
" Tidak mudah melukai seseorang yang sangat di cintai ". Ucap ruby.
" Tapi dia hampir saja membunuh loli, Jika dia memang mencintai loli, haruskah dia menyuruh anak buahnya untuk menembak loli walaupun hanya sekedar untuk mengecoh saja ? ". Ujar hasley tetap saja tidak menyukai joo.
Angel yang sedang sibuk menata bunga yang ada di ruang santai ayana pun angkat bicara.
" Kita cukup melihat saja apa yang akan di lakukan joo kedepannya, apa dia benar-benar ingin melindungi loli dari kejaran ayahnya atau dia ingin mendekati loli hanya untuk bisa lebih dekat dengan targetnya agar dia bisa dengan mudah membawah loli kehadapan ayahnya ". Ujar angel dengan santainya.
" Hmm, Untuk sementara waktu kita cukup mengawasi pergerakan joo, kita tidak tahu apa yang akan dia lakukan kedepannya, tapi semoga saja dia bisa memegang omongannya untuk melindungi loli ". Sambung ayana setuju dengan ucapan angel.
Mereka terus membahas masalah itu, tak berselang lama, tiba-tiba salah satu art ayana datang menghampiri mereka di ruangan santai seraya menundukkan kepala sejenak dengan sopannya.
" Ada apa ? ". Tanya ayana dengan wajah datarnya.
" Maaf saya mengganggu waktu nyonya, tapi di depan ada tamu yang baru saja datang dan ingin menemui nyonya ". Jawab art tersebut dengan sopan.
" Tamu ? Wanita atau pria ? ". Tanya ayana penasaran.
" Dia seorang wanita, dan sepertinya wanita itu pernah datang ke mansion ini dan makan malam bersama nyonya beberapa minggu lalu ". Jawab art itu lagi.
Ayana menautkan kedua alisnya penasaran, jika loli yang datang itu sangat mustahil menurut ayana karena loli di ajak saja untuk sekedar makan malam tidak mau, sekarang kan tidak mungkin dia datang sendirian ke mansionnya.
" Apa dia datang sendirian ? Siapa namanya ? ". Tanya ayana lagi dan lagi untuk memastikan.
" Ya nyonya, wanita itu datang sendirian, tapi saya lupa menanyakan siapa namanya ".
" Ya sudah, izinkan dia masuk dan antarkan dia ke ruangan ini ". Ucap ayana.
" Baik nyonya ". Art itu pun langsung pergi melakukan perintah ayana.
" Apa kau ada janji temu dengan seseorang ? ". Tanya angel masih sibuk menata bunga yang tadi.
" Tidak ". Jawab ayana dengan singkat.
" Mungkin yang datang sahabatnya loli, siapa namanya ? Aku lupa ". Ucap ayana.
" Brenda sama anya ". Sambung ruby memutar bola matanya karena ayana memang pelupa.
" Aahh ya, sepertinya salah satu dari mereka yang datang kesini ". Balas ayana cengar-cengir karena kelalotannya.
Tak berselang lama muncul lah tamu yang di maksudkan oleh art tadi bersama art tersebut di belakangnya wanita yang di maksudkan.
Deg.
Ayana, angel bahkan hasley dan ruby terkejut melihat kehadiran loli yang ternyata adalah tamu yang di maksudkan art tadi.
Sedangkan tatapan loli langsung berubah dingin ketika melihat ke empat orang yang berada dalam mimpinya ternyata benar saling mengenal satu sama lain dan bahkan sekarang sedang berkumpul bersama di ruangan ini.
" Kalian kembalilah bekerja ".
Ayana menyuruh para art nya untuk kembali bekerja seraya dia berjalan mendekati loli.
" Saya tidak pernah menyangka kalau anda akan datang ke mansion saya sendirian seperti saat ini, apakah anda membutuhkan bantuan saya, detektif robin ? ". Tanya ayana terlihat sangat santai walau sebenarnya dia sangat terkejut.
" Hmm.. Tapi silahkan duduk terlebih dahulu, maaf jika anda akan sedikit canggung karena ada mereka di dalam ruangan ini ".
Ayana pun mengajak loli untuk duduk bergabung bersama mereka di ruangan santai tersebut.
Loli mengikuti arahan ayana, dia duduk di samping ruby yang berhadapan langsung dengan ayana dan hasley, tapi tatapan matanya sedari tadi telah menatap mereka semua dengan tatapan yang sulit di artikan.
" Ternyata benar, dia sangat mirip dengan ka giantri ". Batin hasley yang bahkan mengakui kalau wajah, sikap maupun sifat loli memang sama persis dengan giantri semasa dia masih hidup.
" Ada keperluan apa anda datang ke sini mencari saya ? Kedatangan anda sangat mengejutkan karena saya pikir anda bukan tipe orang yang ingin bertamu sendirian di rumah orang ". Tanya ayana dengan tenang.
Bukannya menjawab pertanyaan ayana, tatapan loli kini fokus ke arah angel yang terlihat terdiam membisu menatap ke arah loli.
" Jadi semua ini ulah tante angel ? ". Tanya loli dengan tatapan dingin.
" Ehh.. Kenapa jadi tante yang di salahin ? Jangan karena tante sedang bersama nyonya ayana, jadi kamu jangan langsung berpikiran negatif ke tante ". Jawab angel mencoba bersikap santai dan tenang.
" Hmm.. Mungkin benar tentang firasatku selama ini, kalau ternyata tante angel dan mereka bertiga jelas mengetahui kematian ayah dan bunda ". Ujar loli dengan emosi yang masih bisa dia kontrol.
Semua terkejut mendengarkan ucapan loli, tapi tiba-tiba hasley angkat bicara.
" Apakah sebuah firasat bisa menyatakan kalau apa yang anda katakan itu benar adanya, detektif robin ? ". Tanya hasley dengan tatapan yang sulit di artikan.
" Ya, sekalipun firasat saya salah, tapi kenyataannya kalian berempat sedang berkumpul bersama saat ini ".
" Apa saya salah jika saya harus mencurigai kalian ? Yang awalnya nyonya ruby datang padaku memberitahu saya tentang tuan son dan tuan tristan yang sekarang adalah orang yang sedang dalam list untuk di selidiki dan sekarang nyonya ayana tiba-tiba mengangkat kasus kematian kedua orang tua saya yang telah usut kembali selama belasan tahun dan anehnya saya tidak pernah tahu apa hubungan nyonya ayana dengan kedua orang tua saya ! ".
Loli benar-benar mengatakan semua itu panjang lebar, tatapannya sangat tajam menatap hasley tanpa terlihat rasa takut untuk melawan ke empat orang yang mempunyai nama besar di seluruh dunia ini.
" Hey, kenapa kalian malah seperti ini ".
Angel pun mulai panik, dia mencoba untuk menghentikan perdebatan hasley dan loli, karena dia tahu seperti apa sifat hasley maupun loli, dan dia tidak akan membiarkan mereka berdua hanyut dalam emosi.
Situasi semakin menengang, loli tak henti-hentinya menatap angel dan lainnya dengan tatapan tajam, sedangkan angel dan lainnya hanya bisa diam karena mereka tahu loli sedang terbawah emosi.
" Saya akan menyelidiki kalian semua, terutama tante angel ". Loli langsung berdiri dari duduknya.
Angel tercengang mendengarkan pernyataan loli, tapi loli terlihat benar-benar serius dengan pernyataannya.
" Jika saya mendapati kalian atau pun salah satu dari kalian ternyata adalah dalang kematian keluarga saya, maka jangan salahkan saya jika saya akan membuat kalian menyesal seumur hidup kalian ".
Setelah mengatakan hal itu, loli langsung pergi meninggalkan angel dan lainnya di dalam ruangan itu.
" Astaga, kenapa dia bisa sangat mirip seperti ka giantri ? Dia sangat menakutkan ". Ucap ruby sangat dan sangat di kejutkan dengan sifat loli.
" Buah tidak jatuh jauh dari pohonnya ". Ujar hasley tersenyum tipis karena dia bangga loli bisa tumbuh dengan baik.