Lolita's Hidden Secrets

Lolita's Hidden Secrets
Bab 44



Bukannya pulang ke mansion. Loli malah pergi ke cafe tempat tongkrongan biasa dan dia sekarang sudah menghabiskan 2 botol wine yang memang selalu di sediakan pemilik cafe untuk loli dan para sahabatnya, tidak untuk pengunjung cafe lainnya.


Tiba-tiba dia mengambil dompetnya dan mengambil foto polaroid yang ada di tempat foto yang ada di dalam dompetnya.


Air mata loli langsung menetes begitu saja dengan raut wajah datarnyaTernyata loli sedang melihat foto kecilnya bersama kedua orang tuanya.


" Ayah bunda.. Aku akan segera menemukan siapa pelaku yang merencanakan pembunuhan kalian semua ". Batin loli ingin menangis sekuat-kuatnya tapi kehidupan yang dia jalani selama 14 tahun membuat dia seperti mati rasa.


Menangis pun hanya mengeluarkan air mata saja tapi wajahnya tetap datar. Bisa di bilang jiwa loli sebenarnya sudah lama mati tapi tidak dengan raganya.


" Tapi aku bahkan tidak tahu kehidupan seperti apa yang akan aku lakukan nanti setelah semua kebenaran telah terungkap. Apakah aku masih memiliki tujuan hidup atau tidak. Aku pun tidak tahu kedepannya ". Sambung loli dalam hatinya.


Loli mengusap wajah kedua orang tuanya di foto polaroid tersebut. Tapi di detik kemudian dia langsung menghapus air matanya, seraya dia menyimpan kembali foto itu di dalam dompetnya.


" Apa aku mengganggumu ? ".


Pantas saja loli langsung menyimpan foto kenangannya dan menghapus air matanya karena ternyata ada seorang pria yang baru saja datang dan berdiri di hadapannya.


Setelah mendengarkan pria itu bertanya. Loli langsung mengangkat kepalanya dan sembari mengarahkan padangannya ke arah pria di depannya.


" Pergilah ". Usir loli terang-terangan dengan tatapan dingin pada pria itu.


Deg.


" Ini kedua kalinya dia menghindarku ". Batin pria itu yang ternyata adalah Joo.


Tapi bukannya pergi. Joo malah duduk di sofa di samping loli dengan santainya, sedangkan loli semakin menatap joo dengan tatapan dingin.


" Sepertinya kau kelihatan sedang banyak masalah ? ". Ucap joo dengan santainya.


Loli diam saja dengan tatapan dingin seraya menyandarkan tubuhnya di sandaran sofa.


Melihat loli diam saja tanpa memperdulikan pertanyaannya, joo merasa semakin tertarik.


" Apa kau perlu bantuan untuk mengatasi masalahmu ? Dengan senang hati aku bisa membantumu ". Tanya joo sembari menawarkan bantuan darinya.


Loli menyunggingkan seringai tipis mendengarkan tawaran joo barusan. Akhirnya loli mengarahkan pandangannya ke arah joo saat ini.


" Jangan terlalu percaya diri untuk bisa mendekatiku dengan cara seperti ini, Caramu terlalu pasaran ". Sindir loli


" Apakah kamu terang-terangan menolak ku ? ". Tanya joo tidak mempermasalahkan sindiran loli padanya.


" Ya.. Maka menjauhlah dan jangan berpikir untuk bisa mendekatiku". Jawab loli dengan tajam.


Bukannya sakit hati karena di tolak mentah-mentah oleh wanita yang membuatnya tertarik. Joo malah tersenyum tipis karena rasa ketertarikkannya pada loli semakin bertambah bukannya berkurang.


Tiba-tiba anya dan brenda baru saja tiba di hadapan loli dan joo.


" Kau !! ". Pekik anya kaget melihat sosok pria yang datang ke mansion loli dengan penuh luka beberapa saat yang lalu di tempat tongkrongan mereka.


" Kenapa pria ini ada disini bersama loli ? ". Batin brenda langsung menatap joo dengan tatapan dingin.


Tapi joo sama sekali tidak mengenal anya maupun brenda, karena yang dia tahu hanya loli yang menolongnya bahkan membawahnya ke rumah sakit.


Brenda langsung duduk di samping loli karena loli duduk di sofa yang muat 2 orang, sedangnya anya duduk duduk di sofa berhadapan dengan joo sendirian.


" Apa dia datang kesini bareng Lo ? ". Bisik brenda pada loli dengan tatapan yang tidak lepas dari joo.


" Entahlah.. Dia datang sendiri tanpa di undang ". Jawab loli menggunakan bahasa indonesia yang tidak di mengerti oleh Joo.


Joo menautkan kedua alisnya bingung dengan apa yang barusan loli katakan, sedang anya dan brenda langsung menatap joo dengan tatapan dingin.


" Kalian siapa ? Apakah saya perlu menjawab pertanyaan kalian ? ". Bukannya menjawab, joo malah balik bertanya.


" Jika tidak ada keperluan lagi, sebaiknya anda pergi saja dari sini. Jangan mengganggu sahabat saya ! ". Ujar brenda dengan tajam.


Joo langsung menatap brenda dengan tatapan dingin.


" Anda siapa hingga anda berhak mengusir saya dari tempat ini ? ". Tanya joo tak suka dengan sikap brenda.


" Yakk !! Kau.. "


Baru juga brenda ingin meladeni joo yang sangat songgong. Tapi loli tiba-tiba berdiri.


" Ayo pulang. Biarin aja dia disini ". Ajak loli dengan wajah datarnya.


Anya langsung menganggukkan kepalanya dan dengan cepat anya langsung menarik brenda untuk segera pergi dari tempat itu.


Joo tercengang melihat loli dan kedua sahabatnya malah pergi begitu saja meninggalkan dia sendirian di tempat itu.


" Hah ".


" Sepertinya aku harus menggunakan cara lain lagi untuk mendekati loli ". Gumam joo seraya menghembuskan nafasnya dengan kasar.


Drett...


Dret...


Merasa ponselnya bergetar di saku celananya. Joo langsung merongoh ponselnya dan melihat siapa yang menghubunginya, karena dia sengaja menyalahkan mode getar saja.


" Cih.. "


Joo berdecih malas melihat siapa nama yang tertera dalam panggilan tersebut yang bertuliskan nama Taejoo.


Bukannya menjawab panggilan tersebut. Joo malah membiarkan ponselnya terua bergetar dan memasukkan ponselnya lagi ke dalam saku celananya. Joo pun pergi dari tempat itu.


Orang yang menghubungi joo sudah melakukan panggilan telfon sedari 3 hari yang lalu. Tapi joo selalu mengabaikan panggilan tersebut karena berpikir panggilan itu sama sekali tidak penting dan palingan hanya ingin mengajaknya kembali pulang ke negaranya, tanpa ada rasa curiga sama sekali.


Sedangkan di dalam mobil loli. Brenda terus mengumpat kesal karena tidak bisa meluapkan kekesalannya pada pria tadi, selama perjalanan pulang ke mansion loli.


" Yakk!! Lu bisa diem gk sih bren ! Gue jadi gk fokus nyetir tau gk ! ". Gerutu anya.


Ternyata kali ini bukan loli yang mengemudikan mobilnya, tapi anya. Dan mendengar umpatan brenda sedari tadi membuat anya tidak fokus mengemudikan mobil.


Sedangkan loli sedang memejamkan matamya dan bersandar di sandaran kursi samping pengemudi karena dia sudah mulai merasa mabuk.


" Ya lu gk tahu sih, semenyebalkan apa pria gila itu yang braninya ama cewe doang ". Kesal brenda.


" Bisa diem gk lu berdua ! Atau gk lu berdua turun aja disini, biar gue pulang sendiri saja ! ". Loli yang sudah mulai bosan mendengarkan kedua sahabatnya pun langsung melontarkan ancamannya.


Anya dan brenda seketika langsung diam dan tidak bersuara lagi. Tapi wajah mereka berdua tidak bisa berbohong kalau mereka masih kesal satu sama lain.


*****


Ke esokan harinya tepat siang hari.


Jane baru saja keluar dari area bandara internasional LA karena dia baru saja tiba di LA.


Tapi anehnya. Bukannya dia langsung menuju tempat pemotretannya, dia malah langsung menuju ke rumah sakit SH Hospital dimana tempat anya bekerja, karena dia ingin langsung menemui ketiga wanita yang sangat membuatnya penasaran. Terutama loli.


Ayoo ? Siapa yang bisa nebak wajah ayah dan bundan