
Di rumah sakit tempat anya bekerja dan tempat di rawatnya pria yang tidak di kenal itu, loli baru saja tiba dan masuk kedalam ruangan pria itu.
Loli mendapati pria itu baru saja keluar dari kamar mandi yang berada di dalam ruangan tersebut, sambil mendorong alat gantung infus dan berjalan sempoyongan.
Alhasil dengan malas loli langsung membantu pria itu menuju ranjang pasien.
" Ehhh... Terima kasih ". Ucap pria itu berterima kasih dengan tulus karena bantuan loli barusan, ketika dia sudah berada di atas ranjang dalam posisi duduk.
Loli hanya membalasnya dengan tatapan datar ke arah pria itu, sehingga pria itu langsung merasa canggung.
" Namaku Joo ". Tiba-tiba pria itu malah memperkenalkan dirinya pada loli.
" Kedepannya, jika merasa kesusahan seperti tadi, lebih baik panggil perawat agar mereka bisa membantumu ".
Bukannya memperkenalkan diri pada pria bernama joo itu, loli malah langsung menasehati pria itu dengan tatapan dingin.
Pandangan loli tiba-tiba menangkap makanan yang berada di samping ranjang.
" Apa kau sudah makan ? ". Tanya loli sungguh tak terduga.
Loli langsung mengambil tempat makan khusus pasien di meja dan langsung mengatur tempat makan khusus pasien.
" Makanlah ". Ucap loli masih dengan wajah datar yang selalu setia menghiasi wajah cantiknya.
Joo sejenak terdiam beberapa detik karena dia cukup terkejut di perlakukan seperti ini oleh seorang wanita yang bahkan baru saja dia kenal.
Tapi setelah itu dia langsung menuruti perintah loli dan memakan makan di depannya dalam diam. Sedangkan loli memilih duduk di kursi yang tersedia di samping ranjang.
Loli malah melamun setelah itu. Joo yang melihat loli seperti itu langsung penasaran apa yang sedang di lamunkan oleh wanita di sampingnya itu.
Tiba-tiba loli melakukan tindakan yang tak terduga untuk ketiga kalinya terhadap pria itu.
Tanpa loli sadari, dia tiba-tiba mengambil sisa makan yang tertinggal di sekitar mulut Joo.
Deg.
Joo diam mematung dengan apa yang barusan loli lakukan padanya, dia menatap loli dengan tatapan kebingungan, sedangkan loli masih saja belum menyadari apa yang baru saja dia lakukan pada joo.
" Hah ". Loli menghembuskan nafasnya dengan kasar.
" Cepat selesaikan makanmu dan kembalilah beristirahat, saya harus kembali sekarang ". Ucap loli langsung berdiri.
" Siapa namamu ? ".
Pria itu dengan cepat langsung bertanya nama loli, ketika loli hendak berjalan ke arah pintu.
" Lolita, panggil saja loli ".
Setelah menjawabnya, loli langsung pergi keluar dari ruangan itu.
Joo tersenyum tipis ketika dia sudah mengetahui nama loli.
" Loli ". Gumam joo tersenyum penuh arti.
Joo akhirnya melajutkan makannya dengan perasaan aneh yang mulai muncul karena semua tindakan loli, walaupun sebenarnya loli bahkan tidak menyadari apa yang telah dia lakukan pada joo.
****
Jane langsung meraih tangan aron dan mengandengnya, dia menatap ruby dengan tatapan tajam karena ruby barusan menyapa suaminya.
Aron sejenak membiarkan jane menggandeng tangannya, dia juga menatap ruby dengan tatapan yang sulit di artikan sehingga ruby langsung tersenyum geli melihat sepasang suami istri di depannya itu.
" Siapa kamu ! Jangan coba-coba mengoda suami saya yah !! ". Pekik jane dengan emosi.
Semua tamu bahkan bram dan reinal tercengang mendengarkan ucapan jane yang sangat berani membentak memarahi seorang ruby.
" Jane !! ". Pekik bram sangat marah dengan tindakan brani yang jane lakukan pada ruby.
Jane terkejut melihat ayahnya marah terlihat marah padanya, dia bingung kenapa ayahnya malah marah padanya.
" Memangnya siapa mereka berempat ini ? ". Batin jane seraya menatap angel dan lainnya secara beriringan dengan tatapan tajam.
" Hah ".
Angel tiba-tiba menghembuskan nafasnya dengan pelan, seraya menatap jane dengan tatapan yang sulit di artikan.
Dia mulai berjalan mendekati jane. Dengan perlahan angel langsung merapatkan wajahnya ke samping wajah jane dan dia mulai membisikkan sesuatu.
" Hiduplah bahagia dengan suamimu, nona jane ".
" Dan jangan pernah mengusik keponakan saya, jika kamu tidak ingin saya menghancurkanmu beserta suami dan seluruh keluargamu ! ".
Setelah mengatakan hal itu, angel langsung menjauh dan mundur satu langkah kebelakang, seraya tersenyum tipis menatap jane dengan tatapan penuh arti tersembunyi.
" Apa maksudmu ". Tanya jane menatap angel dengan tatapan tajam.
Angel hanya tersenyum dan langsung membalikkan badannya, kemudian dia langsung turun dari panggung itu.
" Jagalah cara bicaramu, nona jane ! jika tidak mau mulutmu robek ! ". Ayana mengancam jane dengan santainya. Membuat jane semakin emosi dan menatap ayana dengan tatapan tajam.
Hasley yang memang irit bicara langsung menyusul ayana dan angel yang sudah turun dari panggung tersebut dan tersisa ruby yang masih berdiri di hadapan aron dan jane.
" Kalian berdua seharusnya bersyukur karena kami datang masih dengan kepala dingin untuk menasehati kalian, terutama anda, nona jane ! ".
" Sebaiknya anda menghentikan niat anda untuk mengusik keponakan kami, karena jika sekali lagi kami mendapati anda masih berani mengusik keponakan kami, bersiaplah untuk menerima resikonya !! ". Sambung ruby dengan pelan dan hanya bisa di dengar oleh aron dan juga jane saja.
" Cih ". Jane berdecih ketika ruby sudah menyusul turun dari panggung setelah mengancam jane.
Angel, ayana, hasley dan ruby langsung pergi dari ruangan pesta itu karena mereka memang datang hanya untuk menasehati jane.
Karena ternyata jane sudah merencanakan sesuatu hal yang jahat pada loli sejak 3 hari yang lalu dan ternyata angel dan lainnya dengan cepat bisa mengetahui rencana jane dan mereka sudah menggagalkan rencana itu kemarin malam.
Aron langsung menghempaskan tangan jane yang menggandeng tangannya. Tak berselang lama akhirnya bram datang dan mulai memarahi jane karena tindakan jane sudah di luar batas dan bisa saja membahayakan bram dan yang lainnya karena ulah jane.
Pesta yang tadinya sangat meriah kini berubah menjadi hening dan bahkan semua tamu langsung mengumpati jane karena jane brani mencari masalah pada angel, ayana dan ruby serta hasley.
*****
" Akkkkhhhh ".
" KENAPA KAKA LAKUIN SEMUA INI KE AKU SIH KA , hikss ".
Alena menagis dan berteriak sekuat-kuatnya di pinggir pantai untuk melepaskan semua kekesalannya pada aron, dia berteriak menggunakan bahasa indonesia.
Tapi tanpa dia sadar, ternyata di sekitarnya ada seorang pria yang sedang duduk menikmati suasana pantai di depan sana. Dan sekarang pria itu tengah menatap alena dengan tatapan datar karena terusik dengan teriaka alena barusan.
" Hikss Hiksss , AKU TIDAK AKAN PERNAH MAU MEMAAFKANMU KAAA ".
" SAMPAI KAPAN PUN AKU.... "
" Berisik ".
Alena seketika langsung terdiam ketika mendengarkan suara seorang pria yang mengatainya berisik.
Dia langsung berbalik menghadap kebelakang dan ternyata seorang pria tengah berdiri di belakangnya dengan tatapan datar.
" Berteriaklah di hutan jangan disini !! ". Ucap pria itu dengan tajam.
Alena spontan langsung menatap pria itu dengan tatapan tajam.