
Minggu Minggu telah berlalu kini keadaan mulai membaik
ya meskipun masih sama jika di kampus banyak anak yang menjauhi aillen dengan alasan yang sama
"hari ini kamu beres kuliah jam berapa?" tanya Sagara
"aku kayak nya sampai jam 2 kenapa emangnya?"
"bukan apa apa berarti aku jemput setelah selesai"jawabnya singkat
sebenarnya aillen merasa sedikit ingin memukul Sagara karena kemisteriusanya ini namun yasudah aillen sedang tidak ingin berdebat dengan Sagara
karena setelah beberapa Minggu bersama Sagara aillen mulai sedikit faham dengan sikap dingin dari Sagara namun manis itu
banyak kejutan yang tak terduga yang Sagara beri pada aillen
seperti dinner di tempat romantis namun tidak biasa atau jalan jalan kepantai tiba tiba dan beberapa hal manis lain yang entah bagaimana cara dia menyiapkannya
mobil pun sampai di halaman kampus, Sagara turun lebih dulu setelah memarkirkan mobil itu dia membuka pintu mobil untuk aillen keluar
ini salah satu hal manis yang telah Sagara lakukan beberapa Minggu ini
aillen hanya pasrah sekarang karena tiap aillen menolak pasti ucapan Sagara adalah sudah tugas ku memanjakan mu
dan ya sudah tak dapat membantah, mereka berjalan berdampingan kearah kelas aillen
"ingat nanti ya" ucap Sagara saat mereka akan berpisah di depan pintu masuk kelas
"iya gara iyaaa" ucap nya geram
"kamu masuk kelas sanaaa" usir aillen saat Sagara hanya diam memandangnya sampai masuk kelas
"tidak sampai kamu masuk kedalam"
"huft baiklah bye Sagara"
aillen pun masuk kedalam menghiraukan Sagara yang masih setia berdiri di sana memastikan aillen masuk dengan selamat
setelah aillen duduk di kursinya Sagara baru menghilang menuju kelasnya
pelajaran pun tak lama dimulai
...***...
"hari ini aku ingin supermarket deh soalnya semuanya udah pada abis, hhmm dan stok cemilan juga apa lagi ya" gumam wanita paruh baya itu sambil memperhatikan isi lemari nya
"sepertinya banyak yang harus di beli, yasudah aku siap siap dulu aja deh"
wanita itu menutup pintu lemari dan bersiap untuk memenuhi isi dapurnya kembali
saat berjalan kedepan dia sudah di sambut oleh supir pribadinya
dia pun naik kedalam mobil
"kita ke supermarket ya pa saya mau belaja bulanan dulu" ucapnya sambil membetulkan posisi duduk
"baik Bu"
mobil pun melaju keluar halaman membelah jalanan kota yang cukup ramai hari ini
namun mereka tidak sadar jika sedari tadi sudah ada mobil hitam yang mengikuti mereka
mobil itu berjalan sesuai kecepatan mobil di depannya
perjalanan tidak mencurigakan bagi ibu aillen karena cukup ramai disana
terbilang sedikit macet saat akan sampai supermarket terdekat di sana
jarak yang di tempuh tidak begitu jauh cukup dalam waktu 15 sampai 20 menit mereka sudah sampai di depan supermarket
dia pun turun dan meminta supir untuk menunggunya di sini saja sampai nanti sudah selesai baru dia akan di panggil
dia masuk kedalam dan mengambil trolli belanjaan di sebelah kanan pintu masuk
memasukan barabg barang yang dia butuhkan dari satu rak ke rak yang lain
sampai tidak terasa setengah trolli telah terisi penuh dengan barang barang yang di butuhkan
"hhmm semua nya udah deh kayaknya tinggal tambah cemilan di sebelah sana" gumamnya saat melihat keranjangnya sudah hampir terisi penuh
letak rak yang berisi cemilan ada di lorong sebelah kanan
saat dia akan mengarahkan troli nya ke sana seseorang denga Hudi putih menabraknya dari sebelah kiri membuatnya sedikit tidak seimbang dan barang yang di bawa laki laki beehudi putih itu jatuh namun pria itu tetap melangkah
ibu aillen mengambil barang yang jatuh itu bermaksud untuk mengembalikannya namun setelah langkahnya seimbang pria itu telah hilang entah kemana
ibu aillen mencoba melihat apa yang ada di tangannya
saat dia melihat apa yang ada di tangannya cukup membuat dia membeku ditempat
sebuah foto yang sangat familiar bagi dirinya, dan dia merasakan perasaan yang sama dengan adegan di foto itu
gemetar terasa akan pingsan namun dia harus tetap kuat dengan cepat dia memasukan foto itu pada tas nya dan mengarahkan troli kearah kasir
dia tidak melanjutkan belanjanya, dia ingin cepat sampai rumah dan mengecek sesuatu kembali
dia menelpon supirnya untuk masuk kedalam dan mengurus belanjaannya
dia segera masuk kedalam mobil saat sang supir sudah memegang kartu kredit dan mengurus belanjaannya
lututnya terasa lemas dan tidak terasa air matanya menetes begitu saja
"astaga siapa orang itu tuhan" serunya dalam hati
"mas hal itu lagi" gumamnya dengan air mata yang mengalir