
Setelah pulang dari rumah adrian. Loli memutuskan ingin menyendiri terlebih dahulu untuk menenangkan pikirannya di salah satu cafe yang lumayan ramai para pengunjung yang menempati cafe tersebut.
Duduk sendirian di pojokan ruangan lantai 2 cafe itu membuat loli sedikit menjadi pusat perhatian para pengunjung di menempati lantai tersebut.
Tapi seperti biasanya loli tidak akan memperdulikan tatapan setiap orang yang melihat ke arahnya di manapun dia berada.
" Apa saya bisa duduk di sini ? ".
Tiba-tiba dari arah belakang, suara seorang wanita yang lumayan familiar di pendengaran terdengar sedang mengajukan pertanyaan pada loli yang langsung tersadarkan dari lamunannya.
Saat loli menoleh kebelakang, ternyata orang yang berada di belakangnya adalah ayana.
Tapi yang lebih mengejutkan lagi, loli sangat kaget melihat seluruh ruangan telah kosong dan tidak ada pengunjung lagi di dalam ruangan di lantai 2 tersebut yang tersisa hanyalah mereka berdua.
Tanpa menunggu jawaban loli mengizinkan atau tidak untuk ayana duduk di kursi kosong di meja yang di tempati loli, ayana langsung duduk dengan santai di kursi yang berhadapan dengan loli. Sedangkan loli hanya diam dan menatap ayana dengan tatapan dingin.
" Bagaimana penyelidikan kasus ini ? Apakah berjalan dengan lancar ? ". Tanya ayana dengan santainya seraya meletakkan tasnya di kursi kosong di sampingnya.
Mendengarkan pertanyaan ayana barusan, dengan perlahan loli menyilangkan tangannya di atas meja dan menatap ayana dengan tatapan yang sulit di artikan.
" Sebenarnya ada beberapa hal yang ingin saya tanyakan pada anda, dan ini mengenai kasus ini ". Ucap loli dengan wajah datarnya.
" Ya, anda bisa menanyakan apapun pada saya dan saya akan menjawab apapun pertanyaan anda, asalkan pertanyaannya masih masuk akal ". Ujar ayana benar-benar sangat tenang.
" Yang pertama saya ingin bertanya, kenapa anda memilih saya sebagai detektif utama untuk menyelidiki kasus ini yang bahkan sudah terkubur selama 14 tahun lamanya ? ". Tanya loli penuh selidik.
Belum juga ayana menjawab pertanyaan tersebut, tiba-tiba para pelayan datang menghampiri meja mereka sambil membawakan Coffe milk dan beberapa cemilan yang telah ayana pesan sebelum menghampiri loli.
" Apakah ada yang salah jika saya menginginkan anda yang menyelidiki kasus ini ? ". Tanya ayana setelah para pelayan pergi meninggalkan mereka lagi.
" Memang tidak ada yang salah dengan hal itu, hanya saja saya masih penasaran, kenapa harus saya ? ". Jawab loli datar.
" Hmm.. Saya mengerti maksud anda ".
" Tapi saya sengaja memilih anda karena saya telah banyak mendengarkan dari beberapa kalangan klien saya bahwa anda adalah detektif yang paling jujur dan juga selalu bisa menyelesaikan setiap kasus yang anda tangani selama di LA ". Jelas ayana dengan santai.
" Oke. Jika memang alasan anda memilih saya benar seperti yang anda katakan barusan, saya masih bisa mengerti ".
" Tapi pertanyaan kedua saya ".
" Kenapa anda bisa mengangkat kasus ini lagi dari 14 tahun lamanya telah di tutup ? Atau anda siapanya tuan gerald dan nyonya giantri beserta seluruh keluarga robin, sehingga anda ingin melakukan penyelidikan lagi terhadap kasus ini ? ". Tanya loli semakin menatap ayana penuh selidik.
Ayana terlihat mengembanggakan senyuman tipis ketika mendengarkan pertanyaan loli barusan.
" Saya akan menjawabnya, tapi belum sekarang. Karena ini belum waktu yang tepat anda mengetahui siapa saya dan ada hubungan apa saya dengan kedua orang yang anda sebutkan barusan ".
Mendengarkan ayana mengatakan kalau ini belum waktu yang tepat ayana memberitahukan hubungannya dengan kedua orang tuanya, membuat loli semakin penasaran.
" Baiklah jika anda tidak mau menjawab pertanyaan saya ".
" Tapi saya bukan tipe orang yang hanya diam saja, karena saya akan mengawasi anda selama penyelidikan ini berjalan ".
" Jadi berhati-hatilah jika tidak mau saya menemukan gerak-gerik anda yang mencurigakan, yang bisa membuat saya menangkap anda jika anda ternyata ingin berniat jahat ".
" Dia memang benar putri ka giantri. Bahkan hampir semua sifat ka giantri turun ke loli ". Batin ayana tersenyum tipis.
*********
Sore hari pun tiba dan sekarang aron dan jane baru saja memasuki sebuah restoran bintang 5 karena mereka sudah mulai lapar setelah seharian jalan-jalan berdua dengan sangat romantis dan penuh kebahagiaan.
" Kamu mau makan apa ? ". Tanya aron benar-benar lembut dan sangat romantis.
" Aku ingin makan steak aja, kamu mau makan apa sayang ? ". Jawab jane sembari balik bertanya.
" Steak 2, jus strawberry 1, air mineral 2 dan dessert saja ". Ucap aron menyebutkan pesanannya pada kariyawan restoran yang membawakan buku menu pada mereka di ruangan VVIP yang di tempati oleh aron dan jane.
" Baik tuan dan nyonya, mohon tunggu sebentar ".
Setelah perginya kariyawan tersebut, jane kembali bersikap manja di depan aron dan sepertinya aron juga membalas sikap manja jane dengan sikap yang memang memanjakan.
Jane tidak menyangka aron akan memperlakukannya seperti ini. Bahkan sampai saat ini, jane masih merasa seperti bermimpi karena semua sikap aron yang aron berikan padanya hari ini sangatlah tidak terduga dan tiba-tiba terjadi begitu saja.
" Maaf aku belum bisa membawahmu jalan-jalan ke tempat yang lebih bagus ". Tiba-tiba aron meminta maaf pada jane.
" Sayang.. Aku sama sekali tidak mempermasalahkan kemana kamu mengajakku jalan-jalan kok ".
" Di ajak jalan-jalan sama kamu aja sudah sangat membuatku bahagia ". Ucap jane dengan jujur.
Aron tersenyum manis seraya meraih tangan jane dan menggenggamnya dengan lembut.
Jane semakin melayang dengan semua sikap yang aron berikan, dia benar-benar bahagia seharian ini.
Tak berselang lama, makanan pesanan mereka akhirnya di sajikan di meja dan mereka langsung menikmati kebersamaan mereka dengan begitu romantis sore hari ini.
*****
Sekarang sudah jam 7 malam dan loli baru saja tiba di mansion brenda, bersamaan dengan brenda yang baru saja tiba di mansionnya.
Setelah keluar dari mobil, mereka berdua langsung jalan bersamaan memasuki mansion keluarga brenda dengan wajah yang terlihat sangat lelah dari wajah loli maupun brenda saat ini.
" Apa 2 satpam yang Lo temui mau membantu Lo di persidangan nanti ? ". Tanya brenda di sela langkah kaki mereka terus berjalan menuju kamar brenda.
" Ya, mereka mau bersaksi nanti ". Jawab loli.
Ceklek.
Brenda membuka pintu kamarnya dan mereka berdua langsung masuk kedalam sana dan langsung merebahkan tubuh mereka dengan kasar di atas ranjang milik brenda.
" Bagaimana dengan orang yang akan membantu Lo ? ". Tanya loli sambil menatap ke langit-langit kamar brenda.
" Aman, kami sudah selangkah lebih maju menjalankan tugas yang lu kasi ". Jawab brenda.
Loli menganggukkan kepalanya, tapi tak berselang lama dan mungkin karena mereka memang benar-benar kelelahan. Tanpa sadar mereka berdua tertidur dengan pulas, padahal mereka belum membersihkan diri mereka.