Lolita's Hidden Secrets

Lolita's Hidden Secrets
Bab 49



Ketika mobil yang di naiki oleh loli, anya dan brenda sudah memasuki pekarangan halaman area mansion ayana. Ternyata ada mobil yang berhenti di jarak yang cukup jauh dari gerbang mansion ayana, karena ternyata mobil itu sudah mengukuti mobil loli, anya dan brenda sedari mobil itu keluar dari area mansion keluarga brenda.


Ternyata di dalam mobil itu ada satu orang pria dan sekarang pria itu langsung menghubungi seseorang melalui panggilan telfon, seraya pandangannya masih mengarah ke arah gerbang mansion ayana.


" Maaf tuan, target ternyata baru saja memasuki mansion nyonya ayana ". Lapor pria itu pada orang yang dia hubungi.


Entah apa yang di katakan orang dalam panggilan tersebut. Pria itu seketika langsung melajukan mobilnya menjauh dari area mansion ayana setelah panggilan telah berakhir.


Sedangkan di dalam sana, ayana telah menyambut kedatangan loli, anya dan brenda, dan sekarang mereka sudah berada di ruangan makan yang sangat mewah dan juga berkelas.


" Wahhh.. Ruang makannya aja udah kayak gini besarannya. Ini mansion apa istana yee ? ". Batin anya terkagum-kagum dengan mansion ayana.


Sama halnya dengan anya, brenda juga terkagum-kagum dengan mewahnya serta betapa besar dan luas hanya sekedar ruang makan saja. Tapi tentunya tidak bagi loli, yang hanya bersikap biasa saja.


" Silahkan nikmati masakan buatan saya, karena saya memang khusus memasak semua makanan ini untuk kedatangan kalian bertiga ". Ucap ayana langsung mempersilahkan loli dan lainnya untuk segera mencicipi masakan yang memang dia masak sendiri.


" Wahh.. Ternyata selain cantik, anda juga jago masak ". Puji anya terkagum-kagum.


Brenda langsung menyenggol lengan anya karena merasa anya tidak sopan, apalagi sekarang ayana sudah menatap ke arah anya.


" Eeee.. Maaf nyonya ayana, saya tidak bisa menahan perkataan saya ". Ucap anya yang langsung tersadar dengan apa yang telah dia ucapkan ada ayana. Padahal sebenarnyakan anya hanya memuji ayana bukan menghina atau apapun yang tidak pantas untuk di ucapankan.


" Kenapa kamu meminta maaf pada saya ? Apakah kamu melakukan kesalahan ? ". Tanya ayana tersenyum hangat menatap ke arah anya.



Deg.


Anya dan brenda seketika diam mematung melihat senyuman hangat yang ayana tunjukkan di hadapan mereka.


Siapa yang akan menyangka, salah saty wanita dari ke empat wanita yang di juluki ratu es malah sedang tersenyum hangat pada mereka. Anya dan brenda merasa bahwa ini adalah fenomena yang sangat langka.



" Oh ya, saya ingin bertanya pada kalian bertiga, tentang suatu hal yang sangat membuat saya penasaran ". Ujar ayana sembari menyuapkan sereal di mulutnya, karena dia sedang diet, jadi dia tidak ingin makan makanan berat jika malam hari.


" Silahkan nyonya ayana, kami akan menjawab apapun yang bisa kami jawab ". Ucap brenda dengan sopan.


Ayana tersenyum tipis, kemudian dia mengarahkan pandangannya ke arah loli dengan tatapan yang sulit di artikan.


" Apa kalian bertiga menyadari sesuatu dari sikap jendral nelsen tadi siang yang dia tunjukkan pada kalian ? ". Tanya ayana dengan santainya.


" Kenapa anda bertanya seperti itu ? ". Loli langsung bertanya dengan tatapan datar pada ayana.


Sedangkan anya dan brenda hanya bisa memejamkan mata menahan sabar karena mereka tahu sikap loli yang terlalu terang-terangan dan sangat bar-bar. Apalagi mereka juga tahu loli sama sekali tidak takut sekalipun yang loli hadapi saat ini adalah ayana.


" Hmm.. Pertanyaan yang menarik ". Jawab ayana tersenyum tipis.


" Saya hanya ingin mengatakan kalau kalian harua berhati-hati jika berhadapan dengan jendral nelsen.. Karena dia tidak seperti yang kalian bayangkan dan lihat ".


" Saya menasehati kalian karena kalian tanpa sadar sudah membuatnya menyimpan dendam pada kalian. Dan saya tahu kalau dia pasti akan melakukan sesuatu pada kalian ". Sambung ayana.


Deg.


" Maaf nyonya, tapikan jendral nelsen yang memulai mencari masalah dengan kami, lalu kenapa dia malah ingin mengusik kami ". Ujar brenda kebingungan.


" Ya, saya tahu maksudmu. Tapi dia tidak berpikir seperti yang kalian pikirkan saat ini ". Balas ayana dengan serius.


" Saya sama sekali tidak takut padanya. Jika dia berani mengusik saya dan sahabat saya, maka dia juga harus menerima resiko dari niat buruknya ". Ucap loli dengan tegas.




****


Tadinya loli ingin segera pulang setelah makan malam bersama ayana. Tapi ayana mengajak dia, anya dan brenda pergi ke salah satu ruangan di dalam mansion ayana dan akhirnya loli terpaksa harus ikut karena anya dan brenda memaksanya.


Di dalam ruangan itu, ayana menjamu mereka dengan teh hangat. Tapi teh itu bukan sekedar teh hangat saja, melainkan teh itu sangat mahal karena hanya para sultan yang meminum teh yang di sajikan ayana saat ini.


" Maaf telah merepotkan anda, nyonya. Tapi anda tidak perlu menjamu kami seperti ini. Kami malah jadi tidak enak ". Ucap anya tidak enak.


" Tidak masalah, karena saya memang jarang menerima tamu dan kalian adalah tamu pertama yang saya temui di tahun ini ". Jawab ayana dengan santai sambil menyeruput tehnya.


Tapi loli malah menatap ayana dengan datar karena dia terlalu peka dengan sikap ayana saat ini.



" Langsung katakan saja, apa sebenarnya yang ingin anda katakan pada kami. Jangan terlalu bertele-tele seperti ini ". Ucap loli seraya memicingkan matanya.


" Dia sangat peka seperti ka giantri ". Batin ayana seraya tersenyum tipis menatap loli.


" Lol ? ". Ucap brenda dan anya secara bersamaan menegur loli.


" Baiklah jika kamu merasa tidak nyaman jika terlalu lama bertemu dengan saya, maka saya akan mengatakan apa alasan saya yang sebenarnya ingin saya sampaikan pada kalian. Terutama kamu ".


Loli memicingkan matanya menatap ayana penuh selidik.


" Lee woo jin ". Ucap ayana tiba-tiba menyebutkan sebuah nama yang tidak di kenal oleh loli, anya dan brenda.


" Pria bernama lee woo jin yang baru saja saya sebutkan ".


" Kalian harus berhati-hati dan menghindarlah jika bertemu dengannya tanpa di sengaja ". Jelas ayana dengan serius.


" Maaf, tapi memangnya siapa pria bernama lee woo jin yang anda sebutkan barusan, nyonya ? ". Tanya brenda penasaran.


" Dia adalah ketua gangster Black wolf yang berasal dari korea selatan. Dan kalian harus tahu kalau pria itu sedang mengincar kalian bertiga bahkan 2 sahabat pria kalian juga ".


" Tapi ". Ayana sengaja menjeda penjelasannya, sehingga membuat loli, anya dan brenda penasaran.


" Tapi apa, nyonya ? ".


" Tapi target utamanya adalah kamu ". Jawab ayana seraya menatap ke arah loli.


Loli menatap ayana dengan tatapan yang sulit di artikan.



Setelah itu loli langsung mengambil gelas berisikan teh yang di sajikan untuknya, kemudian memimum teh tersebut.



" Saya tidak tahu kenapa anda menyuruh kami berhati-hati pada pria yang anda sebutkan.



" Tapi saya tidak takut pada siapapun kecuali tuhan saya. Sekalipun yang ingin berniat jahat pada saya adalah seorang ketua gangster ".


Loli berkata jujur, karena dia memang tidak takut pada siapapun kecuali tuhannya. Dan loli sangat percaya bahwa dia akan di lindungi oleh semesta karena dia percaya bahwa selama ini dia tidak pernah mencari masalah dengan siapapun ataupun merigukan siapapun di dunia ini.