
hari ini suasana kampus terasa berbeda, semenjak pertengkarannya dengan Nessa banyak beredar kabar tentang aillen yang tak tahu diri
sebenarnya aillen tidak masalah selama mereka membicarakan hal apapun itu namun ini menyangkut pertemanannya dengan Nessa yang ia jalin dengan baik selama ini
hancur dengan begitu buruk nya tanpa aillen tahu siapa laki laki yang menjadi sebab pertengkaran mereka
aillen prov*
hah sungguh menyebalkan kurasa tak ingin menangis namun air mata ku tak mampu dibendung lagi
aku tak tahu harus bercerita pada siapa, dan aku ingin tahu laki laki yang di maksud Nessa itu siapa
kenapa sih musti suka ke aku? jika aku tahu siapa laki laki itu maka akan aku tolak saat itu juga astaga!
air mata ku terus mengalir suasan di sini sangat sepi dan nyaman aku tidak khawatir akan ada yang mendengar ku menangis
karena ini adalah halaman belakang ujung koridor kelas ku
jika sedih atau pun senang aku selalu kesini akhir akhir ini
namun ada perasaan yang sedikit berbeda beberapa saat setelah aku berada di sini
seperti ada yang sedang memperhatikan ku namun ku pandangi setiap sudutnya tak ada siapapun di sini hanya ada aku
atau hanya firasat ku saja karena aku merasa sepi semenjak Nessa tidak ada
aku ingin bertanya tapi pada siapa siapa yang tahu akan masalah ini!
aillen off*
mata itu memandang dengan tajam tangan mengepal kuat terlihat kekecewaan namun entah untuk siapa
sosok yang sedari tadi memperhatikannya dari kejauhan, rasa ingin memeluknya sangat amat besar rindu yang menggebu ingin menyapa gadisnya itu
ya Sagara disana sejak tadi, dia selalu datang ke sana sebelum aillen di sana karena dia ingin selalu melihat gadinya itu setiap saat
meskipun tak setiap saat gadisnya itu disini namun dia selalu tetap datang kesini menunggu gadisnya itu
kakinya enggak untuk mendekat ataupun pergi dari sana
bukan tidak berani tapi hanya karna dia ingin mendengar apa keluhan gadisnya itu
setelah beberapa lama mereka diam disna aillen mulai berjalan pergi meninggalkan tempat itu dengan Sagara yang tetap setia mengikutinya dari belakang
sampai di pertengahan lorong aillen di dorong dengan keras oleh sekumpulan wanita yang entah datang dari mana
"dasar cewek gak tau diri, rebut pacar temen sendiri dasar munafik"
"iya gak tau diri emang udah untung Nessa tuh baik mau temenan sama cewek freak kaya gini"
cacian makian mereka lontarkan pada aillen saat salah satu dari mereka ingin menampar aillen dengan cepat Sagara memeluk aillen
plakk
tangan wanita itu mendarat di bagian kepala Sagara dengan keras
semua terkejut dengan kedatangan Sagara di sana
"pergi!" geram nya
mereka masih belum mengerti maksud Sagara
"saya bilang pergi! sekarang!" ucapnya lebih keras
tanpa berpikir dengan takut mereka berlari menjauh dari sana
aillen yang masih terkejut hanya menangis dalam dekapan Sagara
Sagara memeluknya dengan erat mengusap lembut punggung gadisnya mencoba menenangkannya
sangat menyakitkan berada di posisi ini,
"kita pulang" ucapnya lembut
dan tanpa bicara aillen mengikuti langkah saraga dengan masih di dekap erat
saat beberapa saat melangkah tanpa permisi Sagara menggendong aillen dengan bridal style
tanpa menghiraukan pandangan semua orang aillen hanya dapat menyembunyikan pelantar di dada Sagara menuju parkiran