
mata nya yang sayu menatap sedih
"aku hanya ingin bahagia tapi kenapa? kenapa kalian malah memberikan luka" lirihnya
"dari kecil aku hanya ingin kalian memperhatikan ku bukan pekerjaan kalian!"
"tapi nes mamah dan papa lakuin ini semua buat ka.."
"apa mamah mau bilang buat aku? hah? iya? tapi apa apa yang ku dapat!" bentakan itu terdengar perih
"aku tahu uang itu penting untuk mengurusku tidak gampang tapi bisa kah kalian beri aku waktu sedikit untuk kasih sayang kalian hah! aku kesepian tak ada siapa pun"
"mas Abi dia dia yang menggantikan kalian untuk menjaga dan menghiburku menemani di setiap sepi ku tapi sekarang, sekarang mas pun ingin pergi meninggalkan ku demi dia!"
"bukan begitu Nessa mas gak akan ninggalin kamu mas udah anggap kamu sebagai adik mas sedari dulu" ucapnya mencoba menjelaskan
"arrgghhhh aku gak mau hanya jadi adik mu mas aku gak mau!" pekiknya
"astaga Nessa sudah" teriak sang mamah mencoba menenangkan Nessa
namun bukan tenang Nessa malah tertawa kencang menatap nyalang kearah sang bunda dan juga Abi
"dengerin mas Nessa rasa sayang mas ke kamu gak akan pernah berubah, rasa cinta yang mas punya gak akan pernah bisa di paksakan , mas tahu kamu pasti tahu betul itu mas mohon untuk biarkan mas dengan dia"
runtuhlah pertahanan Abi air matanya jatuh menetes tidak tertahan
mengapa semuanya berjalan seperti ini hatinya benar benar hancur kala melihat nessa yang seperti ini
namun hatinya tidak dapat di pungkiri bahwa sepenuhnya telah di miliki aillen
semakin besar amarah dalam hatinya senyuman kosong terpancar dari wajahnya
"baik jika itu mau kalian, berarti lebih baik aku mati karena tak ada gunanya lagi aku hidup"
"Nessa!"
Abi yang mendengar teriakan ibu Nessa dengan cepat mendongakan pandangannya
"astaga Nessa apa yang kamu lakuin!"
Abi ingin berlari mendekati Nessa namun Nessa sekali lagi menodongkan serpihan kaca itu pada Abi
"aku bilang jangan mendekat! kamu dengar mas"
abi berteriak frustasi dengan keadaan sekarang dia tak mau Nessa terluka tapi bagaimana cara menghentikannya
darah mengucur deras dari pergelangannya
"aku sudah tak berguna haha, dan kamu mas tidak perlu khawatir lagi dengan ku dan mamah sekarang bebas untuk bekerja sepuasnya tak ada beban lagi seperti ku"
terdengar lirih menyat hati ucapan itu
penglihatannya mulai memburam darah yang keluar mengucur deras karena sayatan yang cukup besar di sana
"mas aku cinta kamu aku gak mau kamu tinggalin aku mas aku gak mau argghhhhhhhh" teriak nya nyalang
dan dalam hitungan detik Nessa terjatuh kelantai dengan cepat Abi berlari menghampiri Nessa
menggenggam erat pergelangan tangan itu, dan sang mamah yang sejak tadi sudah memanggil dokter pribadinya hanya melihat nessa dengan tangan yang bergetar hebat
dia tidak tahu Nessa akan berakhir seperti sekarang dia merasa gagal dalam mendidik anak semata wayangnya ini
Abi menyimpan kepala Nessa di pangkuannya dan merobek kaos yang sedang di pakainya mencoba mengikatkan pada pergelangan tangan Nessa untuk menghentikan pendarahan sementara
setelah terikat kencang Abi mengangkat tubuh Nessa perlahan ke atas kasur Nessa di bantu sang ibu mengambil bantal dan selimut yang telah berantakan