Life In Miracles

Life In Miracles
BAYANGAN LALU



Sagara dan para bodyguard nya mencari aillen keseluruh pusat perbelanjaan ini


“sial” gumamnya saat semua sudut dia tidak mampu menemukan aillen


Sagara menyesal  tidak membawa para pengawalnya itu memasuki pusat perbelanjaan tadi sagara hanya memerintahkan mereka untuk berjaga di lobi, tempat parker dan tempat makan mereka nanti


“minta semua rekaman cctv yang ada disini sekarang”


Perintah itu dengan cepat mereka laksanakan dan sebagian tetap mencari kesegala penjuru pusat perbelanjaan


***


“hah dasar sagara membuat mood ku hancur” gumam wanita manis itu sambil melangkahkan kakinya kearah kamar mandi wanita


“biarkan saja paling dia akan mencari ku sekarang, biar dia tahu rasa”


Dengan tanpa bersalah aillen masuk ke kamar mandi wanita dan memasuki salah satu bilik disana


Setelah beberapa menit dia keluar dan mencuci tangannya di watafel membentulkan riasan yang dia pakai


Aillen sengaja mengubah handphonenya pada mode diam agar tidak terdengar sagara menghubungi dirinya


Saat akan berbalik ada seseorang yang membekapnya dari belakang membuatnya seketika panik dan berakhir pingsan karena menghirup aroma menyengat dari saputangan itu


***


“astaga dimana kamu sayang?” gumamnya sudah tidak mampu berkata lagi sagara sudah berulang kali menghubungi aillen namun tidak ada jawaban sama sekali


Sagar terus saja merutuki dirinya karena tidak lebih cepat untuk mengejar aillen saat keluar dari toko


“cepat cari lokasi aillen sekarang dan mana rekaman yang aku inginkan”


Semuanya masih sibuk melaksanakan perintah sagara


Pusat perbelanjaan itu ramai denga orang yang lalu lalang sagara tambah merasa kesal kenapa dia tidak membiarkan saja pusat perbelanjaan miliknya ini untuk tutup hari ini


Sungguh sagara berjanji pada dirinya bahwa ini terakhir kalinya dia seperti ini


“tuan maaf ini rekaman yang anda inginkan”


Ucap salah satu penjaganya


Sagara mengambil laptop yang berisi rekaman semua kegiatan di pusat perbelanjaan ini dengan teliti dia mencari sang pujaannya


Sampai di detik sebelum dia menyusul aillen keluar


Ternyata ada orang dengan pakaian santai dan hanya di tutupi oleh masker di wajahnya dia mengikuti aillen sampai ke arah toilet perempuan


“kalian sekarang cari plat mobil dan jenis mobilnya aku akan pergi sekarang sebagian ikut dengan ku”


Setelah mereka mengerti dengan perintah mobil sagara melaju dengan cepat membelah jalanan dengan beberapa bukti cctv yang terus di berikan oleh bawahannya


“tunggu aku aillen”


Dia berharap agar tidak terjadi apapun pada aillen karena dia bersumpah jika terjadi hal kecil saja yang menggores kekasihnya itu maka akan dia hancurkan siapa pun yang terlibat di sana


***


Di kamar yang luas dan bernuansa monokrom itu memberikan kesan nyaman bagi siapa saja yang tidur disana


Namun sepertinya itu tidak akan berlaku bagi gadis cantik yang sekarang sedang tertidur diatas ranjang itu


Mata indahnya masih tertutup karena pengaruh obat tidur yang diberika oleh penculik tadi


“hmmm”


Gumaman terdengar dari mulut mungil itu


“astaga dimana ini, hey tolong ada orang disini?”


Teriaknya saat merasakan asing di tempat yang dia duduki sekarang


Melihat sekelilingnya dengan teliti mencari barang-barang berharganya namun nihil dia tidak dapat menemukan tas yang dia bawa tadi


“sagara kamu lagi bercanda kan?” teriaknya lagi


Namun lagi-lagi tidak ada yang menjawab dari arah luar sana


Dia mencoba membuka pintu dan nihil tidak terbuka sama sekali


Begitupun dengan jendela yang ada di sana tidak ada kunci atau apapun namun itu adalah jendela yang mampu di buka dengan tombol pada remote yang ada pada pemiliknya


Kini aillen mulai merasakan ketakutan mskipun pencuikan ini bukan pada penculikan yang ada di ruangan gelap dan sempit namun sebaliknya tapi tetap membuat aillen menggigil


Dia mendudukan dirinya diatas tempat nya terbangun tadi


Ada bayangan bayangan hitam yang terlintas dalam fikirannya


Kepalanya mulai berdenyut sakit


Bayangan seperti dejavu yang dia alami sekarang