Lolita's Hidden Secrets

Lolita's Hidden Secrets
Bab 64



Pagi hari di rumah sewa loli dan lainnya. sekarang mereka sedang sarapan pagi dalam diam, walaupun wajah anya dan rolan di tekuk karena semalam loli berhasil menjahili mereka berdua.


Sedangkan brenda dan loli sarapan dengan santai tanpa memperdulikan rolan dan anya yang sedang badmood.


Tok tok tok.


Suara ketukan pintu rumah terdengar begitu nyaring dalam suasana hening di meja makan tersebut, membuat loli dan lainnya langsung saling tatap.


" Apa kalian memberitahukan alamat rumah ini pada teman kalian ? ". Tanya brenda penuh selidik.


" Gk ". Jawab anya dan rolan bersamaan.


Loli tidak menjawab, melainkan langsung berdiri untuk mengecek siapa yang mengetuk pintu rumah mereka pagi-pagi begini, apalagi sekarang masih jam setengah 7 pagi dan jarang ada yang bertamu di rumah orang jam segini.


Ceklek.


Loli membuka pintu utama rumah dengan santainya dan wajah datar yang selalu menemaninya setiap hari.


Dia memicingkan matanya karena dia tidak mendapati ada tamu di depan pintu rumah, dia pun mundur selangkah untuk menutup pintu kembali karena dia pikir hanya orang iseng yang ingin menjahili mereka.


Tapi ketika loli hendak menutup pintu rumah, sudut arah pandangnya tiba-tiba tertuju pada selembar kertas yang di tindih dengan batu berukuran kecil di atasnya yang tergeletak di lantai depan pintu rumah.


Loli kembali mengedarkan pandangannya ke seluruh arah di luar rumah, tapi dia tidak melihat ada seorang pun di sana.


Perlahan dia membukkan badannya dan mengambil kertas tersebut. Tanpa membacanya terlebih dahulu, dia langsung mengunci pintu rumahnya dan kembali lagi ke ruangan makan, karena dia berniat membaca isi yang tertulis di kertas tersebut bersama yang lainnya.


" Siapa ? ". Tanya rolan penasaran.


" Orang iseng ". Jawab loli seraya membuka lipatan kertas yang tadi dia ambil dari depan pintu rumah.


" Itu apaan ? ". Tanya brenda memicingkan matanya.


" Gk tau, gue nemuin ini di depan pintu ". Jawab loli juga tidak tahu.


Setelah lipatan kerta itu terbuka, benar saja kalau sepertinya kerta itu adalah sebuah surat karena tulisannya memang mirip tulisan sebuah surat.


Brenda yang duduk di dekat loli pun sangat penasaran sehingga dia langsung mendekat untuk melihat apa isi tulisan di kertas yang baru saja loli temukan.


Mereka berdua membaca dalam hati isi surat tersebut dan tiba-tiba brenda melototkan matanya setelah dia tahu maksud dari surat tersebut.


" Lol, ini bukan surat dari seseorang yang hanya iseng ke kita Loh ". Ucap brenda tercengang dengan isi surat tersebut.


Sedangkan loli terlihat berubah sikapnya menjadi sangat dingin setelah mengetahui isi surat tersebut.


Loli langsung mengambil ponselnya dan menghubungi arga di LA, di dering ke tiga panggilan pun langsung terhubung.


" Ada apa ? ". Tanya arga.


" Tolong pergilah ke rumah tuan Son mantan detektif sekaligus orang tua dari detektif bryan dan pastikan dia baik-baik saja saat ini ". Ucap loli dengan serius.


" Dia salah satu kunci yang bisa membuka kasus ini dan sekarang aku baru saja di teror dengan surat yang berisikan ancaman untuk menutup kembali kasus ini atau tuan Son dan semua yang berada di dekatku akan ke imbasnya ". Jelas loli.


Deg.


" Lalu bagaimana situasi di sana saat ini ? Apa kau baik-baik saja ? ". Tanya arga khawatir.


" Ya, aku baik-baik saja. Tapi tolong segera cek kondisi tuan Son, karena aku tidak ingin seseorang terluka karena aku ". Jawab loli.


" Kamu tenang saja, aku akan menyuruh beberapa anggota untuk berjaga di sekitar rumah tuan Son untuk memastikan dia baik-baik saja ". Balas arga.


" Sebaiknya kamu juga berhati-hati ". Ucap loli menasehati arga.


" Aku akan baik-baik saja, seharusnya kamu yang harus berhati-hati disana ? Apa kamu akan melanjutkan penyelidikan kasus ini atau tidak ? ".


" Hah ". Loli menghembuskan nafasnya dengan berat seraya memejamkan matanya sejenak.


" Aku akan tetap melanjutkan penyelidikan ini dan aku tidak akan berhenti hanya karena sebuah ancaman teror seperti ini ". Jawab loli dengan serius.


" Baiklah, semoga kamu bisa memecahkan kasus ini secepatnya dan kembali dengan selamat ke sini ". Ucap arga.


" Hmm, aku tutup telfonnya ". Ucap loli dan panggilan pun berakhir.


Loli meletakkan ponselnya di atas meja makan dan langsung mengusap wajahnya dengan kasar.


" Jadi tuan Son ayah dari detektif bryan adalah detektif utama yang menangani kasus ini sebelum di tutup 14 tahun yang lalu ? ". Ujar anya setelah selesai membaca surat tersebut dengan mata melotot kaget.


Ternyata isi surat tersebut mengatakan kalau ternyata tuan son ayah dari detektif bryan ternyata adalah detektif utama dalam kasus ini sebelum di tutup 14 tahun yang lalu, tapi detektif son ternyata mundur dari kasus ini 2 minggu sebelum kasus ini resmi di tutup oleh jendral nelsen.


Dan benar bahwa isi surat tersebut juga berisikan ancaman yang sama seperti yang loli sampaikan pada arga tadi, dimana loli di ancam oleh si pengirim surat untuk menutup kasus ini kembali atau orang-orang di sekitar loli akan di lenyapkan oleh orang misterius ini.


" Cih ". Brenda berdecih kesal.


" Dia pikir dia siapa ? Dia pikir dia bisa melenyapkan loli dan kita semua semudah itu ! Apa dia pikir gue selemah itu ! ". Brenda yang malah jadi marah karena ancaman yang tertuju pada loli.


" Sebaiknya kita mengesampingkan perasaan pribadi kita untuk saat ini ".


" Mungkin lu benar bren kalau kita emang gk mudah di kalahkan begitu saja. Tapi ancaman itu bukan hanya tertuju pada kita saja, bahkan tuan son yang sebenarnya bukan orang terdekat kita juga bisa kena ancaman, apalagi orang lain yang mungkin hanya bertemu loli beberapa kali ". Jelas rolan dengan pikirannya yang lebih maju selangkah.


" Sebenarnya gue ingin nolak ajakan kalian untuk gabung dalam penyelidikan ini karena ini bukan keahlian gue, tapi karena sekarang gue melihat situasinya ternyata seperti ini, gue memutuskan untuk ikut bergabung dengan kalian untuk lindungi Lo semua dari bahaya ". Sambung rolan dengan serius.


" Tapi ini terlalu aneh dan penuh tanda tanya ". Ujar brenda.


" Salah satu dari kita gk pernah ngasih tau alamat rumah ini ke siapapun kecuali keluarga kita dan sekarang ada orang misterius yang tiba-tiba aja melakukan teror dan memberikan surat ini, dan tujuannya tepat ke loli ". Sambung brenda masih penasaran siapa si pengirim teror tersebut.


" Bisa jadi ini ulah tuan lee woojin yang di katakan oleh nyonya ayana waktu itu ". Ucap anya teringat bahwa ayana pernah memperingati mereka untuk berhati-hati pada sosok lee woojin yang ingin mengincar mereka semua terutama loli.


Loli yang sedari tadi diam hanya menyimak pembicaraan ketiga sahabatnya, tapi dia jelas sedang mencari cara dan solusi yang tepat untuk masalah kali ini.