
"sayang kamu denger mamah?"
panggilan itu terdengar kembali namun kali ini Nessa tak mau mendengarkan mamah nya
"pergi mah " serunya
"tapi mamah khawatir sayang kamu belum makan dari tadi sayang"
"aku baik baik aja mamah boleh pergi!"
"tapi nak..."
"aku bilang pergi mah pergi!" teriaknya hiteris
Rena tak kuasa mendengar jeritan sang anak, tangisnya pecah seketika
dia sadar jika ini salahnya dia tak terlalu memperhatikan Nessa sampai Nessa menjadi seperti ini
dia tahu setiap kali Nessa bersama Abi dia akan bahagia dan selalu ceria
maka dari itu dia merasa tenang, namun dia lupa jika Abi punya dunia nya sendiri dan tidak akan selalu bersama dengan Nessa selamanya
"yatuhan apa yang sudah ku lakukan" lirihnya
dengan langkah berat dia menuruni tangga untuk memberi waktu pada Nessa
.
.
.
"hah" gumam Abi saat sampai di kamarnya setelah pulang dari rumah aillen
suana hatinya terbilang sangat bagus untuk saat ini berkat kedekatan nya tadi dengan aillen
hahh Abi sudah tak sabar ingin rasa nya memiliki gadis itu
drrrrtt drrttt
dengan cepat Abi melihat heandphone nya
"loh Tante Rena? ngapain nelpon" gumamnya dan segera menekan tombol hijau disana
"hallo Tan?"
dengan tatapan yang berubah Abi coba menenangkan Rena yang sedang menangis di sebrang sana
"Tan Tante tenang dulu jangan nangis dulu Abi gak ngerti kalo ceritanya sambil gitu"
namun tangis Rena malah semakin menjadi membuat Abi semakin panik
"ya sudah Tante tolong tunggu dulu di situ jangan ngelakuin apa pun dan jangan kemana mana!"
dengan segera Abi mematika sambungan itu dan bergegas turun kebawah
.
.
.
.
dan saat kakinya melangkah menuju sofa diruang tv terlihat rena sedang terduduk memeluk dirinya sendiri dengan sendu
"Tante" panggilnya
Rena mengenali suara itu dan berhambur memeluk Abi
"BI maafin Tante bii" lirihnya dalam pelukan Abi
"kenapa Tan jelasin ke Abi ada apa? kenapa minta maaf" tanya Abi dengan mencoba menenangkan Rena
namun nihil Rena masih tak mau berbicara padanya
sampai terdengar bunyi
prangggggg
suara keras dari atas di susul teriakan Nessa yang keras
arrggghhhh
"Nessa bi nessa keatas sekarang bi cepat" ucap Rena khawatir akan putrinya itu
Abi pun tanpa pikir panjang berlari kearah tangga dan mengarah pada kamar Nessa
saat ingin membuka pintu sayang pintu itu terkunci dari dalam dan Abi tahu jika hanya ada satu kunci ya itu yang di pegang Nessa
tok tok tok
"Ness buka Ness ada apa ini mas " ucapnya dengan panik
"gak pergi kalian semua! kalian jahat pergi aku gak mau denger apa pun" jawabnya dengak
"pliss Ness buka dulu sebentar" bujuk Abi
Nessa semakin kesal dia menjatuhkan cermin yang tergantung di kamarnya kearah pintu
prankkk seketika cermin itu hancur tak berbentuk
Abi semakin panik di buatnya dan tanpa memikirkan hal lain iya mencoba mendobrak pintu itu sekuat tenaga
percobaan pertama gagal, dan kembali iya dobrak butuh tenaga ekstra untuk membuka pintu itu
sampai di dobrakan keempat baru dapat terbuka dengan kencang
dan betapa terkejutnya Abi beserta Rena melihat begitu berantakannya kamar Nessa
Rena hanya dapat menutup mulutnya dengan tangan karna apa yang dilihatnya sangat menyakitkan
sampai Abi semakin berjalan masuk dan terlihat Nessa yang sedang memegang serpihan kecil kaca di tangannya
"jangan mendekat!" ucap Nessa dengan tajam
"nes lepas jangan lakuin hal bodoh" ucapnya sambil berjalan perlahan dan mencoba menenangkan Nessa
"aku bilang jangan mendekat! kalo enggak aku bakal lukain diri aku dengan ini" ancamnya dengan mengacungkan benda itu ke arah pergelangan tangannya
"ok ok mas gak akan maju tapi lepasin dulu ya serpihan nya ya!" bujuknya lembut
namun Nessa tak bergeming dia teteP di sana dengan tatapan nyalang menatap Abi
dapat ia liat mata Nessa memancarkan keputus asaan saat ini