
Mobil ambulance secara bergantian pergi untuk membawah tulang berulang masing-masing anggota keluarga loli yang tidak tahu milik anggota keluarga yang mana.
Proses penggalian dan pemindahan tulang berulang setiap anggota keluarga robin tentunya di awasi oleh loli dari awal sampai berakhirnya tepat jam 6 malam proses itu selesai dan langsung di pindahkan di rumah sakit GG hospital, dimana rumah sakit itu akan menjadi rumah sakit yang akan anya manfaatkan untuk penyelidikan setiap tulang berulang seluruh keluarga loli.
Karena semuanya telah selesai, sekarang mereka semua sedang menuju rumah sakit GG hospital karena anya akan memulai penyelidikan forensiknya malam ini juga di rumah sakit tersebut.
******
Di tempat lain di kantor kepolisian pusat indonesia, jendral nelsen sedang membuat kekacauan karena dia tiba-tiba di pecat dan di berhentikan secara tidak terhormat hanya karena seorang detektif yang berasal dari negara luar.
" AAAKKKHHHH, DIMANA OTAK KALIAN SEMUA HAH ! KENAPA SAYA DI PECAT HANYA KARENA DETEKTIF SIALAN ITU !! ".
" SALAH SAYA DIMANA ! MEMANGNYA KENAPA KALAU SAYA MENGUBURKAN SELURUH MAYAT KELUARGA ROBIN DI HUTAN ITU ? DIMANA LETAK KESALAHAN SAYA ! AKKHHHHH ".
Jendral nelsen teruz berteriak marah-marah di depan para anggota kepolisian pusat dan para petinggi kepolisian. Tapi sayangnya mereka hanya diam dan tidak bisa melakukan apapun terhadap masalah ini karena mereka lebih memilih bungkam dari pada harus berhadapan dengan sosok ayana yang sangat mudah menggeserkan jabatan mereka.
Seorang jendral baru yang telah menggantikkan posisi jendral nelsen pun datang menghampiri jendral nelsen yang masih mengamuk.
" Bawah dia dan masukkan dia kedalam sel tahan ". Perintah jendral baru tersebut bernama ruben dengan mutlak.
Jendral nelsen langsung menatap jendral ruben dengan mata melotot dan tatapan tajam ketika dia mendengar perintah tersebut.
" KAMU SIAPA BERANINYA MENYURUH MEREKA MEMBAWAH SAYA KE SEL TAHANAN, HAAAA !! ".
Tapi sayangnya jendral nelsen di abaikan begitu saja oleh jendral ruben dan jendral ruben langsung memberi isyarat untuk segera membawah jendral nelsen sesuai perintahnya.
Dengan segera para anggota kepolisian yang berada di sekitar situ langsung melakukan perintah pertama jendral baru mereka untuk membawah jendral nelsen ke sel tahanan.
" YAKKK, APA YANG KALIAN LAKUKAN, HAAA ! LEPASKAN SAYA ATAU SAYA AKAN MEMECAT KALIAN SEMUA ". Teriak marah jendral nelsen memenuhi ruangan tersebut, tapi sayangnya tidak ada satupun yang mendengarkan ucapannya.
Akhirnya jendral nelsen pun di bawah kedalam sel tahan untuk di tahan sementara waktu sampai persidangan kasus yang di lakukan jendral nelsen akan di laksanakan. Walaupun para anggota kepolisian yang membawah jendral nelsen harus kewalahan karena jendral nelsen terus memberontak untuk di lepaskan.
*****
" Kita balik aja dulu, mandi trus ganti baju lalu balik lagi kesini nemenin anya lagi ". Ajak brenda pada loli dan rolan.
" Kalian berdua aja kembali ke rumah duluan nanti gantian, karna harus ada yang berjaga untuk memastikkan penyelidikan ini gk di ganggu pihak manapun ". Ucap loli datar.
" Baiklah, nanti kita balik lagi gantian jaganya ". Balas brenda setuju dengan ucapan loli.
Akhirnya brenda dan rolan pulang terlebih dahulu untuk sekedar mandi membersihkan diri mereka juga makan malam karena mereka belum makan dan bahkan sudah melewatkan jam makan siang karena terlalu sibuk dengan proses penggalian dan pemindahan tadi.
Sedangkan loli memilih duduk dan menunggu di tempat duduk yang berada di depan pintu ruangan dimana anya sedang melakukan tugasnya.
Tiba-tiba saat loli baru saja membungkukkan tubuhnya dengan menumpuhkan kedua sikunya di atas pahanya, sebuah elusan lembut pun di rasakan oleh loli di kepalanya, sehingga dia spontan langsung menegakkan lagi posisi duduknya.
Deg.
Loli terkejut melihat joo yang tiba-tiba bisa berada di hadapannya saat ini.
" Sedang apa kamu disini ? ". Tanya loli menatap joo dengan tatapan dingin, sedangkan joo menatap loli dengan tatapan yang sulit di artikan.
" Aku sengaja mengikutimu ke negara ini ". Jawab joo dengan santainya.
Loli semakin menatap dingin ke arah joo, dia tak habis pikir dengan apa yang di lakukan oleh pria gila di depannya.
" Pergilah dan tolong jangan mengusik saya lagi atau saya tidak akan segan menangkap anda dengan alasan anda meneror dan mengikuti saya terus menerus ". Ucap loli sudah mulai risih.
" Aku bisa membantumu untuk melawan lee woojin, karna kamu tidak akan bisa melawannya dengan cara yang kamu lakukan saat ini ". Ucap joo di luar dugaan.
Deg.
Loli langsung berdiri dan menatap joo dengan tatapan yang sulit di artikan.
" Apa maksudmu ? Dan darimana kamu tahu soal pria yang kamu sebutkan tadi ? ". Tanya loli penuh selidik.
" Hal yang mudah bagiku untuk mengetahui hal sekecil itu ".
Joo menyilangkan kaki kanannya di atas kaki kirinya dengan elegan, kemudian dia menatap loli dengan tatapan yang juga sulit di artikan.
" Tapi aku punya satu syarat jika kamu mau menerima bantuan dariku ". Sambung joo datar.
Loli memutar bola matanya dengan malas, dia semakin pusing mengalami masalah yang tak pernah berhenti menghampirinya.
" Sebenarnya apa mau mu ? Kenapa kamu menawarkan bantuan jika kamu harus mengajukan syarat juga ? ". Tanya loli tak habis pikir.
" Karna aku menyukaimu ".
Deg.
Loli langsung terdiam dan tercengang mendengarkan pernyataan joo yang sangat di luar nayla yah kawan-kawan.
" Apa kau gila ? ". Ucap loli dengan kesal.
" Terserah jika kamu menganggapku gila atau apapun itu, tapi syarat jika kamu ingin aku membantumu hanya 1. Jadilah kekasihku selama 2 bulan saja dan aku akan memberitahukanmu cara untuk melawan lee woojin ". Ujar joo tanpa rasa malu atau pun canggung.
" Hah ".
Loli menghembuskan nafasnya dengan kasar seraya dia mengusao wajahnya dengan kasar juga.
" Berhentilah bercanda denganku ! Ini tidak lucu ! ". Loli benar-benar kesal karena merasa joo sedang bercanda terlalu berlebihan dengannya.
Joo pun berdiri dari duduknya, kemudian menatap loli dengan tatapan yang sulit di artikan.
" Malam ini akan ada sekelompok pria bersenjata api lengkap akan datang dan mengacaukan proses penyelidikan yang sedang di lakukan oleh dokter anya atau sahabatmu sendiri ".
Deg.
" Apa maksudmu ? ". Tanya loli terkejut mendengarkan ucapan joo barusan.
" Jika kamu bersedia dibantu olehku, maka aku akan membantumu menjaga rumah sakit ini selama penyelidikanmu berlangsung dan kamu harus memenuhi syarat yang aku ajukan tadi ".
" Tapi jika kamu menolaknya, aku tidak bisa menjamin keselamatanmu bahkan penyelidikan ini bisa berjalan lancar atau tidak ".
" Semua keputusan ada di tanganmu ". Sambung joo terlihat serius.
Loli benar-benar tercengang mendengarkan ucapan joo barusan.
" Siapa kamu sebenarnya ? Bagaimana kamu bisa tahu soal itu ? ". Tanya loli penuh selidik.
" Aku sudah meninggalkan nomor ponselku pada perawat di ruang informasi, hubungi aku sebelum jam 11 malam jika kamu berubah pikiran ".
Setelah mengatakan hal itu joo langsung pergi begitu saja meninggalkan loli yang mulai frustasi dengan situasi yang dia hadapi.