
Ke esokan paginya..
Loli baru saja tiba di rumah sakit untuk mengecek kondisi pria semalam yang sudah di pindahkan di ruangan rawat, setelah selesai di operasi semalam.
Ceklek.
Ketika loli tiba di depan pintu ruangan rawat pria itu, pintu tiba-tiba terbuka dan 2 orang perawat pun keluar dari ruangan itu. Sepertinya mereka baru selesai memeriksa pria itu.
Setelah kedua perawat itu pergi, loli langsung masuk kedalam ruangan itu. Dia berjalan ke arah ranjang pasien dan betapa kagetnya dia melihat apa yang sedang pria itu lakukan saat ini.
" Apa yang kau lakukan ? ".
Loli langsung menatap pria itu dengan tatapan dingin, tapi pria itu malah mengabaikan loli dan asik meminum jus jeruk di tangannya.
Loli menatap tajam pria itu.
" Apa boleh, pasien yang baru saja selesai di operasi sudah di perbolehkan minum, minuman seperti ini ? ". Sindir loli seraya duduk di sofa ruangan itu.
" Ck, memangnya kamu siapa ? Berani melarang saya ? ".
Mendengarkan ucapan pria itu, loli tiba-tiba emosi karena pria itu terlihat sangat menyebalkan.
" Hah ".
" Seharusnya saya tidak menolong anda semalam, kalau ternyata begini jadinya ! ".
Deg.
Pria itu langsung berhenti meminum-minumannya karena kaget mendengarkan ucapan wanita di depannya.
" Apa kamu... "
" Sepertinya kondisi anda sudah membaik ". Sela loli saat pria itu baru mengucapkan 2 kata saja.
Loli berdiri dari sofa dan menatap pria itu dengan tatapan yang sulit di artikan.
" Jadi sekarang saya tidak perlu membantu anda lagi, bahkan saya akan segera mencabut berkas laporan untuk mencari pelaku yang menikam anda ".
Deg.
" Tunggu sebentar... Hey ".
Bruk.
" Aww ".
Pria itu malah terjatuh ke lantai saat ingin mengejar loli yang hendak keluar dari ruangan itu.
" Hah ". Loli langsung menghembuskan nafasnya dengan malas, seraya memutar bola matanya dengan malas.
Loli langsung berbalik dan berjalan ke arah ranjang pasien. Loli langsung membantu pria itu yang sedang meringis kesakitan dengan tangan yang sedang memegang perut. Sepertinya luka tusuk pria itu mulai kesakitan karena pria itu jatuh barusan.
" Luka saja belum sembuh, sudah minum jus segala. Akhirnya mengeluh kesakitan ".
Sindir loli seraya memapah pria itu kembali berbaring di ranjang pasien.
" Terima kasih ". Pria itu langsung mengucapkan terima kasih pada loli, tapi loli hanya membalas dengan tatapan dingin.
" Istirahat saja, karena saya harus pergi bekerja sekarang ". Ucap loli masih ada sedikit rasa peduli pada pria itu.
" Tunggu sebentar, saya hanya ingin bertanya sebentar saja ".
" Apa kamu pemilik masion yang aku datangi semalam ? ". Tanya pria itu sangat penasaran.
Loli tidak menjawab pertanyaan pria itu, tapi dia hanya mengancungkan jempol memberikan tanda bahwa apa yang pria itu duga benar adanya.
Cklekk.
******
Di indonesia, ini adalah hari terakhir aron melajang, karena besok hari pernikahan aron dan jane akan segera di laksanakan.
Di LA sekarang masih pagi, tapi di indonesia sekarang sudah jam 9 malam, karena waktu indonesia 14 jam lebih cepat dari LA.
Sekarang aron sedang berada di salah satu club terkenal di kota J. Dan ternyata rolan sedang menemani aron, rolan baru 1 jam yang lalu tiba di indonesia, tapi aron langsung mengajaknya ke club untuk menghilangkan stress nya karena rentetan masalah yang terus-menerus datang menghampirinya.
Dentingan suara musik di club malam itu begitu memekakkan telinga bagi siapa saja yang mendengar. Tapi tidak dengan aron dan rolan yang sudah terbiasa dengan suasana club.
" Apa Lo yakin dengan keputusan yang Lo buat ini ? Setidaknya Lo masih punya waktu sampai malam ini untuk membatalkan pernikahan konyol ini sebelum semuanya terlambat ". Tanya rolan pada aron.
" Entahlah ".
Aron menjawab dengan wajah yang sangat tidak meyakinkan, dia tidak menatap ke arah rolan dan terus melihat ke arah gelas di tangannya yang sedang dia putar-putar pelan.
" Ron ? Gue tahu Lo pasti gk mau lakuin pernikahan ini kan ? Masa iya lu menyerah secepat ini sih ". Bujuk rolan.
Rolan sengaja membujuk aron untuk membatalkan pernikahan ini, karena rolan merasa kasihan melihat aron seperti banyak tekanan dan bahkan sekarang aron terlihat kurusan dan berantakan.
" Gue gk bisa dan gk akan pernah bisa membatalkan pernikahan ini, sekalipun gue sangat ingin ". Jelas aron dengan raut wajah yang sulit di artikan.
" Kenapa gk bisa ? Lo udah dewasa dan Lo berhak nentuin pilihan Lo sendiri, ron ! ".
" Sebagai sahabat, gue paling benci kalau Lo di giniin sama orang lain, sekalipun mereka orang tua Lo ".
" Mungkin ucapan gue salah ngucapin ini karena gk sepantasnya gue yang hanya seorang sahabat ikut campur masalah Lo keluarga Lo. Tapi kalo gue boleh jujur, nyokap sama bokap Lo itu sudah sangat kelewatan batas ! ".
Rolan hanya tidak ingin aron sahabat pria satu-satunya malah salah ambil keputusan dan merelakan kebahagiaannya sendiri hanya demi keinginan dan kepuasan kedua orang tuanya.
" Ya, gue ngerti maksud Lo lan. Tapi gue tetep gk bisa karena 1 alasan yang kuat yang membuat gue harus tetap ngelakuin pernikahan ini ". Jawab aron serba salah.
Tapi tiba-tiba seorang wanita cantik datang menghampiri meja mereka berdua dan bahkan langsung duduk di sofa berhadapan dengan aron dan rolan.
Aron langsung menautkan kedua alisnya menatap wanita itu, tapi tidak dengan rolan yang langsung melotot kaget.
" Nyonya ruby ".
Pekik rolan sangat terkejut melihat sosok ruby yang ternyata adalah wanita yang baru saja duduk di hadapan mereka berdua.
" Kamu mengenal saya ? ". Tanya ruby dengan mengkerutkan dahi nya seraya menyilangkan kedua tangannya di dada.
" Ahh ya.. Tentu saja saya mengenal anda, bahkan semua orang juga sangat mengenal siapa anda ". Jawab rolan dengan sopan.
Ruby menganggukkan kepalanya mengerti maksud pria di depannya.
" Maaf, tapi bisakah anda duduk di meja lain saja ? Saya hanya ingin duduk berdua dengan sahabat saya ".
Tiba-tiba aron malah meminta ruby duduk di meja lain dengan tak terduga. Rolan langsung menatap aron dengan tajam tapi aron mengabaikannya.
" Baiklah ". Anehnya ruby malah menuruti ucapan aron dan dia langsung berdiri.
" Ma-maaf kan sahabat saya nyonya ruby, dia tidak bermak.... "
Lambaian tangan ruby langsung membuat rolan berhenti berbicara.
" Tidak masalah ".
" Namamu Aron Erlangga bukan ? ". Sambung ruby bertanya seraya menatap aron dengan menyunggingkan senyuman tipisnya.
Aron langsung menatap ruby dengan tatapan dingin, sedangkan rolan sudah gugup ketakutan. Takut ruby akan mencari masalah dengan mereka.
" Hubungi saya jika suatu saat nanti kamu memerlukan bantuan saya. Karena saya ingin membalas budi kebaikanmu yang sudah menjaga dan melidungi keponakan saya, bahkan saya juga tahu anda sangat mencintai keponakan saya sampai saat ini ".
Ruby tersenyum setelah mengatakan hal itu, kemudian dia langsung pergi meninggalkan aron dam rolan yang kebingungan tak mengerti maksud yang ruby katakan.