
Rolan pun langsung masuk kedalam kamarnya, sedangkan anya dan brenda masih berada di ruang santai.
" Nyaa ? Apa lu tau rolan punya perasaan sama lu ? ". Tanya brenda masih tak percaya.
" Sumpah gue cuma becanda tadi tanya kalo lu berdua pacaran ". Sambung brenda serba salah.
" Haissss, diem dulu bren, gue pusing mikirin hal ini ". Ujar anya sambil mengacak-acak rambutnya.
" Ngapain pusing bodoh ! Pergi sono bujuk rolan, biar dianya gk minder sama lu ".
" Lu nya juga sih, ngapain lu ngomong kayak gitu kalo ternyata lu udah tau dia punya perasaan sama lu ". Sambung brenda.
Mungkin brenda memang syok karna dia baru mengetahui bahwa rolan ternyata punya perasaan ke anya, tapi dia harus segera membantu anya dan rolan agar kedepannya mereka berdua gk putus persahabatan hanya karena masalah ini.
" Yaaa, masa gue yang nemuin dia. Dimana-mana cowolah yang nyamperin cewe bukan cewe yang nyamperin cowo ". Ujar anya tak mau kalah.
Tapi ternyata, tanpa mereka sadari, ternyata loli telah mendengarkan semuanya karena dia tadi belum sempat masuk kedalam kamar disaat rolan menyatakan hal tadi pada brenda, dan bahkan sekarang loli ternyata sedang bersama rolan di balkon luar lantai 2 rumah sewa itu.
" Hah ". Rolan menghembuskan nafasnya dengan kasar karena dia juga merasa terlalu bodoh menyatakan perasaannya seperti tadi.
" Kenapa Lo gk bilang ke gue kalo Lo suka sama anya ? ". Tanya loli dengan wajah datarnya.
" Gue juga gk tau kenapa gue bisa suka sama dia Lol, perasaan gue ke dia, muncul begitu saja ". Jawab rolan dengan jujur.
Loli menganggukkan kepalanya, dia mengerti seperti apa perasaan rolan saat ini.
" Trus Lo udah ungkapin sebelumnya ke loli apa belum ? ". Tanya loli lagi.
" Udah, tapi dianya gk peka ". Jawab rolan lagi dan lagi.
Loli memejamkan matanya sejenak seraya tersenyum lucu. Dia merasa lucu dengan tingkah kedua sahabatnya yang ternyata sama-sama tidak peka.
" Lu tau gk kalo anya nyimpen foto lu sama dia di dompetnya ? ". Tanya loli dengan tersenyum lucu menatap lurus kedepan tanpa melihat ke arah rolan.
Deg.
" A-apa maksud lu ? ". Tanya rolan terkejut.
" Hah ". Loli menghembuskan nafasnya karena dia ingin menahan tawanya karena rolan benar-benar polos dan lucu di mata loli.
" Coba deh lu turun ke bawah, trus ajak anya keluar sebentar kemana gitu, ke supermarket atau ke mana kek, pokonya ke tempat yang bisa mengeluarkan dompet anya dari tasnya ".
" Trus lu pura-pura bilang lu lupa bawah duit dan lu pengen pinjem duitnya anya, nah.. Setelah dia keluarin dompetnya, lu pura-pura ambil, bilang aja kalau lu gk pengen ngerepotin dia dan saat itu lu bisa lihat dan buktiin kalau apa yang gue bilang bener atau gk ". Sambung loli seperti menjelaskan pada anak remaja yang lagi kasmaran.
" Gk ahhh, malu gue ". Ujar rolan jujur malu.
" Ya udah kalo gk mau ".
" Tapi jangan nyesel kalau emang bener apa yang gue bilang itu memang di simpen sama anya ". Ucap loli dengan santainya.
Deg.
" Oke, gue coba ". Ucap rolan akhirnya mau melakukan apa yang di sarankan oleh loli.
Rolan pun langsung turun ke bawah tanpa menunggu lama, tak berselang lama, loli pun melihat mobil rolan mulai keluar dari area rumah dan tiba-tiba brenda datang menghampiri loli di balkon.
" Wahhh.. Ini gila sih, gue gk pernah menyangka kalau mereka berdua ternyata punya perasaan satu sama lain yang ternyata di simpan rapat-rapat sama mereka berdua ". Ucap brenda dengan hebohnya.
" Biarin aja, gue setuju aja kalau mereka berdua pacaran. Setidaknya mereka berdua udah tau sikap dan sifat satu sama lain, jadi nanti kedepannya mereka gk akan ilfeel lagi kalau salah satu dari mereka bertingkah di luar yang mereka ketahui, seperti yang terjadi oleh pasangan lainnya ". Jelas loli yang ternyata bisa bicara panjang lebar juga.
" Hmm... Gue juga senang kalo lu bisa sehangat ini, bahkan sekarang gue perhatiin, lu udah banyak ngomongin banyak hal dan gk irit-irit bicara lagi seperti dulu ". Ujar brenda tersenyum senang.
Tanpa di duga loli pun ikut tersenyum tipis mendengarkan ucapan brenda barusan.
" Mungkin memang banyak masalah akhir-akhir ini yang hampirin gue tiba-tiba, tapi gue juga harus berterima kasih sama lu semua yang selalu ada di samping gue suka maupun duka ". Ucap loli tanpa terduga.
" Bahkan sekarang lu semua tau kalau situasi yang gue hadepin ini gk gampang untuk di lewatin, tapi kalian masih sempat-sempatnya buat gue berpikir dan membuka pikiran gue lagi dengan berpikir kalau gk selamanya masalah yang kita hadepin akan terus datang dan membuat kita terpuruk, melainkan kita harus terus berjuang dengan hati dan pikiran yang positif agar kita bisa berjuang dan menghadapi semua masalah ini ". Sambung loli.
Brenda langsung memeluk loli dengan air mata yang sudah mulai mengalir membasahi pipinya.
" Lu gk boleh ngomong kayak gitu, seberat apapun masalah yang lu hadepin dan serusak apapun jalan hidup yang lu laluin. Lu harus ingat kalau kita semua ada di samping lu dan gk akan pernah berniat buat ninggalin lu sendirian menghadapi semua ini ". Ucap brenda sangat tulus.
" Jangan nangis juga, nanti tambah jelek muka Lo bren, hahaha ". Ejek loli berniat agar brenda tidak menangis.
" YAAAKKK, BAHKAN LU UDAJ JAGO EJEK-EJEKAN SEKARANG YAH ! ". Teriak brenda hanya bercanda.
" Hahaha ". Akhirnya mereka berdua malah tertawa terbahak-bahak menanggapi kegilaan mereka berdua malam ini.
Sedangkan anya dan rolan masih belum tahu dan belum menyadari kalau sebenarnya loli hanya membohongi mereka berdua.
Seperti saat ini, mereka sudah selesai berbelanja di supermarket dan rolan sudah melakukan apa yang loli sarankan padanya.
Tapi ketika dia sudah memegang dompet anya, dia mendapati kalau ternyata tidak ada foto dia dan anya yang anya simpan di dompetnya seperti yang loli katakan.
Deg.
" Cih, loli sudah mulai jago bohongin gue, anjirr ". Pekik rolan dalam batinnya.
" Kenapa lan ? Cepetan bayar tagihannya, lu gk lihat atriannya panjang gini ". Ucap anya kebingungan melihat sikap rolan yang sangat aneh.
" Eehh gk papa ".
Rolan tiba-tiba mengembalikan dompet anya membuat anya semakin kebingungan, lalu kemudian rolan mengeluarkan dompetnya dan membayar tagihan belanjaan mereka dengan kartu kreditnya.
Setelah itu mereka kembali ke mobil dan baru saja rolan dan anya masuk, rolan langsung di suguhkan dengan tatapan tajam dari anya.
" Kenapa ? ". Tanya rolan dengan santainya sambil memasang sabuk pengamannya.
" Ngapain lu pinjam duit gue kalo ternyata lu bawah duit ? ". Tanya anya penuh selidik sekaligus sedikit kesal dengan ulah rolan.
Rolan yang tidak mau kena amukan anya pun hanya diam saja dan malah langsung menjalankan mobilnya kembali pulang.