
Penyelidikan pertama yang di lakukan dan di rencanakan oleh loli memang sangat berbeda jauh dari prosuder setiap penyelidikan yang biasa loli lakukan selama menyelidiki kasus-kasus seperti ini.
Tapi, loli bisa melakukan semua hal ini karena ayana sendiri yang menyuruh jendral nelsen untuk membebaskan apapun yang akan loli lakukan selama menyelidiki kasus ini. Dan jendral nelsen dengan terpaksa harus mengizinkan loli bebas melakukan apapun, karena dia takut jika jabatannya akan di turunkan jika dia berani melawan seorang ayana.
Di sisi lain, brenda sedang cosplay menjadi wanuta cantik yang sangat feminim dan sangat berbeda dengan kepribadian brenda setiap harinya yang selalu bergaya tomboy bahkan brenda dengan sengaja menutupi tato di tangannya dengan concealer agar kulit tangannya benar-benar terlihat mulus.
Brenda mendatangi sebuah cafe dengan maksud tujuan untuk menemui seseorang.
Setelah sekian lama brenda menunggu, akhirnya datanglah orang yang dia tunggu sedari tadi, tapi tatapan brenda memang sangat mematikan.
" Maaf yah, gue kelamaan ". Ucap seorang pria, orang yang ingin di temui brenda dengan perasaan bersalah.
Brenda tiba-tiba tersenyum tipis sebelum dia menjawab sapaan pria di depannya.
" Gk usah basa-basi min hoo, ayo masuk ke dalam. Pegel kaki gue, kelamaan berdiri karena nungguin Lo dari 1 jam yang lalu ". Gerutu brenda berbohong.
Padahal sebenarnya brenda baru tiba di cafe tersebut 10 menit yang lalu, bukan sejam yang lalu.
Kang min hoo atau biasa di panggil min hoo oleh brenda, adalah adik salah satu teman dekatnya yang memang sudah akrab sama brenda dan emang sedeket itu.
Akhirnya brenda dan rendi masuk kedalam cafe dan langsung mencari meja kosong yang akan mereka tempati.
Brenda dan min hoo langsung duduk berhadapan, setelah mereka telah menempati salah satu meja kosong di cafe tersebut.
" Gue gk pengen basa-basi, jadi gue pengen langsung ke intinya saja ". Ucap brenda dengan serius.
Min hoo langsung memicingkan matanya melihat sikap sahabat baik kakanya yang terlihat sangat serius.
" Emangnya apa yang ingin Lo katakan ke gue ? ".
" Pertama gue minta nomor ponselnya hyunsik ". Jawab brenda malah membicarakan hal lain lagi.
" Lah ? Emangnya Lo gk punya nomor ponselnya ka hyunsik ? ". Ucap min hoo tercengang.
" Udah gue hapus ".
" Siapa suruh dia bikin gue jengkel ". Jawab brenda dengan ketus.
Min hoo langsung Tepuk jidat mendengarkan jawaban brenda barusan.
" Aneh yah kalian berdua ".
" Pantesan saja ka hyunsik belakangan ini sangat dan sangat terlihat berantakan ". Ujar min hoo tak habis pikir dengan persahabatan antara brenda dan kakanya.
" Udah.. Gue gk pengen bahas masalah ini sekarang ".
" Cepetan kasi gue nomornya hyunsik, ada hal penting yang harus gue omongin ke dia secepatnya ". Ucap brenda dengan malas.
" Ada perlu apa Lo sama gue ? ".
Deg.
Mata brenda langsung melotot kaget, ketika dia mendengarkan suara seseorang yang sangat dia kenal dan suara itu berasal dari arah belakangnya, sehingga brenda spontan menoleh ke belakang.
" Hyunsik ". Pekik brenda kaget melihat sosok hyunsik ternyata sedang berdiri dengan wajah datarnya di belakang berenda.
Hyunsik langsung menatap min hoo sang adik, seraya memberikan kode melalui tatapannya, seakan menyuruh min hoo untuk segera meninggalkan dia dan brenda.
" Kenapa Lo bisa muncul disini ? ".
" Atau jangan-jangan min hoo kasi tau Lo kalau gue mau temuin dia disini ". Sangka brenda, seraya tatapannya tak lepas dari sosok hyunsik yang bahkan sudah duduk berhadapan dengannya saat ini.
" Katakan ? Hal penting apa yang ingin lu sampein ke gue ? ". Tanya hyunsik malah tidak menjawab pertanyaan brenda.
" Cih ". Brenda pun berdecih mendengar hyunsik yang langsung menggantik topik pembicaraannya.
****
Di tempat lain, aron sedang bersama rolan di ruang kerjanya.
" Mereka baru saja memulai penyelidikan dalam kasus kematian keluarga loli, tapi brenda sama anya gk mau kasi tahu gue, apa rencana mereka kedepannya ". Ucap rolan pada aron dengan serius.
Aron mengusap wajahnya dengan kasar, setelah itu dia menunjukkan wajah yang sulit di artikan.
" Suruh beberapa pengawal buat ngawasin loli, anya dan brenda sekarang juga". Ucap aron pusing mikirin situasi yang sudah mulai rumit.
" Oke ". Tanpa basa-basi, dengan tegas rolan langsung melakukan perintah aron.
Setelah rolan pergi meninggalkan ruangan kerja aron. Dengan cepat aron merongoh ponsel di saku celananya dan langsung menghubungi seseorang, dan di dering ke 2 panggilan langsung terhubung.
" Saya menerima tawaran anda ". Ucap aron ketika panggilan terhubung, kepada orang yang dia hubungi dengan raut wajah yang serius.
Di sebrang sana, orang yang di hubungi oleh aron langsung menyunggingkan seringai tipis tak kala aron akhirnya mau menerima tawaran kerja sama yang orang itu ajukan pada aron. Dan ternyata orang yang di hubungi oleh aron adalah seorang wanita.
" Baiklah, mari bertemu di restoran X jam 7 malam nanti dan saya akan mengatakan rencana utamanya pada anda, tuan aron ". Jawab wanita yang di hubungi dengan aron dengan santainya.
Aron langsung mengakhiri panggilan tersebut dengan sepihak. Di meletakkan ponselnya di atas meja kerjanya dan dia langsung berdiri seraya berjalan mendekati kaca besar yang menjadi diding antara ruangannya dan area luar.
" Mungkin gue gk bisa membantu lu secara langsung, tapi gue juga gk bisa biarin lu dalam bahaya ". Batin aron seraya memikirkan loli.
" Gue pasti akan bantuin Lo dari belakang, Lol.. "
Sedangkan loli. Saat ini dia baru saja keluar dari mobil dan dia langsung berjalan menuju rumah yang telah dia awasi sedari tadi.
Tok tok tok.
Loli langsung mengetuk pintu rumah tersebut dan tak berselang lama, keluarlah seorang gadis yang baru saja membuka pintu rumah tersebut.
" Maaf, anda siapa ? ". Tanya gadis itu pada loli dengan penuh selidik.
" Apa benar ini rumah nyonya Hana ? ". Bukannya menjawab pertanyaan gadis itu, loli malah balik menanyakan hal lain, dengan raut wajah datarnya.
" Ya, ini rumahnya dan saya putrinya ". Jawab gadis itu.
" Bisa saya bertemu dengan nyonya hana ? ". Tanya loli.
" Ibu saya sudah meninggal 2 tahun yang lalu dan saya tinggal sendirian di rumah ini ". Jelas gadis itu dengan wajah datarnya.
Loli terdiam dan menatap gadis itu dengan tatapan yang sulit di artikan.
" Maaf, tapi ada keperluan apa anda mencari ibu saya ? ". Tanya gadis itu penuh selidik.
" Saya ingin mengatakan suatu hal yang penting pada beliau dan saya turut berduka atas kepergian ibumu ". Jawab loli tak menyangka.
" Mari masuk terlebih dahulu. Tidak enak tetangga para lihatin kita di sini ". Ajak gadis itu.
Saat loli mengedarkan pandangannya, ternyat benar kalau saat ini para tetangga sekitar rumah itu sedang kepo memperhatikan dia dan gadis di depannya.
Akhirnya loli masuk kedalam rumah tersebut bersama gadis mendiang orang yang sebenarnya menjadi tujuan loli datang dan ingin menemui orang itu di rumah tersebut.