Lolita's Hidden Secrets

Lolita's Hidden Secrets
Bab 67



" Sebenarnya apa yang pria itu inginkan dariku ? ".


Loli sungguh frustasi, dia tak menyangka kalau kasus ini ternyata lebih rumit dari yang dia bayangkan sebelumnya.


" Hah ".


Dia berdiri dari duduknya seraya menghembuskan nafasnya dengan kasar, langkah kakinya pun berjalan menuju lift, dia yang merasa lelah akhirnya memutuskan untuk mencari angin segar di taman rumah sakit tersebut.


Ketika loli sudah tiba di taman yang masih berada di area rumah sakit, dia langsung menempati kursi kosong di taman itu, walaupun di taman tersebut cukup ramai.


Pukh..


Baru saja dia duduk, tiba-tiba seseorang menepuk pundaknya. Refleks, loli langsung berdiri dan melihat siapa yang menepuk pundaknya.


Seorang pria berdiri dengan tatapan dingin sedang menatap ke arah loli, hanya ada pria itu di belakang loli, sehingga loli yakin kalau pria itu lah yang menepuk pundaknya.


" Sebaiknya anda kembali ke ruangan dokter anya. Ada 3 orang pria yang sedang mengawasi ruangan itu dan mereka sudah mulai bertindak karena anda meninggalkan ruangan itu, sehingga tidak ada yang melakukan penjagaan ".


Pria itu terlihat sangat serius, tapi wajahnya juga sangat datar selama menyampaikan hal tersebut.


" Anda siapa ? ". Tanya loli penuh selidik.


" Pergilah, ini bukan waktu yang tepat saya memperkenalkan siapa saya pada anda ".


Pria itu malah menyuruh loli untuk segera kembali berjaga di ruangan anya, pria itu terlihat asing bagi loli dan loli pun bingung harus percaya atau tidak pada pria di depannya.


" Jika dalam 5 menit anda tidak kembali ke ruangan itu, kemungkinan dokter anya akan dalam bahaya ".


" Bahkan seluruh kerangka keluarga anda akan hilang, jadi tolong bekerja sama lah dan kembali lah sekarang juga ".


Setelah mengatakan hal itu, si pria langsung pergi meninggalkan loli yang sedang diam dengan rasa penasarannya.


Tapi tanpa memikirkan terlalu jauh, loli langsung kembali ke ruangan anya untuk kembali berjaga. Karena di sisi lain, apa yang di katakan oleh pria tadi memang benar, bukan karena ada yang mengintai, tapi ini adalah kasus besar dan memang tidak seharusnya loli meninggalkan ruangan anya selama anya melakukan tugasnya di dalam sana.


******


Angel, hasley dan ruby baru saja tiba di indonesia, mereka baru saja tiba dan langsung menuju mansion ayana.


Sekitar 30 menit akhirnya mereka tiba di mansion ayana. Mereka langsung masuk dan di sambut oleh para pelayan di mansion tersebut dengan ramah.


" Dimana ayana ? ". Tanya angel pada kepala art di mansion ayana dengan wajah datarnya.


" Nyonya ayana sedang tidak ada di mansion, tapi nyonya sempat mengatakan kalau nyonya akan pergi ke rumah sakit GG Hospital untuk menemui seseorang ".


Kepala pelayan itu bernama MAX, dia menjawab apa yang dia ketahui kemana sang nyonya pergi saat ini pada angel dan lainnya.


Angel menatap ruby dan hasley secara bergantian. " Baiklah, katakan pada ayana jika dia kembali nanti, bahwa kami datang kesini ".


Setelah mengatakan hal tersebut, Angel langsung mengajak ruby dan hasley untuk pergi dari mansion ayana saat itu juga.


" Apa ayana sedang mengawasi loli saat ini ? ".


Angel penasaran kenapa ayana pergi ke rumah sakit GG hospital, dimana rumah sakit itu tempat penyelidikan kerangka jasad seluruh keluarga robin di lakukan.


Drett..


Drett..


" Ini ka ayana nelfon ".


Ruby baru saja mendapatkan panggilan masuk dari ayana, Angel langsung mengambil ponsel ruby, kemudian dia menjawab panggilan dari ayana.


" Kamu dimana ? ". Tanya angel tanpa basa-basi ketika panggilan telah terhubung.


" Aku sedang mengawasi situasi di rumah sakit GG Hospital, Sepertinya loli akan menghadapi situasi yang berbahaya sehingga aku langsung kesini untuk mengawasinya dari jarak yang lumayan dekat ". Jawab ayana.


Siapa lagi yang akan menjadi dugaan pertama angel dan lainnya, tentu saja lee woojin adalah sasaran empuk pertama mereka dalam menduga, karena hanya lee woojin yang mengincar loli.


" Ya, putranya ada di indonesia dan telah mengirimkan beberapa anak buahnya untuk mengintai loli di rumah sakit ini ". Jelas ayana.


Ruby menyeringai mendengarkan penjelasan ayana tentang putra lee woojin, ternyata angel sengaja memasang pengeras suara sehingga hasley dan ruby bisa mendengarkan pembicaraannya dengan ayana.


" Dia tidak akan menyentuh loli seujung rambut pun, walaupun dia di perintahkan langsung oleh ayahnya untuk menangkap loli ".


Ruby mengatakan itu dengan santainya, seraya dia menyilangkan kedua tangannya di atas dada.


" Apa maksudmu ? ". Tanya angel memicingkan matanya penuh selidik.


" Aku sudah pernah mengatakan hal ini pada kalian, Joo putranya lee woojin nyatanya sekarang telah menyimpan perasaan pada loli dan bahkan dia mengatakan bahwa dia tidak akan menyentuh loli apalagi membiarkan loli dalam bahaya karena ayahnya sendiri ". Jelas ruby.


" Kau terlalu detail mengintainya, ruby ". Ujar hasley menyeringai tipis, sangat bangga pada ruby.


" Tentu, apapun dan siapa pun yang berani mengincar loli, pasti akan berurusan denganku ". Balas ruby dengan percaya diri.


Angel memutar bola matanya dengan malas mendengarkan ruby.


" Kami baru saja tiba di indonesia, tetaplah stay di rumah sakit itu dan awasilah pergerakan musuh, saat ini kami ingin melakukan rencana lainnya ". Ucap angel pada ayana.


" Baik ka ".


Angel langsung mengakhiri panggilan tersebut dan langsung mengembalikan ponsel itu pada ruby.


" Jadi benar dugaanmu kalau putranya lee woojin akan menyukai loli ? ". Tanya angel pada ruby.


" Hmm.. Sejak awal aku sangat yakin dengan dugaanku yang pasti akan terjadi ". Jawab ruby.


" Apa lee woojin mengetahui hal ini ? ". Tanya hasley.


" Dia belum mengetahuinya karena joo tidak akan pernah memberitahukan hal ini pada ayahnya ".


" Bahkan hanya karena ingin melindungi loli dari ulah ayahnya, Joo berjanji pada dirinya sendiri kalau dia akan tetap melindungi loli sekalipun lee woojin adalah ayah kandungnya sendiri ". Sambung ruby.


" Ini semakin menarik ". Ujar hasley di sela dia mengemudikan mobilnya.


******


Brenda dan rolan baru saja kembali ke rumah sakit setelah mereka selesai dengan semua keperluan mereka di rumah tadi.


Sekarang mereka baru saja menghentikan langkah kaki mereka di depan loli yang sedang duduk bersandar di depan ruangan anya.


" Lu kenapa ? Kusam banget wajah lu ". Tanya brenda memicingkan matanya bingung melihat ekspresi wajah loli yang terlihat sangat kacau.


" Gk, gue bosan aja ". Jawab loli berbohong.


" Mana baju gue ? ". Loli menanyakan pakaian ganti yang dia suruh ambilkan pada brenda.


" Nih ".


Brenda menyodorkan sekantong paper bag pada loli yang berisikan pakaian ganti loli, ternyata loli tidak akan pulang ke rumah dan dia akan tetap stay di rumah sakit untuk memastikan bahwa penyelidikan anya berjalan lancar, walaupun dia harus mandi dan makan di rumah sakit.


" Gue mandi dulu ".


" Jagain ruangan itu dan jangan biarin siapapun masuk kedalam sana tanpa surat izin ". Ucap loli.


" Ya, pergilah ". Jawan brenda mengerti maksud loli.


Akhirnya loli pergi untuk membersihkan dirinya, dia tidak mandi di toilet rumah sakit, tapi dia memutuskan untuk mandi di toilet umum saja.