Lolita's Hidden Secrets

Lolita's Hidden Secrets
Bab 62



" Apakah tuan dan nona akan jadi menyewa rumah ini ? ". Tanya wanita yang menjadi perantara penyewaan rumah tersebut pada loli dan lainnya.


Brenda langsung menyenggol tangan loli untuk mengajaknya menjauh dari yang lainnya untuk membahas masalah rumah ini.


Loli langsung mengikuti brenda dan mereka akhirnya menjauh dari anya dan lainnya.


" Kenapa ? ". Tanya loli datar.


" Rumahnya luas banget, Lol. Ternyata ekspektasi kita sangat berbeda jauh ".


" Gimana kalau ternyata harganya lebih mahal dari yang di katakan ibu itu di awal telfon tadi ". Ucap brenda ternyata takut harga sewa rumah itu kemahalan.


Rolan pun datang menghampiri mereka berdua karena dia tahu apa yang akan di bahas oleh kedua sahabatnya.


" Kenapa ? Apa kalian sedang membahas harga sewa rumah ini ? ". Tanya rolan.


" Hmm.. Brenda takut harganya kemahalan ". Jawab loli datar.


" Ya kali rumah sebesar dan se elit ini harga sewanya murces, kan gk masuk di akal. Bisa jadi harga sewanya ratusan juta perbulan ". Ujar brenda.


" Kata ibu perantara itu, harga sewanya hanya 10 juta kok perbulannya ". Jawab rolan dengan santainya.


Deg.


Brenda langsung melongo mendengarkan nominal harga sewa rumah itu yang barusan di katakan oleh rolan.


" Yakk.. Lu gila yah ! Darimana harga sewa bisa murah segitu, anjirr ".


" Parah lu, gk waras ". Ucap brenda merasa tak masuk akal dengan harga sewa yang rolan katakan.


" Astaga bren.. Coba deh lu tanya ke ibu perantaranya sama anya juga, dia juga denger kok berapa harga sewa yang dikatakan ibu itu tadi saat lu berdua menjauh ke sini ". Balas rolan.


" Awas aja lu kalo sampe lu bohongin kita yah lan ! Gue gunting rambut Lo sampe botak ! ". Ancam brenda langsung berjalan mendekati anya dan ibu perantara sewa di depan sana.


*****


Di tempat di korsel, tae joo baru saja tiba di markas utama gangster black wolf dan dia langsung menuju ruangan lee woojin.


Tok tok tok.


" Masuk ".


Ceklek.


Tae joo langsung masuk kedalam ruangan lee woojin setelah dia mendapatkan izin masuk kedalam sana.


Dia langsung membungkukkan setengah badannya memberikan hormat pada lee woojin yang sedang duduk santai di kursi kebesarannya.


" Duduklah ". Lee woojin langsung menyuruh tae joo untuk duduk terlebih dahulu sebelum menjelaskan situasinya saat ini.


Tae joo langsung melakukan perintah bosnya, dia langsung duduk di kursi yang berhadapan dengan lee woojin dan hanya meja yang menjadi penghalang di antara mereka.


" Tuan, saya ingin melaporkan situasi di indonesia sebelum saya kembali kesini ". Ucap tae joo.


" Hmm, katakan ". Jawab lee woojin dengan singkat seraya menghisap dan menghembuskan asap rokok yang dia konsumsi saat ini.


" Seperti yang sudah pernah saya jelaskan sebelumnya, bahwa saya menduga kalau devil woman memang ingin mencampuri masalah kita yang akan menangkap gadis itu ". Jelas tae joo dengan serius.


" Jadi benar devil 4 menghalangimu saat kamu sudah selangkah lagi untuk menangkap gadis sialan itu ? ". Tanya lee woojin memastikan.


" Ya tuan, awalnya devil 5 yang menghalangi saya saat di LA dan sekarang devil 4 juga terlihat ingin melindungi gadis itu ". Jawab tae joo sangat kesal terhadap anggota ke 4 dan ke 5 devil woman yang selalu menggagalkan rencana penangkapannya.


" Untuk saat ini saya sudah memberikan tugas penting untuk Joo dan dia yang akan menggantikkanmu untuk sementara waktu mengurusi masalah gadis itu, sedangkan kamu, akan saya tugaskan untuk mencari tahu identitas setiap anggita devil woman mulai saat ini ".


Setelah mengatakan hal tersebut, lee woojin langsung berdiri seraya memasukkan tangannya kedalam saku celananya.


" Saya tidak peduli walaupun mereka adalah wanita-wanita yang paling di takuti oleh seluruh dunia, tapi di mataku mereka tetaplah seorang wanita yang lemah dan tidak sepadan dengan kekuatan seorang pria ! ". Sambung lee woojin sangat meremehkan devil woman.


****


" Jreng.. Jreng... Jrenggg ".


" Cintaku, cintaku padamu ".


" Tak besar seperti dulu ".


Brenda langsung menatap rolan dengan mata melotot karena rolan memotong nyanyiannya.


" Apaan sih lu, gk jelas banget ". Kesal brenda.


" Mau mu begini, mau mu begitu, tak pernah engkau hargai aku.. Ooooo I'am sorry, ku tak akan love you lagi ". Anya malah ikut-ikutan menyambung nyanyian brenda.


" YAAAKKKK !!! ". Brenda teriak dengan penuh kekesalan karena anya dan rolan selalu saja seperti ini, selalu menjahilinya setiap kali dia sedang mood untuk bernyanyi.


" Berisik ". Ujar loli yang sedari tadi diam dengan kesal melihat tingkah ketiga sahabatnya.


Inilah kali pertama SUBEDU berkumpul lagi walaupun berbeda tempat dan bedanya juga tidak ada aron yang berkumpul dengan mereka saat ini.


" Lu berdua sih ". Brenda langsung menyalahkan anya dan rolan, sehingga loli memarahi mereka.


" Udahlah Lol, gue punya 1 lagu buat lu dan lagu ini sangat cocok dengan kisah percintaan Lo sama aron ". Ucap anya dengan omongam absurdnya.


Deg.


Rolan dan brenda langsung menutup mulut anya yang super duper ember.


" Jangan dengerin dia Lol, mungkin anya lagi kemasukan setan gendoruwo ". Ujar brenda asal-asalan.


" YAAKKK , BERANINYA LO BILANG GUE KEMASUKAN SETAN JELEK SEPERTI GENDORUWO !!! ". Anya berteriak kesal karena ulah brenda.


Rolan pun pusing dengan ulah anya saat ini, apalagi melihat loli yang sedang menatap mereka dengan tatapan dingin.


" Gue masuk duluan ".


Tiba-tiba loli berdiri dan pergi begitu saja meninggalkan brenda, anya dan rolan di ruang santai yang langsung terdiam membisu karena merasa bersalah.


" Lu sih bodoh banget ! Ngapain lu bilang lagu buat kisah cinta aron sama loli ! ". Kesal brenda pada anya.


" Udah gk usah saling salah, kita semua salah dan gk usah di membesarkan masalah ini ". Ucap rolan yang ternyata berniat membela anya.


" Cih ". Brenda berdecih kesal mendengarkan ucapan rolan barusan.


" Lu lagi belain dia lan ? Apa jangan-jangan lu berdua pacaran ? ". Pekik brenda penuh selidik.


Deg.


" Gk lah bodoh, mana ada gue pacaran sama dia, gila kali yah lu bren ". Jawab anya mengatakan sejujurnya.


Hati rolan terasa seperti di iris-iris karena pernyataan anya barusan.


" Memangnya gue kurang apa sih Nyaa ? Segitunya lu ngomong seakan-akan gue emang gk pantes pacaran sama lu ". Ucap rolan terlalu jujur.


Deg.


Brenda langsung menutup mulutnya dengan mata yang sudah melotot menatap anya dan rolan secara bergantian.


Sedangkan anya spechless mendengarkan ucapan rolan barusan.


" Apaan sih lan ? Apa maksud lu ngomong kayak gitu, haa ? ". Tanya anya dengan perasaan yang bercampur aduk.


" Gk ". Jawab rolan langsung berubah datar seraya berdiri dari duduknya.


" Gue cuma pengen bilang kalau kali ini, gue beneran mundur dan gue gk akan ngejar lu lagi nyaa ".


Brenda semakin syok dengan apa yang terjadi pada kedua sahabatnya tepat di depan matanya sendiri. Sedangkan anya malah semakin bingung dan serba salah menanggapi ucapan rolan.