
Bukan sang ibu tidak melarang namun beralaskan pada penyakit nessa yang masih belum stabil membuat mereka semua mencoba mengalah pada tingkah nessa.
10 menit berlalu abi sudah merasa keram pada tangannya,
“ness mas pegel nih boleh ya mas bangun duluann”
Nessa masih tidak bergeming dari tidurnya menghiraukan abi yang sudah cape.
“ness” panggilnya lagi
Abi mencoba mengalihkan kepala nessa kepinggir namun dia kembali memeluk abi kembali
“ness mas mohon ya sebentar, mas mau sarapan lapar ini” ucap abi sambil mengelus sedikit kepala nessa
“boleh, tapi morning kiss buat aku mana”
Ini salah satu kebiasaan baru yang harus abi berikan pada nessa selama dia tidak kuliah dan jika abi datang kerumahnya
Abi pun memberi kecupan di kepala nessa, namun saat abi Ingin berpaling dengan cepat nessa mengecup singkat bibir abi
“nessa!”
Bentak abi saat kecupan itu terlepas
“kenapa mas marah, kan itu baru namanya kiss mas “ ucapnya tanpa merasa bersalah
Lalu beranjak dari kasur menuju kamar mandi, abi hanya diam dengan menahan kesalnya pada nessa ini sudah keterlaluan menurutnya karena abi selalu menjaga nessa dan tidak pernah berfikir untuk melakukan hal seperti layaknya yang berpacaran.
“ayok mas kita sarapan cepet” ucap nessa setelah keluar dari kamar mandi
Tanpa melihat kearah nessa abi masuk kamar mandi
***
“jadi kami mohon untuk saat ini kamu jangan dulu menceritakan semuanya pada aillen karena keaadaan masih bisa berubah sewaktu-waktu bagi kami” ucap david dengan serius
“baiklah aku coba untuk tidak memberi tahukan ini dahulu, namun jika keadaan mendesak bolehkan aku memberi tahukan tentang kalian pada aillen”
David dan ros hanya mengangguk, mereka sebenarnya rindu pada putri kecil mereka itu namun mereka tidak dapat menyentuh aillen dengan leluasa karena musuh mereka masih belum sepenuhnya hilang.
“baiklah aku akan pulang terlebih dahulu ya” ucap maudi mengakhiri percakapan mereka
“baiklah aku antar kamu pulang maudi’ ucap david saat hendak berdiri
“tidak usah aku bawa mobil ko”
“aku temani kamu dari belakang saja aku rindu juga pada putri kecil ku itu”
Saat menyangkut aillen maudi tidak dapat menolak keinginan david begitu saja
“baiklah”
Mereka pun beranjak dari sana berjalan beriringan menuju rumah maudi
***
Selagi fikirannya berkelana kesan kemari sagara yang heran akan tingkah aillen mengusap tangannya lembut
“makanlah”
‘ah i-iya aku makan”
Aillen pun memakan makanannya ddengan perasaan yang tidak karuan.
Sagara merasa gemas dia ingin memakan aillen daripada makanan yang sudah tersaji di depannya, entah mengapa hasrat yang dia tahan selama ini karena kejadian tidak sengaja itu membuatnya semakin menggebu
Aillen menggerutu dalam hati sepanjang makan karena kebodohannya tadi.
Sagara sudah selesai terlebih dahulu dari pada aillen
Melihat sagara yang sudah aillen dengan cepat menghabiskan sarapannya dan hendak membereskan bekas makanan mereka
Namun sagara tiba-tiba menahan tangan aillen
“duduklah biar aku saja” ucap abi dengan lembut
“tapi..”
“ai”ucap sagara lagi
“hah baiklah”
Aillen mengalah dia memilih untuk duduk di depan tv menunggu sagara memebereskan bekas mereka, sebenarnya sagara memiliki asisten rumah tangga yang selalu membantunya untuk merapihkan rumah ini namun karena hari ini dia ingin berdua dengan aillen tanpa di ganggu siapapun maka dari itu dia mnyuruh mereka untuk cuti selama dua hari ini
Ya dua hari karena sagara ingin aillen menginap dia sudah izin pada maudi untuk mengajak aillen menginap dengannya mala mini.
Dan ya maudi yang sudah percaya dengan sagara pun hanya meng iyakan pada keninginanya itu.
Tanpa permisi sagara langsung menidurkan kepalanya di paha aillen, yang membuat aillen sedikit terkejut dengan hal itu
“garaa” rengeknya
Sagara hanya diam tidak menanggapi ailllen
“kamu baru aja makan jangan tidur gak baik tahu”
Sagara masih diam tidak menghiraukan ucapan aillen, aillen merasa aneh mengapa selalu manja dan sedikit melanggar aturannya sendiri bila bersama dengannya seperti ini.
Aillen mencoba memfokuskan pandangannya kearah tv namun dengan sagara di pangkuannya matanya selalu ingin melihat sagara dibawah sana yang terpejam dengan tanpannya
“Astaga semoga saja dia tidak mendengar detak jantungku tuhan” gumamnya dalam hati
Sagara memang sengaja melakukan ini dia tahu jika aillen gugup didekatnya, namun sagra ingin aillen segera terbiasa dengan rasa itu sagara rindu akan suasana romantic mereka dulu sagra ingi segera memulai semuanya sembali bukan dengan aillen yang seperti ini.