Lolita's Hidden Secrets

Lolita's Hidden Secrets
Bab 53



Loli di jamu dengan minuman hangat dan juga beberapa cemilan yang di sediakan oleh gadis itu.


" Oh yah, nama anda siapa ? Sepertinya wajah anda menunjukkan kalau anda bukan berasal dari indonesia yah ? ". Tanya gadis itu pada loli, saking penasarannya.


" Saya lahir di indonesia, tapi ibu saya berasal dari korea ". Jelas loli yang tanpa sadar, sangat nyaman ngobrol sama gadis itu.


" Ohhh... Pantesan saja ".


******


" Cepat dapatkan kembali kotak itu, atau saya akan melenyapkanmu ! ". Ucap adrian sangat kesal karena dia bahkan belum sempat melihat isi kotak yang di berikan oleh anak buahnya.


" Ma-maaf tuan, tapi saya tidak bisa melakukannya ". Ucap anak buah adrian bergetar takut.


" Apa maksudmu ? ". Tanya adrian dengan sorot mata yang sudah mulai tajam dan sangat dingin.


" Di-dia adalah wanita yang tuan incar ". Jawab anak buah adrian dengan gugup.


Deg.


" Jangan membuat saya marah ! ".


" Tidak mungkin wanita itu adalah salah satu anggota dari devil woman ! ".


Adrian tidak percaya bahkan dia dengan yakin kalau wanita yang dia incar bukanlah devil 4, salah satu anggota dari devil woman.


" Maaf tuan, tapi itu memang kenyataannya ".


Adrian langsung mengusap wajahnya dengan kasar, ketika dia menyadari kalau pernyataan anak buahnya terlihat sangat meyakinkan.


****


Sepulangnya loli dari rumah hana, anggota kepolisian wanita yang 14 tahun lalu melindunginya sedari kejadian masalalu loli terjadi pada saat itu, loli langsung menuju ke rumahnya yang di penuhi semua kenangan indah dan juga kenangan pahit di dalam sana.


Sekarang loli sudah berada di depan gerbang masuk mansion keluarganya yang telah dia tinggalkan selama 14 tahun yang lalu.


Loli cukup terkejut karena dia mendapati mansion keluarganya sama sekali tidak ada yang berubah dan bahkan halaman pekarangan mansion itu sangat bersih, seperti di rawat oleh seseorang selama dia meninggalkan mansion ini.


" Apa tante angel yang datang dan menyuruh orang membersihkan mansion ini ? ". Gumam loli seraya berjalan masuk mendekati pintu utama mansion keluarganya.


Pandangannya mengarah ke segala arah di luar mansion tersebut, dan tak berselang lama akhirnya loli sudah berdiri di depan pintu utama mansion itu.


" Hah ".


Ceklek.


Setelah menghembuskan nafasnya dengan berat, loli pun membuka pintu mansion tersebut yang ternyata tidak terkunci.


" Tidak ada yang berubah ". Batin loli menahan rasa sesak di dadanya karena teringat kembali kejadian di mana dia harus kehilangan seluruh keluarganya.


Dia mendekati foto keluarganya yang terpampang jelas di dinding ruang tamu yang telah dia masuki.


" Ayah bunda ". Gumam loli menahan dirinya agar tidak menangis.


" Akhirnya saya menemukanmu, gadis sialan ".


Deg.


Tiba-tiba seseorang berkata seperti itu, sehingga loli terkejut dan spontan membalikkan badannya ke arah pintu utama dimana sumber suara itu terdengar.


Ternyata di pintu utama mansion sedang berdiri seorang pria yang sedang menghadap ke arahnya dengan seringai tipis.


" Siapa kamu ? ". Tanya loli waspada dengan tatapan dinginnya.


" Kamu tidak perlu tahu siapa saya, gadis sialan ! Sebaiknya kamu ikut saya sekarang atau saya akan membunuhmu sekarang juga ! ". Ancam pria itu pada loli.


Tangan kanan loli dengan perlahan mulai di arahkan ke belakang punggungnya untuk bersiap menggunakan pistolnya, jika pria di depan sana akan bertindak di luar batas.


Tapi tiba-tiba saja...


" Cih ".


Dari arah luar mansion, tiba-tiba suara tembakan terdengar begitu nyaring dan ternyata sebuah peluruh dari tembakan tersebut, hampir saja mengenai pria itu. Untung saja pria itu dengan sigap menghindari peluruh tersebut, sehingga tidak mengenainya.


Bahkan saat pria itu melihat lagi ke arah loli, sekarang loli sudah mengarahkan senjatanya ke arah pria itu dengan tatapan dingin.


" Selangkah saja anda maju mendekati saya, jangan salahkan saya jika saya menembak anda ! ". Loli pun balik memberikan perlawan dengan ancaman mematikannya.


Tapi anehnya, pria itu sama sekali tidak terlihat takut dan bahkan pria itu malah mengeluarkan senjata apinya juga dan langsung di arahkan pada loli.


" Saya tidak takut dengan ancaman anda, detektif robin ". Ucap pria itu dengan perlahan mulai berjalan mendekati loli.


" Jika kau melangkah sekali saja mendekatinya, saya akan menembak anda wakil taejoo !".


Deg.


Pria itu langsung berbalik arah menghadap ke arah belakang setelah mendengarkan ancaman dari seseorang yang tentunya bukan loli.


" Ka-kau ! ". Pekik pria itu yang ternyata adalah wakil atau tangan kanan lee woojin yang bernama tae joo, sangat kaget melihat sosok seorang wanita yang memakai topeng yang sangat dia kenal.


Sedangkan loli mundur beberapa langkah ketika dia melihat situasi di dalam ruangan itu semakin berbahaya, setelah kedatangan sosok wanita bertopeng yang memegang senjata api di dalam ruangan itu.


" Siapa wanita ini ? ". Batin loli penasaran.


" Ini gawat, kenapa devil 4 bisa berada di sini ? ". Batin tae joo mulai waspada.


" Jangan mencampuri urusan saya ! Sebaiknya anda pergi atau bukan hanya gadis ini yang akan saya bunuh ! Melainkan anda juga akan saya lenyapkan jika berani mencampuri urusan saya !". Ancam tae joo pada wanita yang dia sebut devil 4.


" Jika anda tidak takut dengan ancaman gadis itu, maka saya juga sama sekali tidak takut dengan ancaman anda !". Balas sih devil 4 di iringi seringai tipis mematikkan.


" Dimana orang-orang sialan itu ? Kenapa mereka malah membiarakan devil 4 memasuki mansion ini ! ". Batin tae joo kesal pada para anak buahnya yang ternyata di suruh berjaga di luar mansion itu.


" Jangan berani mendekat atau saya akan menembak anda tanpa ragu !". Ancam tae joo merasa tersudutkan.


" Siapa sebenarnya wanita ini ? Kenapa pria itu malah terlihat takut pada wanita itu ". Batin loli semakin penasaran.


" Saya akan memberikan anda kesempatan untuk keluar dan pergi dari mansion ini ! ".


" Tapi dengan satu syarat ! ".


" Katakan pada tuanmu untuk tidak mengusik gadis itu lagi, atau saya benar-benar akan melenyapkan kalian semua ! ".


Sih devil 4 langsung bernegosiasi seraya mengancam tae joo saat ini.


" Tidak, saya yakin anda tidak akan membiarkan saya keluar dari mension ini dengan sebebas ini ! ". Ujar tae joo dengan yakin.


Brukkk..


Devil 4 langsung melemparkan senjata apinya ke sembarang arah dengan santainya.


" Pergilah sekarang juga, sebelum saya berubah pikiran !". Ucap sih devil 4 dengan dingin.


" Cih ".


Dengan cepat tae joo berlari keluar dari ruangan itu dan keluar dari mansion tersebut.


Bukan karena dia takut, apalagi dia sekarang sedang memegang senjata. Tapi jika dia melakukan pertarungan dan melawan devil 4, maka dia yakin di akan kalah dengan bodohnya di tangan devil 4.


Setidaknya sekarang dia berpikir, dia akan melaporkan kejadian ini pada sang tuan yang tak lain adalah lee woojin setelah dia tiba di markas nanti.


" Tunggu ". Pekik loli mencoba menahan devil 4 yang hendak berjalan keluar dari mansion tersebut.


Tapi devil 4 dengan sengaja tidak menghiraukan panggilan loli dan dia langsung pergi begitu saja.


Loli berlari berniat menyusul devil 4, tapi anehnya saat dia keluar dari pintu utama mansion. Dia tidak mendapati wanita tersebut dan dia melihat situasi di luar mansion bahkan kembali sunyi.