
"ok permainan akhirnya dimenangkan oleh tim maura dan kita mendapat tiga pemenang yaitu permainan pertama dimenangkan oleh kelompok 1, permainan kedua di menangkan oleh kelompok aillen, dan permainan ketiga di menangkan oleh kelompok nessa selamat!" ucap sang ketua mengakhir game kali ini
"baik karna waktu kita akan selesai silahkan untuk beres beres dan kita bersiap akan pulang yaa"
setelah intruksi terakhir di berikan semua merasa senang dan bergegas menuju tenda masing masing
jam sudah menunjukan pukul 13.30 cukup terik terasa tapi menyenangkan begitu pula bagi mereka yang satu kelompok dengan aillen
"hah capeenyaa tapi seru banget deh!" seru nessa saat sampai di tenda mereka
" iya seruu a aku baru kali ini interaksi sama yang lain selain dari kamu nes" jawab aillen sambil ikut mendudukan dirinya di sebelah nessa
"ya abis lu nya si gak mau deket sama yang lain kerasa kan serunya sekarang" ucap nessa sambil membenarkan posisi duduknya
"hehe iya deh iya aku nolep"
"tapi meski gitu gua tetep suka temenan sama lu" ucapnya dengan santai sambil merangkul aillen
"makasih nes udah mau temenan sama aku" ucap illen tulus
" iya sama sama " gumaman itu terdengar tulus meski sedikit ada yang mengganjal dalam hati nya
" udah ah yuu beres beres biar bisa foto foto dulu ntar ya"
aillen hanya mengangguk dan mulai membenahi tas nya
***
"pa!" panggil seseorang yang memegang bahu abi
" eh pa diki ada apa ya pa?"
"ah enggak tadi saya cuman mau ngajak minum dulu di sana ngadem sama yang lain eh tapi pas liat bapa malah melamun senyum senyum gitu sendiri disini"
"a ah enggak pa saya gak papa bapak salah liat mungkin orang saya cuman ngelamun biasa doang" elak nya
"ahh saya tau bapak sedang jatuh cinta ya pak? wajar deh pa kan bapak masih mudah banyak ko mahasiswi yang tergila gila sama bapa"ucapnya menggoda abi
"haha bapa bisa aja yu pa kita kesana saja saya juga haus ini " ucap abi mengalihkan topik yang di bahas pak diki
walaupun itu benar tapi tidak mungkin kan dia mengakui bahwa dia sedang memikirkan aillen seorang mahasiswi yang di ajarnya kan tidak lucu
" ahh iya saya hampir lupa ya sudah ayo pak!" mereka pun berjalan menuju tempat para panitia bersantai
***
berselang satu jam dari waktu istirahat yang di berikan semuanya telah berada di perjalanan menuju pulang dengan rasa penat yang ada mereka semua tertidur dalam bus saat perjalanan pulang kali ini
tapi tidak untuk abi dia tidak bisa tidur dengan tenang karna aillen yang sekarang duduk dengannya tengah tertidur dengan pulas
matanya enggan menutup kala melihat wajah cantik aillen yang tertidur di sampingnya
bagaimana bisa abi duduk dengan aillen kalian jangan heran karna entah keberuntungan dari mana yang duduk bersama abi meminta untuk bertukar tempat duduk dengan aillen
abi tidak keberatan toh siapa sih yang bakal menolak duduk bersama murid cantik satu ini gila saja! itu pikir abi
dan kini iya tanpa lelah melihat kearah aillen saat melihat kepala aillen sedikit terantuk pada kaca abi perlahan mengalihkan kepala aillen untuk bersandar pada bahunya dengan perlahan
hatinya semakin berdebar tapi ia harus menahannya bersabar dan dengan perlahan dia yakin aillen akan jadi milik nya suatu saat
dia rapihkan beberapa helai rambut yang menghalangi wajah cantik nya
surai indah nan lembut di selipkan di belakang telinganya
"andai kamu tau ai betapa saya menyukaimu dan saya jatuh sedalam itu ke kamu" gumaman yang terdengar tulus tapi sang empu nama tak dapat mendengar ketulusannya karna sedang berlayar di alam mimpinya