Lolita's Hidden Secrets

Lolita's Hidden Secrets
Bab 37



Setelah alena pulang dari apartemen aron. Dia langsung menuju bandara untuk segera kembali ke LA.


Alena sudah tidak peduli lagi pada keluarganya. Karena dia merasa sudah di buang begitu saja dari bagian keluarganya.


*****


Saat ini loli baru saja hendak membuka pintu utama mansionnya, karena sekarang dia harus pergi ke kantor kepolisian pusat LA, dimana tempat dia bekerja.


Tapi tiba-tiba loli spontan menghentikkan langkah kakinya ketika melihat siapa yang tengah berdiri di luaran pintu utama mansionnya.


" Kau.. "


" Hai.. Kita bertemu lagi ". Ucap seorang pria yang ternyata adalah joo, pria yang di tolong oleh loli.


" Sedang apa kamu disini ? ". Tanya loli dengan wajah datarnya.


" Aku datang untuk mengucapkan terima kasih padamu, karena sudah menolongku bahkan membawahku ke rumah sakit waktu itu ". Ucap joo berterima kasih dengan tulus.


" Hmm baiklah.. Lalu apa ada lagi yang ingin kau sampaikan ? Aku harus segera ke tempat kerjaku ". Tanya loli tidak ingin membuang waktu berharganya.


" Sebenarnya aku datang untuk mengajakmu makan malam nanti malam. Jika kamu memiliki waktu luang saja ". Ucap joo dengan canggung.


" Maaf, tapi aku tidak bisa. Malam ini aku lembur ". Tolak loli dengan halus, padahal dia sama sekali tidak pernah lembur karena arga tidak mengizinkannya.


" Bagaimana kalau besok ? Atau lusa juga tidak apa-apa ". Tanya joo ngebet pengen ajak loli makan malam.


" Akan ku pikirkan lagi. Tapi aku harus segera pergi sekarang, maaf ". Jawab loli langsung berjalan menuju mobilnya, meninggalkan joo yang sedang terdiam karena tercengang dengan sikap loli yang terlalu terang-terangan.


Mobil loli langsung berjalan keluar dari area mansion dan joo hanya bisa menatap kepergian loli dengan tak percaya.


" Dia wanita yang unik. Aku semakin tertarik dan tertantang untuk bisa mendapatkanmu loli ". Gumam joo menyeringai tipis, kemudian dia juga langsung pergi meninggalkan mansion loli.


****


Loli baru saja berjalan masuk kedalam gedung kantor kepolisian pusat. Tapi bukannya langsung menuju ruang kerjanya, loli malah langsung melangkahkan kakinya menuju ruangan komisaris jendral, tepatnya di ruangan kerja arga.


Ceklek..


Seperti biasanya, loli langsung masuk begitu saja kedalam ruangan arga tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu. Dan arga juga selalu melakukan hal yang sama dengan langsung menggelengkan kepalanya karena sikap loli.


" Apa kau sudah menyelidiki siapa pria itu dan kenapa dia bisa terluka dan datang ke mansionku ? ". Tanya loli tidak pernah basa basi terlebih dahulu, malah langsung mengatakan inti alasan dia datang ke ruangan arga.


" Ya. Dia bernama Lee joo hyung dan dia berasal dari korea selatan. Dia juga adalah CEO di perusahan LWJ grup yang pernah di pimpin oleh mantan CEO perusahan itu yang bernama Lee woojin ". Jelas arga masih separuh penjelasan sebenarnya.


" Maksudmu mantan CEO perusahan itu dan pria itu adalah ayah dan anak ? ". Tanya loli menduga-duga.


Arga menggelengkan kepalanya sejenak, kemudian dia menjawab pertanyaan loli.


" Sepertinya bukan. Karena dari informasi yang aku dapatkan, tuan Lee atau Lee woojin mantan CEO perusahan itu sama sekali tidak pernah menikah juga memiliki anak ". Jawab arga.


" Baiklah, lalu bagaimana dia bisa terluka ? ". Lanjut loli bertanya.


" Sepertinya dia di kejar oleh sekelompok orang yang masih belum bisa di ketahui siapa sekelompok orang itu. Dari cctv yang tertangkap, Lee joo hyun di serang oleh sekelompok orang itu saat dia sedang dalam perjalanan pulang ke hotel tempat dia menginap ".


" Dia sempat melawan tapi bala bantuan sekelompok orang itu terus berdatangan dan dia langsung di hajar habis-habisan oleh kelompok orang itu dan dia juga di tikam sehingga dia memilih melarikan diri ".


" Dan ternyata tkp itu dekat dengan mansionmu. Jadi menurutku dia random memilih tempat persembunyian karena terdesak ".


Arga menjelaskan semuanya tanpa ada yang kurang atau dia lebihka. Dia mengatakan kenyataannya yang telah dia selidiki.


****


Di tempat lain. Rolan sedang berada di rumah sakit tempat anya bekerja, karena tujuannya datang kerumah sakit tersebut memang untuk menemui anya.


Ketika rolan sudah tiba di depan pintu ruangan anya. Tanpa menunggu lama rolan langsung membuka pintu tersebut tanpa mengetuk terlebih dahulu.


Ceklek..



Deg.


Rolan langsung menutup kembali pintu ruang kerja anya, ketika dia mendapati anya sedang di peluk oleh seorang pria yang tak lain adalah salah satu dokter di rumah sakit itu di dalam ruangan tersebut, ketika pintu baru terbuka.


Sejenak tatapan rolan langsung berubah dingin. Entah kenapa ada perasaan aneh yang muncul tiba-tiba karena melihat hal tadi, semacam hatinya perih melihat adegan dimana anya di peluk oleh pria lain.



Rolan pun memilih untuk menunggu di dekat pintu ruangan anya dan dengan rolan menatap dingin ke arah pintu ruangan anya yang tertutup.


" Thanks glen ". Ucap anya dengan suara serak sehabis menangis langsung berterima kasih pada pria yang memeluk menenangkannya sedari tadi anya menangis.


" Hmm.. Sebenarnya aku masih ingin menemanimu, tapi aku harus pergi ke ruang operasi karena 10 menit lagi aku ada jadwal operasi ". Ucap glen yang ternyata adalah rekan sesama dokter anya di rumah sakit ini.


Tidak. Itu tidak benar, karena sebenarnya jadwal operasi yang akan di lakukan oleh glen akan di lakukan 30 menit lagi.


Ternyata glen sengaja berbohong karena tadi dia melihat ada seorang pria yang baru saja membuka pintu ruangan anya. Dan glen berpikir mungkin pria tadi adalah kekasih anya, karena pria itu langsung menutup kembali pintu ruangan anya setelah melihat glen memeluk anya.


Tapi ternyata anya tidak menyadari bahwa tadi ada yang membuka pintu ruangannya. Karena dia sibuk menenangkan dirinya yang juga sedang di tenangkan oleh glen dalam pelukan glen.


" Aaaa.. Ya, sekali lagi terima kasih glen ". Ucap anya berterima kasih dengan tulus.


Glen langsung tersenyum tipis menatap anya, kemudian dia langsung keluar dari ruangan itu.



Setelah glen keluar dari ruangan anya. Pandangan glen langsung tertuju pada sosok pria yang dia lihat membuka pintu ruangan anya tadi, sedang menatapnya dengan tatapan dingin.



Tapi ternyata rolan tidak merubah posisinya sedari tadi.


Tanpa menunggu lama lagi, glen memutuskan langsung pergi dari tempat itu menuju ruang kerjanya, karena dia tidak mau memperkeruh suasana.


Tak berselang lama, Anya pun keluar dari ruangannya dengan mata yang terlihat sedikit bengkak.


Deg.


" Lu !! Ngapain lu disini ? ". Pekik anya kaget melihat rolan di depan ruang kerjanya dan bahkan sedang menatapnya dengan tatapan dingin.


Akhirnya anya langsung mendekati rolan dengan tatapan tajam.


" Yakk.. Lu ngapain di sini ? ". Bisik anya karena tidak mau membuat keributan, saat anya sudah di hadapan rolan.


" Atau jangan-jangan lu kesini karena sakit ? Yakk.. Sakit apa lu lan ? ". Sambung anya panik seketika.


" Ikut gue ". Tapi tanpa terduga, rolan malah langsung menarik anya untuk ikut dengannya entah kemana. Sedangkan anya melototkan matanya karena terkejut, tapi dia tetap mengikuti rolan dengan kebingungan.