Lolita's Hidden Secrets

Lolita's Hidden Secrets
Bab 31



" Loli, sekarang lu harus jelasin ke kita-kita, kenapa lu bisa kenal sama nyonya angel dan bahkan lu manggil dia dengan sebutan tante bukan nyonya ". Desak anya saking penasarannya, setelah sekarang dia, loli dan brenda serta rolan sudah kembali berkumpul di ruang santai karena angel sudah pergi meninggalkan mansion loli.


" Apaan sih, Nyaa... " balas loli malah terlihat kesal.


" Ohh jadi sekarang Lo mau main rahasia-rahasiaan dengan kita bertiga ? ". Anya pun menatap loli dengan tajam.


" Cih.. Dia sahabat bunda gue yang gue ceritain ke kalian. tante angel yang bawah gue ke LA setelah hari itu ". Loli pun menjawab pertanyaan anya walaupun dia sedikit kesal.


" What !! ". Pekik anya dan brenda terkejut dengan mata melotot dan mulut ternganga.


Sedangkan rolan hanya diam walaupun sebenarnya dia juga sangat terkejut setelah mengetahui alasan angel bisa datang ke mansion loli.


" Wah ini gila... "


" Gue gk nyangka kalau nyonya angel adalah sahabat bunda lu yang lu ceritain ke kita, Lol ".


Anya spechlees dan brenda langsung menganggukkan kepalanya membenarkan ucapan anya barusan.


" Apa kehadiran nyonya angel, nyonya hasley dan nyonya ayana, terutama nyonya ruby di pesta pernikahan aron kemarin, ternyata ada sangkut pautnya dengan lu, Lol ? ". Tiba-tiba saja rolan mengatakan hal itu seraya menatap loli dengan tatapan aneh.


" Apa maksud Lo ? ". Tanya loli menautkan kedua alisnya kebingungan.


Brenda langsung menjelaskan maksud pertanyaan rolan dengan menceritakan kejadian yang terjadi saat pesta pernikahan aron kemarin malam di indonesia.


" Maksud Lo, nyonya ruby sahabatan dengan tante angel ? ". Pekik loli pertama kali menunjukkan raut wajah terkejut di depan anya, brenda dan rolan selama dia bersahabat dengan mereka.


" Dia tidak tahu akan hal itu ". Batin rolan percaya kalau loli sama sekali tidak tahu kalau selama ini angel bersahabat dengan ruby.


Loli tidak bisa berkata-kata lagi. Fakta yang baru saja dia ketahui itu sungguh membuatnya terkejut.


" AAAKKKKHHH ".


Loli berteriak seraya meremas rambutnya. Anya brenda dan rolan melongo melihat loli berteriak seperti itu untuk pertama kalinya.


" Lol ? Lo gk papa kan ? ". Tanya brenda.


Bukannya menjawab loli malah berdiri dengan raut wajah datar dan langsung pergi begitu saja meninggalkan Anya, rolan dan brenda di ruang santai. Loli langsung menaiki tangga menuju lantai 2 ke kamarnya.


" Busett dah, kenapa aron dan loli sekarang banyak kali menunjukkan sikap aneh mereka gk seperti biasanya. Gue merinding Loh dengan sikap mengejutkan mereka berdua ". Ucap brenda sangat terkejut dengan perubahan sikap aron maupun loli belakangan ini.


" Aaah.. Pusing gue, ayok pulang aja ". Ajak anya pusing memikirkan perubahan aron dan loli.


Brenda dan rolan setuju dengan ajakan anya, akhirnya mereka bertiga pulang dari mansion loli.


*****


Di dalam kamar. Loli ternyata sedang menatap kalung liontin pemberian giantri bundanya yang baru saja dia lepas dari lehernya.


" Bun ? Apa maksud dari semua ini ? Aku bingung harus ngapain ". Batin loli dengan bibir mulai bergetar ingin menangis menumpahkan kelu kesah nya.


" Aku rindu ayah dan bunda, yang lain juga ".


" Apa aku mampu menghadapi semua ini ? ".


Loli terus mengeluarkan unek-uneknya, mencurhatkan isi hatinya sambil melihat kalung liontin di tangannya.


Ini lah yang selalu loli lakukan setiap kali dia memiliki banyak masalah dan merasa tidak mampu menghadapinya. Dia akan curhat sambil melihat kalung liontin pemberian sang bunda karena merasa sang bunda akan hadir di sekitarnya jika dia memegang liontin itu.


Loli menatap langit malam yang indah di terangi bulan purnama di atas sana, karena sekarang dia sedang berdiri di balkon kamarnya.


Sedangkan di tempat lain, aron sedang berada di apartemennya yang ada di indonesia. Dia sedang frutasi dan memilih untuk menghabiskan malam ini dengan meminum Wine.


" Gue gk tau kenapa gue harus lakuin semua kegilaan ini ". Sambung aron seraya meneguk lagi wine di gelas yang dia pegang.


" Gue gk sudi nikahin wanita ular itu, Lol. Yang gue mau hanya lu doang yang harus bersanding mah gue ".


Aron semakin pusing dan tidak terkendali di bawah pengaruh alkohol. Dan ternyata selam ini aron sangat pandai menyembunyikan perasaannya.


Dia ternyata selama ini mencintai loli dalam diam dan berharap hanya loli yang akan menjadi istrinya kelak di masa depan nanti.


Tapi apa ? Sekarang dia malah melepaskan loli begitu saja dan malah menikahi jane hanya karena paksaan kedua orang tuanya.


" Apa yang harus gue lakuin, Lol ? Apa gue harus jalani pernikahan ini walaupun gue gk punya perasaaan sama sekali pada wanita itu ? Atau gue ceraiin aja dia ? ". Tanpa sadar aron telah meneteskan air matanya.


" Gue gk siap kalau nanti gue ngelihat Lo sama pria lain, Lol ".


" AAAHHHKKKK SIAL ".


Semua perasaan aron bercampur aduk menjadi satu. Dia sungguh frustasi menghadapi semua masalah yang mendatanginya.


Dan malam ini terus berlanjut. Aron terus memaksakan dirinya meminum semua wine sampai habis dan mabuk seperti orang gila.


*****


Ke esokan harinya di LA, tepatnya di kantor kepolisian pusat.


" Apa kamu akan menerima kasus ini ? ". Tanya arga pada loli.


" Ya, aku akan menangani kasus ini ". Jawab loli dengan datar.


" Baiklah, besok kamu harus segera melakukan penerbangan ke inggris dan persiapkan barang bawaanmu mulai sekarang ". Ujar arga mengingatkan lagi pada loli.


" Hmm, aku pulang sekarang ". Balas loli langsung pergi meninggalkan ruangan arga.


Setelah itu dia langsung menuju parkiran dan masuk kedalam mobilnya.


Tapi ketika loli baru menghidupkan mesin mobilnya. Tiba-tiba seseorang membuka pintu mobil di depan di samping loli dan orang itu masuk dan duduk begitu saja di samping loli.


Ketika loli menoleh mengarahkan pandangannya ke arah samping pada orang itu. Tatapan loli langsung berubah dingin setelah mengetahui siapa orang itu.


" Apa yang anda lakukan di dalam mobil saya, nyonya ruby ? ". Tanya loli dengan wajah datar dan tatapan dingin melihat ke arah ruby.


Ternyata orang itu adalah ruby yang memasuki mobil loli secara tiba-tiba.


" Jalankan mobilnya ". Bukannya menjawab pertanyaan loli. Ruby malah menyuruh loli menjalankan mobil itu.


Loli memutar bola matanya dengan malas, tapi dia menuruti perintah ruby dan mobil pun langsung di jalankan oleh loli mulai keluar dari area kantor kepolisian pusat.


" Apa kau penasaran dengan ku ? ". Tiba-tiba ruby bertanya tanpa melihat ke arah loli.


" Apa maksud anda ". Jawab loli tanpa melihat ruby juga dan fokus mengemudikan mobilnya dengan santai.


" Hmm... Bukannya kamu menyuruh sahabatmu yang bernama brenda untuk menyelidiki identitasku ? Atau saya salah ? ". Jawab ruby seraya menoleh ke arah loli dengan senyuman tipis.


" Darimana anda mengetahui hal itu ? ".


" Apakah anda juga sedang menyelidiki saya secara diam-diam, nyonya ruby ? ". Sambung loli tanpa basa-basi.


Ruby pun tersenyum mendengarkan pertanyaan loli barusan, sedangkan loli setia dengan wajah datarnya dan fokus mengemudikan mobilnya.