
Mobil hitam besar itu mulai memasuki pekarangan rumah aillen, penjaga yang sudah hafal dengan mobil itu pun dengan senang hati membuka pintu gerbang.
Mobil masuk dan terparkir rapih di depan sana, pria tampan idaman itu turun dari arah pengemudi ya siapa lagi jika bukan sagara
Ditangannya sudah ada dua tas belanjaan yang berisi makanan disana benar saja hanya 0 menit untuknya berbelanja
Dia berjalan masuk kedalam tanpa mengetuk pintu seperti pemilik rumah.
Aillen yang masih belum menyadari kehadiran sagara hanya fokus melihat tayangan di tv.
Sagara berjalan mendekati aillen menyimpan makanan itu sebentar di lantai dan mengambil ice cream stroberry da meletakannya pdda pipi aillen
“ahh” teriaknya kaget
“kamu!” dengan wajah memerah karena kesal
“sudah jangan marah wajah mu makin cantik jika seperti itu” ucap sagara tanpa merasa bersalah
Aillen pun mengambil ice cream itu dengan kesal.
Sagara mengambil tas berisi cemilan disimpannya di atas meja lalu mendudukan dirinya di sebelah aillen. Aillen yang masih merasa kesal hanya memega ng ice cream yang sagara beri dan kembali melihat layar di depannya
“udah sini”
Diambilnya kembali ace cream itu lalu di buka dan kembali dia berikan pada aillen, dalam hati aillen bergumam kesal namun tingkah sagara yang ini membuat amarah nya sedikit mereda
Mengapa tuhan tidak adil membrikan kesempurnaan pada makhluk semenyebalkan sagara.
Aillen mengambil ice cream itu dan mulai memakannya dalam diam
Begitupun sagara yang memakan camilan yang dia bawa di tas yang lain mereka menonton film yang meskipun menurut sagara itu film yang sangat tidak di sukainya namun karena di sana aillen terlihat menyukainya dan larut dalam alur cerita nya meskipun sedikit kesal namun itu terlihat manis baginya
Cukup lama mere terdiam sampai ice cream yang aillen makan pun habis
“kamu habis dari mana?” Tanya aillen memecah keheningan di antara mereka
“dari minimarket dekat sini “
“ngapain kamu disana?”
“hanya beli makanan untuk mu”
Astaga aillen sudah tidak mampu berkata lagi orang ini malam-malam dating hanya untuk membelikan aillen makanan seperti ini aneh .
Mereka kembali memakan makanan di depannya tanpa ingin berbicara panjang lebar, nmun setelah 20 menit berlalu sagara mematikan tv secara tiba-tiba membuat aillen mengalihkan atensi dirinya
“kenapa di mtiin sih” Tanya nya dengan kesal
“sudah malam waktunya tidur” jawabnya sambil membereskan bekas makanan mereka
“tapi kan ini baru setangah 10 masih siang”
Namun sagar tidak menghiraukan ucapan aillen dan hanya meneruskan kegiatannya membereskan bekas mereka berdua
Aillen hanya mempoutkan bibirnya karena kesal pada sagara dan dian memeluk lututnya
Setelah selesai sagara mengambil air putih dan di berikan pada aillen.
Aillen mengambilnya dan meneguk setengah isinya
“habiskan” ucap sagara saat aillen ingin menyimpan bekas nya di atas meja
“habiskan”
Mutlak ucapan itu terucap aillen pun mau tidak mau hanya menurutinya dan menghabiskannya dalam sekali tegukkan
“sekarang masuk kamar dan tidur”
“tapi gar..”
“aillen”ucapnya dengan tegas
“baiklah-baiklah dan kamu mau kemana sekarang ?”
“aku akan pulang tapi setelah kamu masuk kamar”
Setelahnya aillen tidak ingin protes apapun lagi, lalu berjalan menuju kerah kamarnya dengan diikuti sagara di belakangnya
Ssampai aillen berhenti di depan kamarnya tanpa melihat kearah sagara
“mau sampai mana kamu mengekori ku terus?”
“Sampai kamu masuk kedalam”jawabnya cepat
“hahhh aku sudah akan masuk kamu pulang sana”
“belum”
Aillen tahu arti kata itu, dan akhirnya dia mengalah dan masuk lebih dahulu kearah kamar namun sebelum aillen masuk sagara memegang tangan aillen
“ggood night my princees’ ucapnya dengan sedikit kecupan di kepala aillen lalu dia pergi meninggalkan aillen yang mematung didepan kamarnya sendiri
Setelah dirinya mencerna apa yang terjadi barusan aillen berteriak namun tidak terlalu keras karena kesal dengan tingkah sagara
Dia pun masuk kedalam kamar dengan wajah yang memerah.
Aillen membersihkan diri terlebih dahulu untuk menghilangkan kesal sekaligus memang kebiasaannya jika sebelum tidur
Dirinya masih sedikit misuh-misduh namun dalam hatinya terasa menghangat dan sedikit debaran disana
Aillen mengambil hpnya dan mmbuka chatting disana dengan nama yang tertera paling atas adalh sagara
Karena jujur di dalam benda pipih nya hanya ada nomor temannya yang tidak lebih dari 3 orang salah satunya adalah nessa namun sekarang dia sedang tidak berkomunikasi apapun
Selebihnya grup chatting kelas dan juga orang tuanya serta supir, lalu sekarang di tambah sagara di sana, ya sesedikit itu sircle pertemanannya di kampus.
Aillen mencoba mengetik sesuatu di sana
“kamu sudah sampai?”
Tidak hapus hapus
“hati-hati di jalnnya kabari aku jika sudah sampai”
Hapus- hapus
“ahh aku harus bilang apa ya” gumamnya frustasi
Setelah berfikir cukup lama ia pun mengetik dan mengirmkannya dengan cepat pada sagara, lalu menyimpan benda pipih itu dan mencoba untuk terlelap meskipun dia tahu jika akan sedikit susah untuk tidur mala mini namun harus tetap tidur jika tidak manusia e situ akan memarahi dirinya begitu fikir aillen.