
Semua bingung kenapa loli berdiri secara tiba-tiba, bahkan brenda belum sempat mengajukan pertanyaan ketiga pada tuan reza.
" Kami sudah selesai, maka dari itu kami akan segera pergi untuk menlanjutkan penyelidikan kami hari ini ". Ucap loli membuat mereka semua terkejut.
" Tapi kan.. "
Loli langsung menatap brenda dengan tatapan yang sudah bisa brenda tebak maksudnya apa, sehingga brenda langsung diam dan memasukkan kembali berkas di tangannya dan ikut berdiri bersama loli. Anya juga ikutan berdiri karena dia sudah tahu apa maksud loli.
" Ada apa nak loli ? Apakah saya melakukan kesalahan ? ". Tanya tuan reza.
" Tidak, anda sama sekali tidak melakukan kesalahan apapun. Hanya saja interogasi ini memang sudah harus di hentikan, karena saya yakin anda bukanlah pelakunya ". Jawab loli dengan jujur.
Carla, reza bahkan saidah langsung bernafas lega karena ternyata loli yakin kalau mereka tidak ada sangkut pautnya dengan kejadian yang bahkan menimpah sahabat baik reza dan saidah sendiri.
" Makasih sudah percaya kalau keluargaku tidak ada kaitannya dengan kasus ini, sekali lagi makasih ya, Lol ". Ucap carla berterima kasih dengan tulus.
Brenda dan anya tersenyum senang karena ternyata loli pernah hidup di lingkungan orang-orang yang baik sebelum mengenal mereka, sehingga semua orang yang mereka temui selalu bersikap baik juga pada loli.
" Oh ya, ada satu hal yang menurut om bisa sangat membantu kalian dalam penyelidikan kasus ini ". Ucap reza dengan serius.
Semua tatapan sekarang langsung tertuju pada reza.
" Apa itu ayah ? ". Tanya carla penasaran.
" Entah dugaan om benar atau salah, tapi om merasa kalau kematian seluruh keluargamu sepertinya berkaitan dengan kalung milik giantri bundamu yang dulu menjadi incaran para gangster di seluruh dunia ". Jelas reza dengan serius.
Deg.
" Kalung ? ". Tanya anya penasaran.
" Ya, dulu giantri mempunyai kalung berwarna biru laut yang memiliki fungsi yang sangat canggih jika kalung itu mengeluarkan cahayanya di waktu tertentu yang memang di setel langsung oleh giantri ".
" Om juga kurang tahu apa sebenarnya fungsi kalung itu karena gerald maupun giantri tidak pernah memberitahukan detailnya pada om, hanya saja kalung itu memang memili sistem yang sangat canggih sehingga menjadi incaran banyak orang ". Sambung reza.
******
Di sepanjang perjalanan, setelah loli, anya dan brenda pulang dari mansion haris. Loli terlihat sangat pendiam dan sedari tadi hanya menghayal saja di kursi belakang mobil. Karena saat ini yang mengemudikan mobil adalah brenda.
Tapi sedari tadi, anya dan brenda kebingungan juga penasaran kenapa loli selalu meletakkan tanggannya di dadanya seperti sedang meraba sebuah kalung yang dia pakai. Padahal anya maupun brenda tidak pernah melihat loli memakai kalung selama ini.
" Jadi kalung ini yang menyebabkan kematian kalian semua ? ". Batin loli.
" Lol ? Lo kenapa ? ". Tanya anya sedikit khawatir.
Loli pun tersadar dari lamunannya dan langsung menatap anya dengan tatapan yang sulit di artikan.
" Kalung itu sedang gue pakai sekarang ". Jawab loli dengan wajah datarnya.
Deg.
Ckiiiittttt....
Mendengarkan ucapan loli barusan membuat brenda terkejut dan spontan tiba-tiba menghentikkan mobil itu.
Untung saja situasi di jalanan yang mereka lewati cukup sunyi dan hanya beberapa mobil dan motor yang melintas di jalan tersebut.
" Jangan becanda napa, Lol ". Ucap brenda langsung menatap loli di kursi belakang.
" Cih ".
Loli berdecih seraya memutar bola matanya dengan malas mendengarkan ucapan brenda barusan.
" Bentar deh. Apa bener kalung itu ada di elo sekarang ? Dan bahkan Lo lagi pakai kalung itu ? ". Tanya anya ingin memastikan.
" Gue malas jelasin 2x ". Ucap loli dengan malas.
Deg.
" Trus apa yang akan Lo lakuin sekarang, setelah Lo tahu kalau kalung itu adalah penyebab terjadinya pembunuhan seluruh keluarga Lo ? ". Tanya anya.
" Hah ".
Loli menghembuskan nafasnya dengan kasar karena dia juga tidak tahu harus melakukan apa untuk kedepannya untuk sekarang ini.
" Yang pastinya, si pelaku utama pasti sedang memantau kita, terutama Lo karena mereka tahu kalau kalung itu ternyata masih ada di Lo, Lol ". Jelas brenda.
Dengan perlahan brenda mulai menjalankan lagi mobilnya sambil membahas masalah baru yang baru saja mereka ketahui.
" Ya, itu bener juga sih. Apalagi dengan jelas sudah ada satu kelompok gangster yang telah mengincar Lu dan kita semua saat ini ". Sambung anya menyetujui dugaan brenda.
Tiba-tiba ponsel loli berbunyi menandakan ada panggilan masuk. Dengan perlahan loli merongoh ponselnya dari dalam saku celananya, kemudian dia melihat siapa orang yang menghubunginya.
Ternyata yang menghubunginya adalah angel, sahabat baik bundanya. Akhirnya loli langsung menjawab panggilan tersebut.
" Iya, ada apa tante ? ". Tanya loli dengan datar.
" Hubungilah sahabat lelakimu yang bernama rolan dan ajaklah dia untuk ikut bergabung denganmu dalam penyelidikan kasus yang sedang kamu selidiki sekarang ". Jawab angel terdengar serius.
Loli menautkan kedua alisnya bingung dengan maksud ucapan dari angel barusan.
" Kenapa aku harus mengajaknya bergabung dalam penyelidikan ini ? ".
" Dia bukan polisi ataupun seorang detektif, karena dia adalah seorang yang bekerja di perusahan ". Ucap loli bingung.
" Seseorang sedang mengintainya dan hanya tante yang melihat dan menyadari hal itu saat tante tidak sengaja berada di satu restoran dengannya di LA ". Jelas angel tak sepenuhnya berbohong.
" Tante yakin, jika pria itu berada di sekitarmu, pasti dia akan baik-baik saja. Tapi jika tidak, maka tante juga tidak bisa memastikan kalau dia akan baik-baik saja ". Sambung angel serius.
" Hah ".
Loli memejamkan matanya seraya memijit dahinya karena pusing dengan semua masalah yang datang secara bertubi-tubi dengan jangka waktu yang sangat berdekatan seperti ini.
" Baiklah, aku akan mengusahakannya ". Ucap loli pada angel.
" Oke sayang, tapi sebaiknya ajak dia sekarang juga karena orang yang mengintainya membawah senjata api yang bisa menembaknya kapan saja ". Ucap angel semakin membuat loli pusing.
" Iya, aku akan mengajaknya sekarang juga. Tapi aku akan mengakhiri panggilan ini sekarang yah tante, aku sedang dalam perjalanan ". Ucap loli beralasan.
Angel langsung mengiyakan dan panggilan di antara mereka pun langsung berakhir saat itu juga.
Dengan kepala yang sudah mulai pusing, loli pun langsung menghubungi rolan saat itu juga.
" Ada apa, Lol ? ". Tanya brenda penasaran.
" Gue lagi hubungin olan ". Jawab loli.
" Rolan ? ". Pekik anya dan brenda bersamaan saking terherannya mereka.
Di dering ke tiga akhirnya rolan menjawab panggilan dari loli, dan panggilan langsung terhubung.
" Iya Lol ? Ada apa ? ". Tanya rolan dengan santainya.
" Lo lagi dimana ? ". Tanya loli datar.
" Gue lagi di indonesia sih ini, emangnya kenapa ? ". Tanya rolan terdengar penasaran.
" Kirim alamat dimana Lo berada saat ini, kita akan jemput Lo sekarang juga ". Ucap loli.