Life In Miracles

Life In Miracles
camping



author on


sore itu semua mahasiswa dan mahasiswi desain telah berkumpul di lapangan untuk mempermudah pengecekan oleh panitia penyelenggara acara.


sore itu mereka semua berencana akan membuat acara di luar bertema alam dari mulai hiking sampai membuat camp di tempat yang telah di tuju


"baik anak anak semuanya tolong dengarkan intruksi dari saya!" seru ketua panitia


"kali ini kita akan mengadakan acara di alam terbuka kalian harus mematuhi semua peraturan dan mau bekerja sama agar menghindari segala kemungkinan terburuk yang terjadi di sana faham semua"


"faham pak!"semua menjawab serentak


"baik bis ada dua disini dan kalian naiklah pada bis yang telah di atur sebelumnya untuk kalian ok sekarang naik dengan tertib jangan berebut!" seru sang ketua sambil mempersilahkan kepada panitia yang lain untuk mengecek setiap nama yang ada dan para mahasiswa yang ada di perbolehkan untuk naik


"ai lo duduk sama gue ya udah gue bilang sama panitianya ko" ucap Nessa sambil merangkul pundak aillen


"iya yuk"jawabnya lalu berjalan menuju bis mereka


saat semua sudah masuk bis pun berjalan perlahan meninggalkan halaman kampus


semua masiswa yang ada menyibukan diri mereka masing-masing agar perjalanan mereka tak membosankan ada yang bernyanyi, ada yang berbincang ria ada yang membuat moment indah dengan pasangan, dan tak terkecuali aillen


memang tidak seaktif yang lain sedari tadi aillen hanya memandang keluar jendela sambil mendengarkan lagu yang berputar di telinganya dengan earphone yang terpasang apik di telinganya


namun tanpa aillen sadari sedari tadi ada sepasang mata yang memerhatikannya dengan senyum tersungging di bibirnya


matanya tak berkedip memandang aillen seakan-akan jika mengedipkan mata pemandangan indah itu akan hilang


"kenapa gue baru nyadar ya kalo tuhan ciptain makhluk secantik dia"gumamnya dalam hati dengan mata tak lepas memandang gadis cantiknya itu


"woy ngedip tar copot tuh mata baru tahu rasa" tegur temannya yang aneh melihat laki laki tertampan di kelasnya itu malah menatap sosok gadis yang tak memiliki kesan apapun di kampusnya itu malah menarik perhatian sang idola


"apaansih lu ganggu aja tau gak!"ucapnya kesal


"lagian elu nya juga ngeliatin dia ampe kaya gitu aneh tau gak!"


"ah berisik lu gak akan ngerti pokonya!"


"ya deh iya gimana yang lagi jatuh cinta aja dah!"


yang diajak bicara tak menjawab hanya kembali fokus pada sang wanitanya itu .


sang wanita masih menikmati kegiatannya sampai lama kelamaan ia tertidur di bangku nya


"andai lo bisa jadi milik gue ai pasti gue seneng banget ai"gumamnya tak henti mendambakan sang wanita untuk jadi miliknya


***


tak terasa mereka pun sampai di tempat tujuan setelah menempuh jarak cukup jauh dan menghabiskan waktu sekitar 2 jam penuh akhirnya mereka dapat bernafas lega telah menginjakkan kaki di bumi perkemahan itu.


semua turun dari bus dan berkumpul di gerbang perkemahan


"ok semua sudah kumpul dan kabar baik nya kita sudah sampai di tempat tujuan kita . sekarang kalian bawa barang bawaan kalian dan simpan di tenda yang telah di sediakan oleh panitia dan setiap tenda berisi 5 orang kalian dengarkan baik baik siapa saja partner kalian di tenda nanti yang akan di terangkan oleh pak abi ok" ucap ketua dengan lantang


"dan pak abi silahkan untuk membagikan kelompoknya" tuturnya sambil mempersilahkan.


"baik anak anak mohon perhatianya ya!" ucap abi menggunakan pengeras suara


setelah penjelasan semua mahasiswa yang ada bergegas menuju tenda masing masing


aillen on


setelah sampai dan pengarahan akhirnya boleh istirahat juga aku merasa lelah sepanjang perjalanan kebetulan aku satu tenda dengan Nessa entah kebetulan atau memang dia yang meminta pada panitia untuk satu tenda dengan ku


"ai mau lu dulu apa gue dulu mandinya?" tanya Nessa yang kini duduk di dekat ku


"kamu aja dulu deh nes aku masih mau beresin barang aku dulu nih"


"yaudah gue mandi dulu ya ntar lu nyusul aja" ucapnya dan berlalu pergi


aku hanya menganggukan kepala sebagai jawaban , hah tidak banyak sih sebetulnya barang barang yang ku bawa tapi ya tetap saja cukup merepotkan


"aillen ya? di panggil pa abi tuh di sana" ucap seseorang yang tiba tiba menepuk pundak ku


"ah iya ada apa ya?" tanya ku heran apa ada masalah tapi masa sih


"gak tau tuh di suruh kesana aja katanya dah ya gue cuman nyampein itu doang" dia pun berlalu pergi


aneh sih ada apa ya, tapi dari pada bertanya tanya gak jelas disini aku samperin dulu aja kali ya


aku pun berjalan ketempat yang di tunjukan cewe tadi


"ehem ya pak bapak manggil saya?" tanya ku saat sudah di dekat pak abi


"ah ya len kamu nanti bisa ikut saya sebentar saya perlu bantuan kamu sehabis makan ya "


"ohh baik pak nanti saya kesini lagi, hmm apa masih ada lagi pak? kalo enggak saya mau balik lagi ke tenda?" tanpa banyak bertanya aku langsung to the point saja toh nanti juga di jelasinkan pekerjaannya


"iya sudah kamu boleh ke tenda mu lagi dan ya jangan lupa pakai jaket udaranya sangat dingin" ucap nya sambil tersenyum manis kearah ku


"baik pa saya permisi dulu kalau begitu"


"ya silahkan"


aku pun berjalan kembali menuju tenda, ku akui manis senyumnya ahh tidak apa yang aku fikirkan ingat ai dia itu dosen kamu gak boleh gitu.


saat sampai di tenda aku melihat Nessa sudah ada di sana


"dari mana ai?" tanya nya sambil mengeringkan rambutnya


"itu abis di panggil pa abi " jawabku sambil mengambil peralatan untuk mandi


"hah pa abi gak salah buat apa?" tanya Nessa dengan hebohnya


"iya pa abi gak tau cuman nanti abis makan di suruh bantuin pa abi doang" jawabku acuh


"ahh kenapa gak gue aja ya?" gumamnya tapi masih terdengar olehku


"apa nes barusan lo bilang?" tanya ku memperjelas omongannya barusan


"ahh enggak enggak yaudah gih cepet mandi sono keburu ada yang ngantri lagi" ucapnya gugup


aku tak ambil pusing dan langsung bergegas untuk mandi