Lolita's Hidden Secrets

Lolita's Hidden Secrets
Bab 65



Setelah mendapatkan teror tadi pagi di rumah sewa mereka, sekarang mereka berempat sedang dalam perjalanan menuju lokasi tempat dimana jasad seluruh keluarga loli di kuburkan 14 tahun yang lalu.


Dalam perjalanan yang hampir sampai di lokasi, brenda, anya dan rolan terus memperhatikan loli dan khawatir nantinya apa yang terjadi saat loli melihat untuk pertama kalinya kuburan seluruh keluarganya yang selama ini tidak pernah dia kunjungi bahkan loli tidak tahu dimana lokasi kuburan keluarganya dulu.


" Lu gk papa kan ? ". Tanya anya ke loli seraya mengusap bahu kiri loli dengan hangat, karena mereka berdua memang duduk di kursi belakang, sedangkan brenda dan rolan di depan dengan rolan yang mengemudikan mobil.


" Hmm, gua gk selemah itu ". Jawab loli masih bisa berkata seperti itu di depan para sahabatnya.


" Gk usah sok kuat kali Lol, sedih juga bagian dari proses hidup. Gk harus nunjukkin kita kuat padahal kita sedang down ". Ucap anya dengan niat ingin membuat loli bisa mengekspresikan perasaannya yang selama ini seringkali loli simpan rapat-rapat sendirian dalam dirinya sendiri.


" Kita udah sampai ". Ucap rolan yang baru saja memarkirkan mobil di antara beberapa mobil milik pihak kepolisian dan juga tim dokter forensik yang sekarang sedang berada di dalam sana.


Hari ini ternyata loli meminta pihak kepolisian untuk membongkar kuburan seluruh keluarganya untuk melakukan autopsi kembali jasad seluruh keluarganya yang pastinya tinggal tulang berulang dan autopsi tersebut akan di pimpin langsung oleh anya. Dan sekarang pihak kepolisian sedang melakukan penggalian kembali kuburan seluruh keluarga loli dan semuanya atas persetujuan dari loli selaku satu-satunya keluarga yang tersisa di keluarga robin.


Setelah keluar dari mobil, loli terlihat langsung berubah raut wajahnya tiba-tiba datar dengan tatapannya yang sangat dingin.


" Anjirr, gila juga sih jendral nelsen ". Ujar anya tak menyangka saat melihat lokasi tempat dikuburkan seluruh keluarga loli.


" Kenapa ? ". Tanya brenda kebingungan.


" Lu gk lihat lokasi kuburan keluarganya loli ? Bagaimana bisa jendral nelsen nguburin jasad seluruh keluarga loli disini ? Di hutan yang bahkan sangat jauh dari pemukiman warga dan bahkan kuburannya kek hanya di kubur asal-asal kayak gini. Kan gila tu orang ! ". Jawab anya tak habis pikir.


Tapi tiba-tiba loli malah berjalan masuk kedalam dan meninggalkan anya, brenda dan rolan.


" Pasti loli sedang marah banget karna hal ini, dan gue yakin si jendral nelsen gk akan lepas dari loli sampai penyelidikan kasus ini selesai ". Ucap brenda yang langsung di setujui oleh rolan dan anya.


Bagaimana loli tidak marah, mungkin benar yang di katakan oleh anya soal tempat di kuburnya seluruh keluarga loli di hutan itu. Tapi yang lebih membuat loli marah adalah kenapa kuburan keluarganya bahkan terlihat tidak rapih dan seperti asal-asal di kubur saja kelihatannya.


" Detektif robin ". Sapa para anggota kepolisian dan juga para dokter forensik yang akan membantu anya, saat loli mendekati proses penggalian kuburan di lokasi tersebut.


Tapi bukannya menjawab sapaan semua orang, loli malah merongoh ponselnya di saku jaketnya dan langsung menghubungi seseorang.


" Siapa yang memerintahkan keluarga saya di kubur asal-asalan seperti ini dan bahkan jauh di dalam hutan dan jauh dari pemukiman warga ? ". Tanya loli pada orang yang dia hubungi setelah panggilan terhubung dengan sikap dinginnya.


Deg.


Semua orang yang berada di sekitar loli langsung merinding melihat betapa dinginnya aura yang loli keluarkan saat ini.


" Saya yang memberi perintah untuk menguburkan keluarga anda di hutan itu. Apakah ada yang salah ? ". Jawab jendral nelsen dengan santainya tanpa ada rasa bersalah.


Tanpa di duga, loli langsung mengakhiri panggilan tersebut dengan sepihak. Dan ternyata loli telah merekam percakapan dalam panggilan tersebut tanpa sepengetahuan jendral nelsen.


Semua orang terlihat memberikan hormat pada rolan, anya dan brenda yang baru saja menyusul loli dengan sopan dan ramah.


Sedangkan loli kembali menghubungi seseorang melalui panggilan telfon. Dan dalam dering kedua, dengan begitu cepat panggilan itu langsung terhubung.


" Saya ingin meminta bantuan anda ". Ucap loli dengan datar dan serius.


Di sebrang sana, mendapatkan panggilan telfon dari loli tentunya sangat membuat ayana senang dan merasa senang bahwa loli ternyata ingin meminta bantuan darinya.


" Hmm, katakan saja bantuan apa yang ingin kamu minta dari saya, detektif robin ". Jawab ayana dengan santainya.


" Saya ingin anda menggunakan koneksi anda untuk memberhentikan jabatan jendral nelsen saat ini, tapi saya juga punya beberapa bukti yang kuat untuk menyingkirkan dia dari jabatannya yang selama ini tidak dia gunakan dengan baik selama menjadi seorang jendral ". Ucap loli tanpa ragu.


Semua orang bahkan rolan, anya dan brenda tercengang mendengarkan pernyataan loli barusan yang ingin menggeser jendral nelsen dari jabatannya.


" Kan udah gue bilang tadi, loli pasti gk akan lepasin jendral nelsen yang berani melakukan hal sekejam ini pada keluarganya, dan sekarang kebuktikan omongan gua ". Bisik brenda pada anya dan rolan yang langsung menganggukkan kepala membenarkan dugaan brenda.


Sedangkan di mansion ayana, sekarang ayana sedang menyeringai tipis ketika dia mendengar permintaan loli padanya.


" Oke, kamu akan mendengarkan pengunduran diri pria itu dalam waktu 10 menit kedepan, sebaiknya kamu lanjutkan saja penyelidikanmu saat ini ". Ujar ayana dengan entengnya mengatakan hal seperti itu dengan mulutnya.


" Ya, terima kasih ".


Loli langsung mengakhiri panggilan tersebut dengan sepihak, tapi di sisi lain saat dia menyadari tatapan semua orang sedang tertuju padanya, dia pun angkat suara.


" Lakukan dengan benar tugas kalian, jika satu saja kesalahan, maka saya tidak menjamin kalian akan baik-baik saja kedepannya ". Ucap loli seraya penuh ancaman.


Deg.


Semua orang langsung membenahi diri mereka untuk melakukan tugas mereka dengan sebaik mungkin agar tidak terjadi kesalahan, karena mereka tidak mau berakhir seperti jendral nelsen yang dengan gampangnya bisa di lengserkan oleh seorang detektif seperti loli.


Ya, loli bahkan hanya seorang detektif saja dan dia bahkan tidak seharusnya bisa memerintahkan semua orang seperti ini dalam prosedur penyelidikan. Tapi karena koneksinya kuat dan dia ada dalam naungan kepercayaan yang di berikan oleh ayana, maka loli bisa memerintahkan siapa saja yang berkaitan dengan penyelidikan yang dia lakukan untuk melakukan sesuai yang dia perintahkan.


Ternyata ayana memang seberpengaruh itu di dalam bidang apapun.


Tapi yang lebih menyakitkan yang di rasakan oleh loli saat ini karena dia bahkan tidak bisa menemukan yang mana kuburan sang ayah dan bundanya karena semua kuburan itu tidak memiliki batu nisan dan bahkan sebenarnya kuburan itu tidak layak di sebut kuburan karena semua kuburan itu hanya seperti di timbun dengan tanah saja dan selesai, Seperti itu.