Life In Miracles

Life In Miracles
mas abi



tak terasa mereka sudah sampai di depan sebuah gedung tinggi dengan banyak orang berlalu lalang


"loh ngapain kita disini pa?" tanya aillen saat matanya melihat tempat yang mereka datangi


" saya minta kamu mengantar saya untuk membeli bebera keperluan untuk materi dan juga kebutuhan saya" ucapnya sambil melepas safetybelt dan berjalan keluar


Abi dengan cepat membuka pintu mobil sebelum aillen membukanya


"makasih pa" ucap aillen dengan menunduk malu


" sama sama" setelahnya mereka berjalan beriringan kedalam mall ini


berkeliling mulai dari memasuki Gramedia dan supermarket yang tersedia membeli segala kebutuhan Abi


benar bukan hanya sekedar bualan saja memang benar adanya dia ada yang harus dibeli ya selebihnya anggap saja bonusnya untuk berjalan jalan dengan aillen


setelah selesai berbelanja Abi menggandeng tangan aillen menuju antrian bioskop yang tak jauh dari situ


"bapa mau nonton?" tanya aillen yang sedari tadi hanya diam dan menanggapi seadanya berbagai pertanyaan yang di lontarkan Abi padanya


"bukan cuman saya tapi kita, masa saya cuman beli yang saya mau sekalian aja kita refresh dulu disini" ucapnya sambil berjalan didepan menuntun jalan


"kamu tunggu di sini ya saya mau beli tiketnya dulu, dan jangan panggil saya pa kalau sedang berdua umur saya kan tak berbeda jauh dengan kamu" setelah mengucapkan itu Abi berjalan menuju tempat tiket


aillen yang masih mencerna apa yang dikatakan Abi merasa bingung dengan sikapnya


terkadang dia berpikir apa dosennya itu mempunyai perasaan lebih padanya ah tapi tidak mungkin


sudahlah jangan berpikir yang aneh aneh ucap nya dalam hati dan mulai duduk untuk menunggu Abi memesan pesanannya


setelah beberapa menit akhirnya Abi kembali dengan dua tiket ditangannya dan dua popcorn serta minuman soda


"yu filmnya udah mau mulai" ucap Abi saat berada di dekat aillen


aillen hanya menganggukkan kepalanya dan berjalan mengikuti langkah Abi menuju ruangan 4


" sini pa biar saya bantu pegangin" ucap aillen yang tak tega melihat Abi kerepotan membawa tiket dan makanannya


"hehe makasih ya" ucapnya memberikan popcorn yang ia pegang pada aillen


mereka pun masuk kedalam bioskop setelah memberikan tiket pada penjaga dan duduk dikursi yang dipesan


film pun akhirnya di putar, aillen duduk di ujung sebelah kanan dikirinya ada Abi dan sepasang remaja


awalnya film berjalan dengan baik mereka memakan popcorn yang Abi beli tadi saat tak sengaja tangannya memegang tangan aillen


membuat sangempunya kaget dan segera menarik tangannya entah kenapa sedikit membuat debaran di hatinya tapi dia segera menepis pikiran itu


sedangkan Abi hanya tersenyum dan melanjutkan acara makannya


film berjalan dengan Hidmat sampai dimana adegan dalam film menampilkan sepasang kekasih yang dipisahkan dengan kematian dan sang pemeran laki laki mencium lembut bibir pemeran perempuan dan berjanji untuk menjaga cinta dan anak yang ditinggalkan sang pemeran perempuan


membuat semua yang menonton terharu sampai tanpa sadar aillen sendiri meneteskan air matanya


pemandangan itu tak lepas dari pandangan Abi yang sedari tadi bukan fokus pada film tapi malah memandang aillen dengan segala ekspresi yang aillen keluarkan membuatnya lebih tertarik melihat gadis di dekatnya daripada layar


sampai filmpun berakhir diputar dan lampu bioskop menyala


"ah maaf saya terbawa suasana" ucap aillen mencoba menyembunyikan bekas air matanya


"iya gak papa ko wajar banyak tuh yang nangis juga"ucap Abi dengan kekehan diakhir kalimatnya karena gemas dengan tingkah gadisnya.


ah apakah aillen sudah dapat dikatakan sebagai gadisnya? Abi tak tahu yang ia tahu sekarang hanya ingin membahagiakan gadisnya ini


"udah yu pulang dah malem" ucapnya dan menggandeng tangan aillen menuju parkiran


"hmm" hanya gumaman yang ia keluarkan sebagai jawaban


entah mengapa ia merasa sangat senang hari ini


saat menuju lift tak sengaja seseorang berlari dan menabrak tubuh aillen dengan keras menyebabkannya terjatuh kedalam pelukan Abi


kejadiannya begitu cepat untung saja Abi cepat nangkap aillen jika tidak gadis itu sudah jatuh tersungkur kelantai mall


"hey hati hati jika berlari" teriaknya karena kesal pada orang yang menabrak aillen tanpa menoleh kembali padanya


"u udah pa saya gak papa ko" ucap aillen sambil mencoba berdiri kembali


"yakin kamu gak papa ai ada yang sakit?" tanyanya panik sambil membantu aillen berdiri


"iya pak gak papa" jawabnya mencoba menenangkan Abi


"hah dasar orang ceroboh masa gak liat liat sih pas lari"Abi masih saja menggerutu karena orang yang menabrak aillen tadi


membuat aillen malah terkekeh geli karena tingkah Abi


padahal dia yang jatuh tapi Abi yang marah marah harusnya kan dia yang marah


"kamu kenapa ketawa lagi"ucapnya kesal


"haha maaf ya soalnya aneh aja saya kan yang di tabrak tapi bapa yang marah" ucapnya menjelaskan sambil mencoba menahan tawanya


"huh" dengusnya


"udah yu pa jalan lagi" ucap aillen sambil menarik tangan Abi untuk berjalan kembali


untuk beberapa detik Abi merasa terkejut namun dia berusaha menutupi keterkejutannya dengan berjalan beriringan dengan aillen


sampai diparkiran aillen masih belum menyadari kalau dirinya sedari tadi menggandeng tangan Abi duluan


saat Abi berdehem baru dia menyadari bahwa tautan tangannya belum ia lepas


"ma maaf pa saya. saya gak sengaja" ucapnya gugup


" iya gak papa ko saya malah suka dan kamu ingat ini jangan panggil saya pa panggil saja Abi atau mas mungkin?" ucapnya sambil mengusak rambut aillen pelan


membuat semburat merah di pipinya terlihat sampai telinga


"i iya pa eh mas" ucap aillen mengecilka. suaranya diakhir ucapannya


Abi yang mendengar itu merasa gemas tapi dia tidak mungkin kan menerkamnya sekarang


mereka pun masuk setelah Abi mebukakan pintu untuk aillen masuk dan bergegas meninggalkan area parkir untuk pulang


sepanjang perjalanan Abi tak pernah melunturkan senyuman diwajahnya dan aillen yang terus menerus mencoba menetralkan detak jantungnya karena hal tadi membuatnya selalu malu untuk memandang kearah Abi


dua manusia yang masih asik bergelut dengan pikiran masing masing sampai tak terasa mereka sudah sampai di rumah aillen


aillen pun keluar di susul Abi masuk kedalam rumah tak lama dia hanya berpamitan pada mamah aillen dan setelah itu pamit karena sudah malam


"sampai ketemu besok ai saya akan jemput kamu untuk kekampus besok" bisik Abi sesaat sebelum dia benar benar pamit


ahh sungguh aillen malu dan mematung di tempat sebelum sang bunda menepuk halus pundaknya untuk mengajak kedalam rumah untuk beristirahat