Lolita's Hidden Secrets

Lolita's Hidden Secrets
Bab 25



Aron menatap jane dengan tatapan dingin, sehingga jane langsung tercengang. Karena ini pertama kalinya dia di tatap oleh seorang pria dengan tatapan sedingin itu.


" Menarik ".


Seketika jane sadar kalau sepertinya aron tidak menyukainya. Tapi karena jane sudah terlanjur jatuh hati pada aron di pertemuan pertemuan pertama mereka. Jane malah membalas tatapan aron dengan senyum manisnya mencoba mencairkan suasana.


Karena ternyata bram ayah jane dan serly bunda jane langsung menatap aron dengan tajam karena berani menatap putri kesayangan mereka dengan tatapan dingin seperti saat ini.


Reinal ayah aron langsung panik karena ulah aron saat ini.


" Tuan bram, tolong maklumi putra saya. Dia baru saja putus dengan mantan kekasihnya karena dia ingin melanjutkan pertunangan ini bersama nona jane ". Ujar reinal mencoba membujuk tuan bram.


Maya bunda aron pun langsung menatap aron dengan tajam. Tapi aron tidak memperdulikan hal itu.


" Ayah bunda, om dan tante. Saya tidak masalah kok dengan tatapan aron pada saya, mungkin karena aron belum mengenal saya lebih jauh, apalagi seperti yang om reinal katakan tadi. Bahwa aron baru saja putus dengan mantan kekasihnya ". Ucap jane dengan suara lembut seraya tersenyum manis.


" Cih, dasar wanita ular ". Batin aron merasa jijik dengan cara jane bersikap.


" Ahh, terima kasih nona jane. Anda memang wanita yang baik dan juga berhati malaikat, maafkan putra om yah ". Puji reinal pada jane.


Mereka pun langsung lanjut makan malam, walaupun aron masih saja bersikap dingin.


" Pria ini sangat menarik, apakah dia sengaja menerima pertunangan ini bahkan sampai memutuskan hubungan dengan mantan kekasihnya karena paksaan tuan bram dan istrinya ? ". Batin jane semakin tertarik pada sosok aron, yang sangat menarik perhatiannya.


" Apa aku harus menyingkirkan mantan kekasihnya agar aron bisa melirikku ? ". Sambung jane dalam hatinya, seraya menyuapkan makan di mulutnya dengan pandangan yang tidak lepas pada aron.


Sedangkan aron sangat menyadari kalau jane sedari tadi menatapnya, walaupun dia tidak melihat ke arah jane.


Tapi aron terus melanjutkan makannya tanpa memperdulikan tatapan jane padanya.


*****


2 minggu kemudian.


Tinggal 2 hari lagi aron dan jane akan melangsungkan pernikahan, yang awalnya di katakan pertunangan saja tapi kedua bela pihak keluarga aron maupun jane malah bersepakat untuk langsung saja menikahkan aron dan jane tanpa harus bertunangan terlebih dahulu.


Berita pernikahan aron dan jane sudah tersebar keseluruh penjuru dunia. Bahkan berita tersebut sudah sampai ke telinga loli, alena, rolan, anya dan brenda di LA.


Berita pernikahan itu jelas langsung tersebar luas di publik karena bram adalah pemilik perusahan tersukses no 1 di asia dan perusahan reinal menduduki posisi kedua tersukses di asia.


Apalagi jane adalah seorang model yang sudah mendunia, wajar saja semua orang terkejut dengan pernikahan putra dan putri pengusahan paling sukses di asia.


" Sayang lihatlah, apakah gaun ini cocok di badanku ? ". Tanya jane tersenyum senang seraya memperlihatkan gaun putih yang mewah yang telah dia pakai.


Ya, aron terpaksa harus menemani jane untuk memilih gaun pernikahan karena paksaan kedua orang tuanya.


Bukannya memuji kecantikan jane ataupun menjawab pertanyaan jane, aron malah mengabaikan jane dan malah terus memainkan ponselnya.


Seketika jane langsung terpancing emosi, tapi dia berusaha menahan diri karena dia tidak mau usahanya untuk mendapatkan aron sia-sia karena emosinya terhadap sikap aron yang setiap bertemu dengannya selalu saja dingin tak tersentuh.


" Ah haha baiklah ".


" Ya nona jane, kami akan segera mengemas gaun dan jas pilihan anda ".


Jane pun kembali ke ruang ganti untuk mengganti pakaiannya kembali.


*****


Di LA, sekarang alena sedang kesal dan terus mengumpat kasar karena baru mendengar berita tentang pernikahan kakanya dan wanita yang sangat dia benci.


" Kenapa sih ka aron malah setuju dengan pernikahan konyol ini !! ".


" Apa dia tidak tahu seperti apa sifat asli wanita ular itu ".


" Akkkhhh... Ini pasti ulah ayah dan bunda yang pasti sudah mengancam ka aron untuk menyetujui pernikahan ini ". Teriak alena saking kesalnya.


" Udahlah alena, mungkin saja kakamu memang mencintai nona jane sehingga dia setuju melakukan pernikahan ini ". Ujar anya mencoba menenangkan alena.


" Itu tidak mungkin ka, sejak awal saja aku bisa tahu dari sikap ka aron yang jelas terlihat tidak setuju dengan pernikahan ini. Jadi, ini pasti ulah ayah dan bunda kami ". Balas alena dengan emosi yang meluap-luap.


" Jika kamu tidak setuju, bukannya aron akan mendengarkanmu ? Maka pergilah dan temui dia, lalu katakan pendapatmu yang tidaj menyetujui pernikahan ini ". Sambung brena bermaksud baik.


" Ya kali lu mau suruh alena ke indonesia hanya untuk membujuk aron. Bahkan aron dan kedua orang tua mereka saja gk ada niatan untuk sekedar mencari keberadaan alena selama hampir 1 bulan ini ". Balas anya.


" Hah , iya juga sih ". Jawab brenda seraya menghembuskan nafasnya dengan kasar karena pusing memikirkan pernikahan aron yang secara tiba-tiba.


" Kaka akan mengantarkanmu ke indonesia untuk menemui aron, jika kamu mau, alena ". Rolan pun angkat bicara dengan tatapan datar ke arah alena.


" Tidak perlu ! Aku tidak akan menemui mereka sampai kapan pun. Jelas mereka sudah tidak peduli lagi padaku, untuk apa aku membuang waktu berhargaku untuk menemui orang-orang seperti mereka ". Pekik alena dengan yakin.


Rolan menganggukkan kepalanya menanggapi jawaban alena dan rolan tidak berniat membantah ucapan alena.


" Jika kamu memang sudah yakin tidak mau lagi memperdulikan keluargamu, maka berhentilah mengumpat mulai sekarang ! ". Akhirnya loli yang sedari tadi diam pun angkat bicara juga.


" Kaka tidak bermaksud marah karena kamu marah-marah, tapikanpercuma juga kamu marah-marah tapi kamu mengatakan kamu sudah tidak memperdulikan mereka lagi ". Sambung loli.


" Bukan gitu juga kali Lol, konsepnya ". Balas brenda salah mengartikan maksud ucapan loli.


" Hah. Apa ka loli mau mengangkat aku jadi adik ka loli jika aku memutuskan hubungan sepenuhnya dengan keluargaku ? ". Tiba-tiba saja alena bertanya dengan pertanyaan tak terduga.


" Apa maksudmu, alena ? ". Tanya loli menautkan kedua alisnya.


" Ya kan aku nantinya tidak memiliki keluarga lagi jika aku sudah memutuskan hubungan dengan keluargaku, jadi aku ingin menjadi adik angkat ka loli saja ". Jawab alena dengan polosnya.


" Ka loli tenang saja, aku tidak akan merepotkan ka loli sama sekali. Aku akan mencari pekerjaan dan bekerja selama aku tinggal di mansion ini, sekaligus mencari uang untul biaya kuliahku sampai selesai ". Sambung alena.


Brenda dan anya langsung menepuk pelan dahi mereka karena jawab anya yang di luar dugaan. Sedangkan rolan langsung menggelengkan kepalanya merasa gemas dengan sikap alena.


Tapi tidak dengan loli yang langsung menatap alena dengan tatapan datar, entah apa yang loli pikirkan.