Life In Miracles

Life In Miracles
sagara



hari ini suasana kampus terasa berbeda, semenjak pertengkarannya dengan Nessa banyak beredar kabar tentang aillen yang tak tahu diri


sebenarnya aillen tidak masalah selama mereka membicarakan hal apapun itu namun ini menyangkut pertemanannya dengan Nessa yang ia jalin dengan baik selama ini


hancur dengan begitu buruk nya tanpa aillen tahu siapa laki laki yang menjadi sebab pertengkaran mereka


aillen prov*


hah sungguh menyebalkan kurasa tak ingin menangis namun air mata ku tak mampu dibendung lagi


aku tak tahu harus bercerita pada siapa, dan aku ingin tahu laki laki yang di maksud Nessa itu siapa


kenapa sih musti suka ke aku? jika aku tahu siapa laki laki itu maka akan aku tolak saat itu juga astaga!


air mata ku terus mengalir suasan di sini sangat sepi dan nyaman aku tidak khawatir akan ada yang mendengar ku menangis


karena ini adalah halaman belakang ujung koridor kelas ku


jika sedih atau pun senang aku selalu kesini akhir akhir ini


namun ada perasaan yang sedikit berbeda beberapa saat setelah aku berada di sini


seperti ada yang sedang memperhatikan ku namun ku pandangi setiap sudutnya tak ada siapapun di sini hanya ada aku


atau hanya firasat ku saja karena aku merasa sepi semenjak Nessa tidak ada


aku ingin bertanya tapi pada siapa siapa yang tahu akan masalah ini!


aillen off*


mata itu memandang dengan tajam tangan mengepal kuat terlihat kekecewaan namun entah untuk siapa


sosok yang sedari tadi memperhatikannya dari kejauhan, rasa ingin memeluknya sangat amat besar rindu yang menggebu ingin menyapa gadisnya itu


ya Sagara disana sejak tadi, dia selalu datang ke sana sebelum aillen di sana karena dia ingin selalu melihat gadinya itu setiap saat


meskipun tak setiap saat gadisnya itu disini namun dia selalu tetap datang kesini menunggu gadisnya itu


kakinya enggak untuk mendekat ataupun pergi dari sana


bukan tidak berani tapi hanya karna dia ingin mendengar apa keluhan gadisnya itu


setelah beberapa lama mereka diam disna aillen mulai berjalan pergi meninggalkan tempat itu dengan Sagara yang tetap setia mengikutinya dari belakang


sampai di pertengahan lorong aillen di dorong dengan keras oleh sekumpulan wanita yang entah datang dari mana


"dasar cewek gak tau diri, rebut pacar temen sendiri dasar munafik"


"iya gak tau diri emang udah untung Nessa tuh baik mau temenan sama cewek freak kaya gini"


cacian makian mereka lontarkan pada aillen saat salah satu dari mereka ingin menampar aillen dengan cepat Sagara memeluk aillen


plakk


tangan wanita itu mendarat di bagian kepala Sagara dengan keras


semua terkejut dengan kedatangan Sagara di sana


"pergi!" geram nya


mereka masih belum mengerti maksud Sagara


"saya bilang pergi! sekarang!" ucapnya lebih keras


tanpa berpikir dengan takut mereka berlari menjauh dari sana


aillen yang masih terkejut hanya menangis dalam dekapan Sagara


Sagara memeluknya dengan erat mengusap lembut punggung gadisnya mencoba menenangkannya


sangat menyakitkan berada di posisi ini,


"kita pulang" ucapnya lembut


dan tanpa bicara aillen mengikuti langkah saraga dengan masih di dekap erat


saat beberapa saat melangkah tanpa permisi Sagara menggendong aillen dengan bridal style


tanpa menghiraukan pandangan semua orang aillen hanya dapat menyembunyikan pelantar di dada Sagara menuju parkiran