
Loli diam membisu, marah, kaget dan perasaan aneh yang muncul tiba-tiba di benaknya membuat dia tidak tahu harus berbuat apa.
" Apa kau bersikap lembut seperti ini karna ingin membuatku hanyut terbawah suasana dan akhirnya bisa merubah keputusanku agar aku menerimamu ? ".
" Cih ".
Loli tersenyum geli, dia merasa bodoh dengan semua sikap joo padanya. Ini lucu menurut loli.
" Terserah kamu ingin mengatakan apapun tentang sikapku, aku tidak akan membantah atau pun marah ". Jawab joo tersenyum lembut.
" Pergilah, udara semakin dingin, tidak baik bagi kesehatanmu ". Sambung joo tersenyum manis.
Dia pergi, joo pergi meninggalkan loli di taman itu setelah menyuruh loli kembali ke rumah sakit. Loli melototkan matanya tak percaya bahwa joo meninggalkan dia.
" Wah, lama-lama gue bisa gila kalo ketemu cowo kayak beginian, anjir ". Ucap loli merasa hampir gila karena sikap joo padanya.
Akhirnya loli pergi meninggalkan taman itu juga, dia kembali ke rumah sakit berhubung brenda juga telah menelfonnya untuk segera kembali.
*****
Di korsel, lee woojin baru saja mendapatkan panggilan telfon dari jo, tapi dia terlihat sangat marah setelah mendengarkan laporan dari putranya sendiri.
" Kenapa kamu bisa gagal, Haaa ! ". Pekik lee woojin sangat marah.
" Devil 4 yang menggagalkan rencanaku, ternyata dia juga berada di rumah sakit itu dan telah mengetahui semua pergerakan anak buahku ". Jelas joo dengan santainya.
" AKKKHHH, SIAL ".
" KENAPA PARA WANITA SIALAN ITU SELALU SAJA MENGGANGGUKU ! AKAN KU BUNUH MEREKA SEMUA, AAAAKKKHHHH ".
Prangg...
Lee woojin melempat vas bunga kecil yang berada di atas mejanya. Ini sangat membuatnya frustasi bercampur marah, bagaimana bisa rencananya selalu gagal hanya karena ulah devil woman.
Joo menutup matanya karena kaget mendengarkan suara pecahan barang yang sepertinya di lempar oleh ayahnya dalam panggilan telfon tersebut.
" Jika ayah memang ingin rencana kita berjalan lancar, seharusnya ayah menyingkirkan devil woman terlebih dahulu. Mereka terlalu mengganggu ". Saran joo.
" Ya, tentu saja ayah akan menyingkirkan para wanita sialan itu ! Berani sekali mereka mengusik dan menggagalkan semua rencanaku ! sepertinya mereka benar-benar ingin mati di tanganku ! ". Jawab lee woojin penuh kemarahan.
" Baiklah, aku akan menyusun rencana selanjutnya nanti, sekarang aku ingin beristirahat ". Ucap joo.
" Hah ". Lee woojin terdengar menghembuskan nafasnya dengan kasar.
" Hmm.. Istirahatlah dengan cukup, kamu harus menyimpan tenagamu untuk rencana selanjutnya ".
" Hmm ". Balas joo dengan deheman saja.
Akhirnya panggilan di antara mereka telah berakhir, sekarang lee woojin semakin mengamuk di markas utama black wolf, semua anak buahnya hanya bisa diam dan menerima amukan sang ketua yang sedang meledak-ledak.
Sedangkan joo ternyata tidak tidur dan beristirahat, dia berdiri dari duduknya dan berjalan ke arah balkon kamarnya.
Sesampainya di balkon kamarnya, dia menatap ke arah bulan yang indah dan menderang di atas sana.
" Jadi, seperti ini kah rasanya jatuh cinta ? ". Gumam joo tersenyum penuh arti.
Wajah cantik loli, wajah datar di sertai tatapan dingin loli terngiang-ngiang di pikirannya, loli seperti hantu yang selalu menghantuinya setiap saat.
Sumpah, loli sangat membuatnya gila menurut joo. Apalagi, hanya seorang loli yang secara terang-terangan menolaknya, tidak seperti wanita lain yang bahkan datang dengan sendirinya untuk mengemis cinta padanya. Loli benar-benar telah membuat joo menjadi tidak waras.
" Aku harus mendapatkanmu bagaimana pun caranya ". Ucap joo lagi dengan tekad yang sangat bulat.
Setelah puas memandangi indahnya cahaya bulan di atas sana, joo masuk kembali kedalam kamarnya, membiarkan pintu balkon terbuka lebar sehingga angin malam yang sangat dingin dan sejuk, masuk begitu saja menyebar kedalam kamarnya.
****
Ke esokan harinya pun tiba. Hari ini pun masih sama seperti semalam, dimana anya masih fokus dengan penyelidikannya, sedangkan loli, brenda dan rolan masih berjaga di depan pintu ruangan anya.
" Lol ? Kapan rencana kita selanjutnya di lakukan ? ". Tanya brenda.
" Gue tergantung lu aja, kapan lu bisa, yah lakuin aja ". Jawab loli dengan santainya seraya menyilangkan kedua tangannya di atas dada.
" Astaga, gue sih siap kapan aja, Lol ". Jawab brenda seraya menepuk jidatnya.
" Gue hanya tinggal nunggu perintah dari Loh aja, tapi lu ternyata nunggu gue siap. Kan jadinya gk konek ". Sambung brenda.
Loli memutar bola matanya dengan malas mendengarkan jawaban brenda, " Ya kalau gitu, mendingan lu lakuin aja rencana selanjutnya sekarang. Biar gue sama rolan aja yang jagain anya di sini ". Ucap loli.
" Oke, lebih cepat lebih baik, karna gue bosan di tanyain pasangan mulu sama nyokap bokap gue, jadi gue pengen cepat-cepat balik ke LA, biar mereka gk nanyain gue mulu, anjir ". Jelas brenda.
Ternyata kepulangan brenda ke indonesia bukannya senang bisa ketemu lagi bareng keluarga besarnya, malah dia di bikin pusing dengan pertanyaan-pertanyaan keluarganya yang selalu saja menanyakan soal pasangan dan kapan nikah, itu sangat membosankan bagi brenda.
" Lah lu tinggal cari pacar trus kenalin ke keluarga lu kan kelar, gk usah ribet-ribet bren, kan ada hyunsik yang cocok jadi pacar lu ". Sambung rolan.
Pletak..
" Awww, sakit bodoh ! ". Rolan meringis kesakitan sambil mengusap jidatnya yang baru saja di geplak sama brenda.
" Lu yang bodoh, ba**ke. Bisa gk sih lu gk jodoh-jodohin gue sama hyunsik ".
Rolan memang selalu mengatakan kalan brenda sangat cocok dan sering di jodohkan sama hyunsik dan brenda tidak suka di jodohin seperti itu, karna dia hanya menganggap hyunsik itu adalah sebatas sahabat saja dan tidak akan lebih dari itu.
" Mulai.. Mulai.. Lu berdua bisa gk sih, seharian aja gk brantem kek anak kecil aja, lama-lama gue gila lihat tingkah lu berdua, ba**ke ".
Akhirnya loli pun jadi kesal karena ulah rolan dan brenda yang selalu brantem di depannya setiap hari.
" Udah ah, gue pergi dulu, bye ".
Brenda langsung berjalan pergi meninggalkan loli dan rolan, tapi tiba-tiba ketika brenda sudah mulai menjauh dari rolan dan loli, dia berbalik dan mengejek rolan.
" Wleeeee ".
Dia menjulurkan lidahnya mengejek rolan, mata rolan langsung melotot kesal mendapatkan ejekan dari brenda, tapi saat dia ingin membalas ejekan tersebut, loli menghentikannya, sehingga rolan benar-benar kesal pada brenda.
" Hahaha, byeee ".
Brenda malah tertawa melihat rolan yang semakin kesal di hentikan oleh loli, dengan cepat dia langsung pergi sebelum rolan mengatainya.
Loli hanya bisa menggelengkan kepalanya dengan tingkah kekanak-kanakan kedua sahabat subedunya. Karna hal seperti ini bukan sekali dua kali terjadi, tapi hampir setiap hari, membuat loli sudah tebal mental menghadapi kelakuan para sahabatnya.