Lolita's Hidden Secrets

Lolita's Hidden Secrets
Bab 35



Loli berhasil masuk ke dalam markas utama gangster tersebut bersama kedua anggota Kepolisian yang ikut dengannya.


" YAKK !! BERHENTI KALIAN ". Teriak salah satu anggota polisi yang ikut dengan loli, saat melihat seluruh anggota gangster tersebut mulai kabur menghindari mereka.


" Cih ".


Sedangkan loli langsung berdecih malas melihat semua yang dia lihat saat ini, se umur hidupnya. Ini pertama kalinya dia melihat kelompok gangster yang katanya sangat di takuti di inggris, malah kabur ketika dia datang ke markas mereka.


Tapi ketika loli ingin mengejar para anggota gangster yang ingin kabur, tiba-tiba seorang pria muda terlihat sedang menuruni tangga dari lantai 2 markas itu menuju ke lantai 1 di mana sekarang loli sedang berdiri di tengah-tengah ruangan di lantai 1.


" Kalian tidak perlu mengejar mereka semua, karena saya adalah orang yang kalian cari ". Ucap pria muda yang baru saja menuruni tangga ke lantai 1 tepat di hadapan loli saat ini, dengan wajah datarnya.


Loli menautkan kedua alisnya, seraya menatap pria muda itu dengan tatapan yang sulit diartikan. Membuat pria muda itu seketika langsung bergetar gugup ketakutan.


" Kamu keluar dengan sendirinya ? ". Tanya loli dengan menyeringai tipis.


" Dima ketuamu ? Apa dia terlalu takut untuk bertemu denganku, sehingga dia langsung menyuruhmu menyerahkan diri secepat ini ? ". Sambung loli mulai berjalan mendekati pria itu dengan tatapan sayu penuh arti yang tersembunyi.


Deg.


" A-apa yang ingin dia lakukan ". Batin pria muda itu semakin gugup ketakutan ketika Loli sedang menuju ke arahnya.


" Kalian berdua ". Panggil Loli pada kedua anggota kepolisian yang ikut dengannya.


seketika itu juga kedua anggota kepolisian itu langsung mendekati loli dan pria muda itu.


" Ya , detektif robin ".


Loli sejenak menunjukkan seringai tipis ke arah pria muda itu, kemudian dia berkata. " bawa dia ke mobil dan kalian langsung saja pergi ke kantor, karena saya masih ada urusan dengan ketua gangster itu ".ucap Loli dengan wajah datarnya.


" Baik, detektif Robin ".


kedua anggota kepolisian tersebut langsung memborgol kedua tangan pria muda itu dan langsung membawa pria itu keluar dari markas tersebut dan pria muda itu sama sekali tidak membantah akan penangkapannya.


Sedangkan Loli langsung berjalan menaiki tangga ke lantai 2 untuk mencari di mana ruangan ketua gangster tersebut.


Tapi tiba-tiba saja loli menghentikan langkah kakinya saat dia baru saja ingin melangkah menaiki anak tangga pertama untuk menaiki tangga tersebut.


Ternyata loli baru saja melihat seorang pria paruh baya yang sangat tidak asing baginya. Melihat siapa pria paruh baya tersebut, Loli cukup terkejut dan dia langsung merubah raut wajahnya menjadi dingin.


" Bukankah orang yang anda cari sudah menyerahkan diri ? Lalu apa lagi yang ingin anda cari di markas ini ! ". Ucap pria paruh baya itu dengan tatapan dingin.


" Senang bisa bertemu dengan anda kembali, Tuan Tristan ". Balas loli dengan seringai tipisnya.


Ternyata dan ternyata pria baru bayar yang baru saja muncul di hadapan loli adalah Tristan Angelo pria paru bayah beberapa minggu yang lalu, pernah ditangkap oleh loli karena diduga sebagai tersangka utama pelaku pembunuhan detektif bryan di paris.


Loli sangat terkejut setelah mengetahui dan menyadari bahwa Tristan angelo adalah ketua gangster yang sangat ditakuti di Inggris. Tapi anehnya loli bingung, Kenapa Tristan bisa ada di Paris pada saat itu dan anehnya Tristan pada saat itu terdaftar sebagai warga negara paris bukan inggris.


" Jadi ini yang dimaksud oleh Nyonya ruby ? ". Batin loli cukup terkejut.


" Saya tidak ingin melakukan apapun di markas ini. Saya hanya penasaran saja seperti apa dan siapa ketua gangster King Lion. Dan saya sangat tidak menyangka bahwa anda adalah ketua gangster ini, tuan tristan ". Jawab loli dengan wajah santainya.


" Cih ".


" Menarik ". Batin loli mulai tertarik untuk menyelidiki siapa tristan sebenarnya, apa lagi setelah loli mendapatkan tawaran dari ruby mengenai tristan dan juga mantan detektif Son ayah dari mendiang detektif bryan.



# Tristan angelo.


****


2 hari kemudian...


Sekarang loli sudah kembali ke los angeles setelah selesai menangani kasus kematian mahasiswi yang dibunuh oleh pacarnya sendiri, yang tak lain pelaku adalah anak buah dari tristan.


Dan saat ini loli sedang bersama anya dan brenda, di tempat tongkrongan cafe biasa tempat mereka berkumpul pada malam ini.


" Hah ".


" Kok gue tiba-tiba rindu suana yang dulu ya, sebelum aron menikah ". Ucap Anya dengan wajah di tekuk.


" Hmm, gue juga. Semenjak aron menikah, kita jadi jarang ngumpul lagi berlima di sini ". Sambung brenda setuju dengan anya.


" Gue juga kasihan lihat rolan yang gk berhenti bekerja keras untuk mengurus perusahan cabang R compeny di negara ini, karena sekarang aron sudah mengurus perusahan utama di indonesia ". Sambung brenda lagi.


Sedangkan loli hanya diam saja dan sibuk memainkan ponsel di tangannya. Tapi dia mendengar semua pembicaraan anya dan brenda saat ini.





" Ohiya.. Gue lupa kasi tau sesuatu ke elu, Lol ". Pekik brenda ketika dia baru mengingat sesuatu yang harus dia beritahukan pada loli.


Loli langsung menoleh kearah brenda dan langsung menatap brenda dengan kedua alis yang sudah saling bertautan.


" Apa ? ". Tanya loli dengan singkat.


" Ini soal alena, Lol.. Kemarin dia pulang ke indonesia tanpa sepengetahuan gue dan anya ". Jawab brenda merutuki kebodohannya yang baru mengingat hal penting ini. Padahal seharusnya brenda mengatakan hal ini sejak kemarin setelah loli kembali dari inggris.


" Aaaa yaa.. Brenda benar, Lol... Dan alena baru mengabari kita berdua kalau dia udah kembali ke indonesia, saat dia katanya sedang dalam perjalanan menuju mansion keluarganya ". Sambung Anya ikut mengingat hal tersebut.


" Trus kenapa kalau alena kembali ke indonesia ? Bukankah dia memang seharusnya pulang dan berkumpul dengan keluarganya ? ". Ucap loli dengan santai.


" Haisss... Alena pergi ke sana untuk melabrak aron dan istrinya. Tapi alena tidak memberitahukan pada kita berdua apa alasan alena ingin melabrak aron dan istrinya ". Balas brenda.


" Hah".


" Biarkan saja. Itu urusan keluarga mereka dan kita gk perlu ikut campur ". Ucap loli bingung kenapa kedua sahabatnya yang malah jadi gelisah karena alena kembali pulang ke indonesia.


" Iya gue tahu dan apa yang Lo katakan barusan emang benar. Tapi apa yang alena lakukan sangat mencurigakan dan karena gue udah anggap alena seperti adik kandung gue sendiri. Gue gk mau kalau terjadi sesuatu hal buruk pada alena di sana nanti ". Ujar brenda jujur dan memang kenyataannya yang dia cemaskan memang seperti itu.


" Trus maksud Lo, gue harus ngapain ? Apa gue harus ikut nyusul alena ke indonesia dan mengajak dia kembali ke negara ini ? ". Tanya loli tidak ngengas tapi dia langsung menatap brenda dengan tatapan dingin.