalah ini, ron ". Jelas rolan dengan cepat.


" Ternyata rumah sewanya adalah satu satu unit rumah di bawah naungan perusahan Lo di kompleks merpati ". Sambung rolan.


" Oke, gue ngerti ". Ujar aron dengan santainya.


" Buruan sebelum loli sadar kalau harganya udah lu turunin nanti ". Ucap rolan.


" Hmm ". Aron hanya menjawab dengan deheman saja.


Panggilan di antara mereka pun berakhir dan rolan langsung keluar dari mobil, lalu dia langsung menyusul loli dan lainnya yang sudah masuk kedalam rumah yang akan mereka sewa karena mereka sudah mulai mengecek kondisi rumah tersebut di dalam sana.