Life In Miracles

Life In Miracles
dosen



aillen on*


"ughh... jam berapa sekarang" gumamku sambil mencoba bangun.


kulihat jam di nakas menunjukan pukul 07:30


"ternyata sudah siang" aku mencoba bangkit dan berjalan ke kamar mandi kulihat wajahku di cermin mata ku sembab karna aku menangis semalaman sampai aku tidak tahu aku tertidur pukul berapa semalam


saat aku ingat air mata ku bercucuran kembali tapi aku mencoba menyeka nya dan bergegas mandi


kulepas seluruh pakaian ku dan ku basuh seluruh badan dengan shower air mulai membasahi tubuh ku


***


cukup lama sekitar dua puluh menit berlalu aku selesai membersihkan diri ku dan keluar berjalan menuju lemari pakaian


selama aku berpakaian fikiran ku melayang kemana mana membuatku lama dalam berpakaian dan berias


tok.....tok...tok


"aillen sayang... waktunya sarapan nak ayo turun bunda sudah menyiapkan sarapan untuk mu" teriak bunda dari luar


"baik bun aillen segera kesana bunda duluan saja " ucapku sambil membentulkan kembali riasan ku


suara langkah kaki menjauh riasan ku pun selesai aku berjalan mengikuti bunda menuju ruang makan suasana terasa sepi dan canggung


karna kami hanya berdua kebetulan ayah ku atau tepatnya mungkin ayah angkat ku sedang ada dinas di luar kota yang mengharuskan beliau persi selama dua minggu kedepan


"ehem ... sayang apa kamu ingin bunda buatkan bekal makan siang untuk di sana sayang" ucap bunda memecah kesunyia


"tak perlu bunda aillen nanti beli makanan diluar saja ... ah ya dan bunda apa aillen boleh ikut kegiatan kampus nanti?" tanya ku dengan hati hati


"acara apa sayang?" tanya nya dengan heran" acara camping bun untuk 3 hari 2 malam di puncak aku dan teman teman akan ke sana sore ini"


"ahh begitu baiklah kamu boleh tapi kamu ingat harus jaga diri di sana dan apa kamu sudah mengemasi barang barang mu sayang?"


" iya bun sudah semua tinggal berangkat saja"


"ya sudah kalau begitu hati hati nanti bunda suruh pak darma untuk mengantar mu ke kampus"


"ya bunda makasih"


aku pun selesai sarapan dan bergegas pergi ke tempat kuliah


setelah berpamitan aku langsung di antar pak darma.


___________________________________________________________________


author on*


"aillen" gumam seseorang yang sedang memperhatikan aillen dari kejauhan dengan senyuman dingin tersungging di bibirnya saat aillen turun dari mobil


aillen yang tak menyadarinya hanya berjalan lurus menuju kelas nya


kelasnya berada di lantai tiga di ujung lorong dekat dengan dua ruangan kosong dan gudang di ujungnya.


"hey serius amat lu" ucap seorang wanita sambil menepuk pelan pundak aillen


"apaan sih kaget gue, tumben dateng jam segini biasanya juga telat" ucapnya lagi dengan berusaha tersenyum.


"hehe ya maaf becanda" ucapnya tanpa dosa "kalo soal gue dateng pagi ya karna gue lagi mau deketin kakak tingkat " tambahnya sambil sedikit menunduk malu


" hah maksud lo?" ucap aillen kaget " eits eits .... tenang dulu ini kan baru mau gue cari tahu dulu orang nya kek gimana jangan panik dan syok gitu dong kalem nanti kapan kapan gue kasih tahu ke elo dan gue kenalin dia ke elo kalo waktunya udah pas ok" ucapnya dengan yakin dan mencoba menenangkan aillen


aillen hanya berdecak kesal dan mengiya kan semua perkataan temannya itu karna ia tahu bahwa teman nya ini agak tomboy dan ya ini pertama kali nya dia ingin mendekati seorang laki laki yang ia sukai


tak berselang lama anak anak yang lain pun masuk dan kuliah akan segera di mulai disusul dengan kedatangan dosen


"baik selamat pagi .... mohon perhatiannya sebentar saya disini bukan untuk mengajarkan kalian mata kuliah saya namun di sini saya ingin memperkenalkan dosen baru kita yang akan menggantikan saya mengajar di kelas ini" ucap sang dosen dengan tegas


anak anak mulai riuh saling bertanya satu sama lain dan membuat kelas menjadi berisik


" tenang semuanya tenang"ucapnya memperingatkan anak anak itu


"silahkan pak masuk" tuturnya lagi mempersilahkan laki laki itu masuk


seketika ruangan senyap dan semua yang melihat merasa terpesona akan sosok tampan dengan tinggi badan 183 cm berkulit putih dan memiliki wajah yang mulus hodung mancung dengan pakaian rapih membuatnya tambah memancarkan karisma nya


namun hanya satu orang yang tak menyadari akan hal ini ya siapa lagi kalau bukan aillen


dia hanya fokus pada buku yang di pegangnya dan tenggelam di dalam lamunannya


"baik pak silahkan perkenalkan diri anda dan saya mohon pamit" ucap dosen itu yang hanya di jawab anggukan oleh laki laki itu ia pun berlalu pergi meninggalkan ruangan


" ok selamat pagi semua perkenalkan nama saya abimana pranata ginya kalian boleh memanggil saya pak nata atau pun kak ginya" ucapnya dengan senyum tersungging di bibirnya


"saya disini menggantikan pak santra untuk mengajarkan kalian mata kuliah sastra dan kita mulai pembelajarannya sekarang" tambahnya lagi sambil menyiapkan materi yang akan di bahas


***


selama pembelajaran banyak maha siswi yang tak memperhatikan pelajaran dan hanya memandangi dan bergosip tentang dosennya


hanya aillen lah yang tak tertarik dengan apa yang mereka bicarakan dan dosennya itu


"baik untuk hari ini cukup sampai sini bila ada yang ingin di tanyakan boleh di forum kelas yang sudah di sediakan terimakasih" ucap nata meng akhiri kelasnya


semua murid berhamburan keluar tak terkecuali aillen dan teman baiknya itu auristela ganista


nata sebenarnya ingin sekali bertanya pada aillen namun ia mengurungkan niatnya dan hanya memandang aillen pergi bersama temannya itu


perhatiannya tersita pada aillen selama pelajaran karna dari sekian banyak mahasiswi disana hanya dia saja yang tak memandangnya dengan pandangan yang sama dengan mahasiswi mahasiswi yang lain dan itu membuat nya heran sekaligus senang karna ia baru merasa kan mengajar dengan normal.


hatinya merasa tergugah dan ingin tahu lebih banyak tentang aillen dan mencoba mencari rincian dirinya pada data yang sudah dikirim oleh pak santra dan ia melihat dengan seksama nama dan data yang tertulis disana


"aillen" gumamnya" siapa kamu sebenarnya? tapi siapa pun kamu aku akan tahu semuanya sebentar lagi"


tambahnya sambil tersenyum simpul dan membereskan barangnya kemudian bergegas keluar dari kelas.