Lolita's Hidden Secrets

Lolita's Hidden Secrets
Bab 23



Setelah hasil dari pemeriksaan barang bukti yang di berikan ruby pada jendral piter sudah keluar, Ruby pun langsung di tahan dalam sel selama menunggu persidangan yang akan di gelar besok hari, persidangan yang akan menentukkan berapa lama ruby menjalankan masa hukumannya.


Karena ternyata hasil penyelidikan bukti tersebut menyatakan kalau benar ruby adalah pelaku pembunuhan detektif bryan. Tapi sampai saat ini, ruby belum menjelaskan apapun pada pihak kepolisian tentang alasan dia melakukan perbuatannya yang kejam seperti itu.


Seluruh dunia pun di hebohkan dengan berita tak terduga tersebut. Tapi anehnya, sekarang semua orang malah melakukan demo besar-besaran di seluruh kantor polisi yang berada setiap negara di dunia ini hanya karena ruby sudah di tahan dan di tetapkan sebagai tersangka utama pelaku pembunuhan detektif bryan.


*****


" Cih, Memangnya seberapa besar pengaruh wanita itu pada seluruh masyarakat di dunia ini ". Ucap brenda tak percaya setelah melihat semua siaran di tv malah memberitakan tentang semua kantor polisi di seluruh dunia sedang dalam suasana kacau karena di demo oleh masyarakat.


Malam ini adalah malam terakhir loli, anya dan brenda di paris, karena kasus sudah terpecahkan, jadi besok pagi mereka akan segera kembali ke LA. Tapi, bukannya jalan-jalan menikmati kota paris di malam terakhir. Mereka bertiga malah hanya nonton tv di rumah sewa mereka saja.


" Lah.. Emang lu gk tahu siapa nyonya ruby ? ". Tanya anya.


" Gue tau Anya, tapi gue gk pernah tahu kalau ternyata nyonya ruby bisa membuat semua orang demo besar-besaran kayak gitu dan anehnya masyarakat malah demo untuk meminta pihak kepolisian membebaskan nyonya ruby ". Jawab brenda tak habis pikir.


" Bahkan lebih anehnya lagi dan sangat-sangat membuat gue spechlees adalah. Semua komentar netizen malah tidak menyalahkan nyonya ruby dan malah mengatakan kalau korban pantas di bunuh karena berani mencari masalah dengan nyonya ruby.. Kan aneh plus mencurigakan! ". Sambung brenda.


" Apa semua ini setinggan ? ". Sangka anya menduga-duga.


" Ya kali setinggan anya, tapi menurut gue sih, pelakunya sepertinya bukan nyonya ruby. Karena semua orang pun tahu kalau nyonya ruby adalah pemilik perusahan RA grup yang menduduki posisi ke 4 perusahan tersukses di dunia. Dan untuk apa dia membunuh seorang detektif secara tiba-tiba dan mustahil nyonya ruby sengaja untuk membuat namanya menjadi buruk di mata publik dengan kasus seperti ini ". Jelas brenda.


" Iya juga sih apa yang lu katakan, tapi nyatanya sampai sekarang nyonya ruby belum memberitahukan pada pihak kepolisian tentang alasan jika benar dia yang membunuh korban ".


" Apa kalian berdua bisa diam sebentar saja ? ". Akhirnya loli jadi pusing sendiri mendengarkan pembahasan kedua sahabatnya.


" Gk asik lu Lol.. Kitakan bahas ini karena spechless dengan semua kejadian ini ".


" Bener kata anya Lol, mendugakan tidak salah, yang penting tidak menuduh ".


Loli pun menatap anya dan brenda dengan tatapan datar.


" Gk usah bahas ini lagi, biarin saja kasus ini di tangani oleh jendral piter, kita gk ada urusan lagi karena kerja sama kita sudah berakhir dalam kasus ini ". Ucap loli datar sambil memainkan ponselnya tanpa melihat ke arah brenda dan anya.


Tapi brenda dan anya malah mengabaikan ucapan loli, mereka malah melanjutkan lagi membahas soal ruby tapi bukan yang berkaitan dengan kasus kematian detektif bryan.


" Bren ? Lu taukan siapa nyonya angel, nyonya hasley dan nyonya ayana ? ".


" Hmm, mereka bertiga bukannya sahabat baik nyonya ruby kan ".


" Ya lu bener banget, tapi gila sih circle mereka berempat gk ngotak banget ".


" Apalagi mereka para pemilik perusahan 1-4 tersukses di dunia, bukan kaleng-kaleng lagi circle mereka ".


Loli hanya diam saja, tapi dia mendengar semua pembicaraan brenda dan anya.


*******


2 hari telah berlalu dengan begitu cepat, loli anya dan brenda juga sudah kembali ke LA kemarin hari dan sekarang loli sedang bersama alena di mansionnya.


Ternyata alena masih menginap di mansion loli bahkan sewaktu loli masih menangani kasus di paris.


" Apa keluargamu tidak mencarimu, alena ? ". tanya loli dengan datar.


Sekilas loli melirik ke arah alena, dia malah mendapati alena hanya diam saja dengan raut wajah di tekuk.


" Apa kakamu juga tidak menghubungimu sama sekali ? ". Tanya loli lagi.


" Hah ". Loli menghembuskan nafasnya dengan berat.


" Kamu bisa tinggal di mansion ini sampai kapanpun kamu inginkan, tapi bukankah masalahmu hanya dengan kakamu saja, bukan dengan kedua orang tuamu juga kan, apa mereka tidak akan sedih karena kamu kabur begitu saja tanpa mengabari mereka ? ". Tanya loli yang kenyataannya memang tidak tahu konflik dalam keluarga aron sebenarnya.


" Untuk apa aku mengabari mereka ka ? Sedari aku dan ka aron masih kecil, ayah dan bunda sama sekali tidak pernah memperdulikan kami ".


" Bahkan sekedar menanyakan apakah sudah makan atau belum saja tidak pernah mereka tanyakan ".


" Sedari kecil aku dan ka aron selalu di perlakukan layaknya seorang bin*tang di mata mereka!! Bahkan aku sendiri bingung dan bertanya-tanya, apakah benar aku dan ka aron anak kandung mereka ".


Karena ucapan loli, alena malah terpancing dan langsung mengeluarkan unek-uneknya yang dia pendam selama ini.


Sedangkan loli sangat terkejut mendengarkan penjelasan alena barusan. Dia tidak menyangka ternyata aron dan alena juga mengalami masa-masa sulit di masa kecil. Hanya saja beda cerita dengannya.


" Kaka minta maaf, alena ". Ucap loli tulus meminta maaf.


" Ehh tidak-tidak, kenapa jadi kaka yang malah minta maaf ke aku sih ? ". Balas alena merasa tidak enak.


Loli pun tersenyum " Kamu bisa tinggal di mansion kaka selama yang kamu mau, maaf karena kaka sudah membuatmu mengingat lagi masa lalumu ". Ucap loli karena loli tahu betapa sakit perasaannya jika kembali mengingat kejadian buruk di masa lalunya.


Alena meneteskan air matanya seraya tersenyum haru dengan kebaikan loli padanya. Dia pun memeluk loli dan loli membalas pelukan alena dengan tulus.


***


Malam harinya Anya, rolan dan brenda datang mengunjungi mansion loli karena saat mereka mengajak loli untuk kumpul di tempat tongkrongan mereka, loli mengatakan tidak bisa ikut karena ada alena.


Sekarang mereka sedang berkumpul di ruang santai mansion loli.



Anya yang sedang duduk diam, tapi wajahnya terlihat sedang menahan emosi.



Ada Rolan yang sedang duduk, dengan raut wajah memikirkan sesuatu.



Ada brenda yang asik dengan ponselnya.



Di samping brenda ada Loli yang lagi baca buku.



Dan terakhir ada Alena yang kebingungan dengan situasi yang ada di ruangan itu.



Ternyata Anya sedang menahan kekesalannya pada aron yang sama sekali tidak ada kepikiran untuk menjemput alena setelah alena mengatakan alasan dia masih menginap di mansion loli.


Sedangkan Rolan tampak berpikir keras, apakah dia harus menceritakan situasi sebenarnya yang Aron hadapi saat ini atau tidak.