Lolita's Hidden Secrets

Lolita's Hidden Secrets
Bab 45



Tok Tok Tok..


" Masuk ".


Tanpa rasa curiga sama sekali, anya langsung mempersilahkan orang yang mengetuk ruangannya untuk masuk kedalam ruangannya.


Ceklek..


Tak.. Tak.. Tak..


Anya belum melihat ke arah pintu ruangannya karena dia sibuk membaca diagnosis penyakit dari pasien yang memiliki jadwal operasi besok , apalagi melihat siapa yang masuk. Tapi dia sudah mendengarkan suara langkah high heels yang jelas sedang berjalan ke arahnya.


" Selamat da-- ".


Deg.


Anya langsung melotot kaget ketika dia mengarahkan pandangannya ke arah orang yang baru masuk itu dan dia langsung kaget karena orang itu adalah istrinya aron.



Sedangkan jane menatap anya dengan tatapan dingin.


Anya jadi bingung kenapa istrinya aron malah menatapnya dingin seperti itu. Padahal ini baru pertemuan pertama mereka berdua.


" Maaf, bisakah anda tidak menatap saya seperti itu ? Saya sedikit risih dengan tatapan anda ". Ucap anya langsung merubah raut wajahnya menjadi datar.


Jane menyeringai mendengarkan ucapan wanita di depannya. Dengan perlahan jane mulai duduk di kursi tamu yang berhadapan dengan anya jarak antara mereka hanya di halangi meja kerja anya saat ini.


" Apa kamu yang bernama Anya salah satu sahabat wanita suami saya ? ". Tanya jane langsung terang-terangan, tanpa adanya basa-basi terlebih dahulu.


" Kenapa kamu masih bertanya ? Bukankah aron sudah memberitahumu ". Ketus anya yang sudah mulai tak suka dengan sosok jane di pertemuan pertama mereka.


" Haha.. Aron ? Memberitahukan tentang kalian padaku ? Haha kamu ternyata lucu juga ". Ucap jane tertawa lucu.


Anya langsung menautkan kedua alisnya kebingungan.


" Kenapa kamu tertawa ? Tidak ada yang lucu ! ". Anya benar-benar tidak menyukai jane.


" Seharusnya kalian malu, karena mengaku sahabat suami saya padahal suami saya sama sekali tidak menganggap kalian adalah sahabatnya ". Ucap jane sengaja menyindir anya dengan gaya santainya.


" Cih ". Anya berdecih di iringi senyuman tipis dan menatap jane dengan tatapan meremehkan.


" Apa perlu saya menghubungi suami tercinta anda, nona jane ? Perlukah saya buktikan ucapan anda barusan ". Balas anya dengan seringai tipis penuh kemenangan.



Jane langsung menatap anya dengan tatapan dingin penuh kekesalan. Baru 1 sahabat wanita aron yang dia temui tapi ternyata dugaannya salah karena wanita di depannya ternyata cukup menyusahkan dan menyebalkan.


" Dan ternyata kamu juga berwajah jelek dan tidak sesuai dengan foto yang saya lihat. Bahkan bukan hanya kamu saja, kedua sahabat wanita aron juga ternyata lebih jelek lagi, haha ". Ejek jane sengaja mencari topik lain, karena dia cukup takut jika wanita di depannya menghubungi aron saat ini.



Deg.


Emosi anya seketika langsung meledak karena jane berani mengatai dia dan kedua sahabatnya berwajah jelek.


" YAKK ! APA KAU PIKIR KAU CANTIK ? ".


" CANTIK KARNA MAKE UP AJA BANGGA ! ".



Anya tahu kalau jane memang cantik. Tapi jane terlalu membanggakan kecantikkannya dan malah menghina dia dan kedua sahabatnya. Tentu saja anya tidak akan tinggal diam saja jika ada yang berani menghina dia dan sahabatnya. Tanpa terkecuali jane.


" Percuma saja wajah cantik kalau kelakuannya kaya bi*atang sepertimu ! T*i ". Anya benar-benar sangat kejam hanya dengan perkataannya saja.



Deg.


Jane melototkan matanya tercengang mendengarkan perkataan terakhir wanita di depannya. Dan ini baru pertemuan pertama tapi jane sudah kena mentak dengan semua ucapan anya, belum jika dia bertemu brenda yang mulutnya lebih tajam lagi dari anya dan terakhir loli yang adalah ratunya mulut terkasar di dunia ini.


" APA MAKSUD KAMU MENGATAKAN SAYA BI*ATANG ?, APA KAMU MAU SAYA MEROBEK MULUT KURANG AJAR SEPERTIMU !!!! "


Ternyata jane sudah terpancing emosi. Padahal dia yang mulai duluan.



" Ayo, memangnya aku takut sama kamu. Haaa !! ".



" Cewek rumahan sepertimu, emang jago berkelahi ? Haha, saya sangat dan sangat tidak yakin ". Ejek anya dengan wajah tengilnya.



Jane sungguh semakin meluap emosinya karena di remehkan oleh wanita di depannya.


" Kamu baru bertemu dengan saya tapi kamu sepertinya sudah kena mental. Bagaimana jika aku menyarankan kamu untuk segera bertemu dengan kedua sahabatku saja ".


" Mulut kasarku masih di level bawah dan kamu akan melihat level tertinggi pada sahabatku bernama loli ".


" Carilah masalah dengannya agar kau tahu apa arti kehidupan yang sesungguhnya dari perkataannya nanti !".



Jane berdiri saking kesalnya. Tapi anya malah sengaja duduk kembali karena ingin membuat jane semakin kesal.



" Apa maumu sebenarnya ? Apa kau sengaja mencari masalah denganku ! ". Ucap jane dengan emosi yang meluap-luap.


" Hah ".



" Pergilah dari sini sebelum saya memanggil security untuk mengusirmu ! ". Anya menghembuskan nafasnya dengan kasar seraya memejamkan matanya langsung mengusir jane.


Anya malas berdebat lagi dengan jane karena sikap jane yang seperti orang bodoh pikir anya. Bagaimana bisa jane bertanya apa mau dia yang sebenarnya. Padahal jane sendiri yang datang tanpa di undang dan langsung memulai pertengkaran dengannya.


" Apa yang kau lakukan hari ini. Saya akan membalasnya 10x lipat lebih kejam dari apa yang kau lakukan ! Ingat itu baik-baik ! ".


Setelah mengatakan hal itu. Jane langsung pergi meninggalkan ruangan anya dengan emosi yang meluap-luap.


" Hah ".



Anya menghembuskan kembali nafasnya dengan kasar sejenak memejamkan matanya karena dia merasa pusing barusan adu mulut dengan jane.


" Dasar gila ! Gue akan hubungi aron dan akan gue laporin kelakukan Lo barusan ke gue wanita gila !! ". Gerutu anya saking kesalnya.


Drett..


Drett..


Dengan malas anya langsung meraih ponseknnya di atas meja dan langsung menjawab panggilan masuk yang ternyata dari loli.


" Ya, Lol ? Ada apa ? ". Tanya anya masih ingin menyembunyikan pertengkarannya dengan jane barusan. Karena anya berniat memberitahukan hal ini nanti setelah dia pulang ke mansion loli, karena dia dan brenda masih di izinkan oleh loli untuk menginap di mansion loli.


" Kembalilah ke mansion gue sekarang juga. Gue udah dapetin surat izin lu dari kepala rumah sakit SH hospital untuk menangani satu kasus sama gue juga brenda ". Jelas loli terdengar datar.


" Ehh.. Kenapa lu kagak bilang ke gue dari jauh-jauh hari sih ? ". Pekik anya kaget.


" Ka arga baru kasi tau gue kemarin dan gue emang lupa kasi tau Lo sama brenda ". Ucap loli jujur.


" Tapi... "


" Udah cepetan kesini sekarang juga. Kita harus berada di bandara 1 jam lagi sebelum ketinggalan pesawat ". Bukan loli yang mengatakan ini, tapi brenda yang telah mengambil ahli ponsel loli.


" Yakk !! Apaan sih Lu berdua ! Kenapa lu berdua gk kasi tau gue besok aja sih !. Kesal anya semakin bertambah kesal.


" UDAH CEPETAN GK LU KESINI ATAU LITA TINGGALIN !!! ". Teriak brenda sangat nyaring sehingga anya langsung menjauhkan telinganya dari ponselnya.


" CIH.. iya, bawel banget sih lu berdua !! ".


Akhirnya panggilan itu langsung berakhir dan anya pun hanya bisa menghembuskan nafasnya dengan kasar berkali-kali. Tapi dia langsung pergi dan meninggalkan rumah sakit tempat dia bekerja menuju mansion loli.