Lolita's Hidden Secrets

Lolita's Hidden Secrets
Bab 51



Anya dan brenda diam membisu dengan perasaan bercampur aduk menjadi satu karena sekarang di depan mereka, ada 3 pria yang seharusnya mereka hindari di dunia ini.


Sedangkan loli dan adrian serta dino si pria berpakaian putih dan Don sih pria berjaket merah hanya diam dengan gemas melihat tingkah anya dan brenda yang seperti itu.


" Ada apa dengan kalian berdua ? Apakah kami semenakutkan itu ? ". Tanya adrian tersenyum tipis.


Deg.


Di bawah sana, tangan anya dan brenda langsung menggenggam satu sama lain dengan detak jantung yang hampir saja keluar dari tempatnya.


" Biarkan saja mereka berdua ".


Loli yang tak ingin adrian dan lainnya semakin menjahili kedua sahabatnya pun langsung menyuruh adrian berhenti.


" Katakan. Apa kalian setuju untuk bergabung bersama kami ? ". Tanya loli menatap adrian dengan serius.


" Tentu ".


" Sejak kapan kami menolak permintaan anda, detektif robin ". Jawab adrian tanpa ragu.


Deg.


" Lol ? Apa maksud Lo ? ". Bisik brenda yang duduk di samping loli yang ternyata terkejut mendengarkan ajakan loli barusan.


Loli sejenak melirik ke arah brenda, tapi kemudian dia kembali mengarahkan pandangannya ke arah adrian, don dan juga dino dengan tatapan datar.


" Wah, loli mah ngadi-ngadi. Kenapa dia malah ngajak 3 monster ini gabung dalam penyelidikan kasus ini sih ? ". Batin anya menatap adrian, don dan dino dengan tatapan penuh waspada.


" Jadi. Apa yang harus kami bantu dalam penyelidikan anda dalam kasus ini, detektif robin ? ". Tanya adrian dengan serius.


" Kalian hanya perlu melindungi kami bertiga dari serangan musuh yang mungkin saja akan menyerang kami secara tiba-tiba ". Jelas loli dengan wajah datarnya.


" Musuh ? ". Tanya doni memicingkan matanya kebingungan.


" Ya ".


" Saya tidak tahu jelas kenapa ada orang yang ingin mengincar nyawa kami, disaat kami akan memulai penyelidikan kasus ini. Maka dari itu saya meminta kalian harus stand by selama 1x24 jam di sekitar kami ". Ucap loli


" Itu hal yang mudah bagi kami ".


" Tapi, bisakah anda memberitahukan pada kami, siapa orang yang mengincar kalian ? Setidaknya kami bisa lebih waspada jika ada pergerakan aneh kedepannya ". Ujar adrian seraya bertanya.


" Lee Woojin ".


" Pria itu bernama, Lee woo jin ". Jelas brenda dengan wajah datarnya.


Deg.


" Tuan lee ? ". Pekik don terkejut.


Adrian dan dino juga sangat terkejut mendengarkan nama pria yang baru saja di sebutkan oleh loli.


" Kenapa ? ". Tanya loli dengan wajah datar dan tatapan dinginnya.


" Ahh, tidak-tidak ada apa-apa ". Jawab adrian langsung menatap ke arah don dan dino.



" Cepat cari semua tentang tuan lee ". Perintah adrian pada dino.


Dengan cepat dino mengotak-atik kan keyboard laptopnya, mencari apa yang di perintahkan oleh adrian sang bos.


" Apa gue boleh bantu ? ". Tanya brenda dengan canggung pada dino.


Dino sejenak menghentikkan pergerakan jarinya dan langsung menatap brenda dengan tatapan yang sulit di artikan, sehingga brenda merasa takut.


" Duduklah di sampingnya. Kalian berdua bisa bekerja sama mulai saat ini ". Ujar loli dengan santainya.


Brenda dengan antusias langsung melakukan apa yang barusan di suruh oleh loli. Akhirnya mereka berenam pun membahas banyak hal untuk penyelidikan dan juga loli sudah tahu wajah dan siapa sebenarnya sosok dari lee woojin.






Sebelum menjalankan misi pertama. Adrian tiba-tiba menjauh dari loli dan lainnya, kemudian dia langsung menghubungi seseorang, entah siapa itu.


Dan setelah selesau, mereka sepakat akan semua rencana yang telah tersusun sesuai kesepakatan mereka, akhirnya mereka berenam langsung pergi meninggalkan rumah adrian dan langsung menjalankan misi pertama mereka sebelum waktu semakin sore.


****



Di sebuah ruangan. Adrian sedang memarahi salah satu orang kepercayaannya yang dia tugaskan untuk melakukan suatu misi penting sebelumnya.


" Apa kau bodoh ! ".


" Kenapa hanya menangkap seorang wanita saja tidak becus !!! ".


Pria di depan adrian hanya bisa terdiam dan menunduk, dia tidak berani mengatakan apapun jika di saat sang bos sedang mode marah seperti ini.


" Maafkan saya bos, tapi saya punya sesuatu yang bisa menyatakan siapa wanita yang bos incar sebenarnya ". Jawab pria itu dengan serius.


Pria itu pun berjalan mendekati adrian dan memberikan sebuah benda yang menyerupai kotak penyimpanan cincin yang berukuran kecil pada adrian.


" Apa ini ? ". Tanya adrian memicingkan matanya penasaran.


" Sebaiknya bos buka dan lihat saja secara langsung, apa isi di dalam kotak ini ".


Entah kenapa saat adrian mencoba membuka kotak tersebut, ternyata kotak itu sangat sulit di buka. Sepertinya kotak itu di lem dengan sengaja tanpa sepengetahuan anak buah adrian itu, sehingga adrian pun meminta bantuan anak buahnya tersebut untuk membantu dia membukakan kotak kecil meresahkan tersebut.


Tapi tiba-tiba saja, ada seseorang yang muncul di hadapan adrian dan anak buahnya tersebut, di saat adrian sedang berusaha membuka kotak tersebut.


Deg.



Terlihat dari postur badanya, bisa di pastikan orang yang berada di depan adrian dan anak buahnya adalah seorang wanita.


Tapi anehnya, wanita itu mengenakkan sebuah topeng yang sangat dan sangat di kenal oleh adrian dan anak buahnya, dengan ciri khas topeng yang selalu di waspadai oleh semua orang.



Dengan gerakan yang sangat lincah dan tak tertebak oleh adrian dan anak buahnya. Wanita itu dengan lihai dan cepat bisa mengambil kotak dari tangan adrian dan langsung berlari begitu saja, keluar dari ruangan itu dengan melompati jendela.


" Kejar dia !!! ".


Dengan cepat adrian dan anak buahnya langsung mengejar pelaku yang mengambil kotak yang di berikan anak buah adrian pada adrian tadi.



Tapi sayangnya mereka tidak bisa mengejar wanita tersebut, karena wanita itu telah melompat dari atas gedung ke bawah. Dan ternyata di bawah gedung itu sudah ada alat yang telah siap untuk menangkap tubuh wanita itu saat jatuh ke bawah sana.



" AKHHHHH SIAL !!! ".


*******


Di tempat lain, loli sedang berjalan mencari sebuah alamat rumah dari seseorang yang akan dia temui saat ini.



Ternyata mereka berenam menjalankan misi pertama mereka sendiri-sendiri tanpa ada yang bersamaan.


Ketika dia sudah menemukan rumah tujuannya, loli pun langsung kembali ke tempat dia memarkirkan mobilnya tadi, kemudian dia membawah mobil tersebut dan dia langsung parkirkan di sekitar depan rumah yang menjadi tempat tujuannya.



Ternyata loli tidak turun dan mendatangi rumah tujuannya, melainkan dia hanya ingin mengawasi rumah tersebut, seraya dia menunggu pemilik rumah kembali pulang.


Karena ternyata loli tahu kalau pemilik rumah tersebut sedang tidak berada di rumah tersebut dan sepertinya sedang berbelanja sebentar.


" Ayah bunda... Tolong bersabarlah, sebentar lagi pelaku yang membunuh kalian akan segera aku tangkap ". Batin loli seraya menunggu pulangnya sang target utama dalam misi penyelidikan pertamanya saat ini.