Life In Miracles

Life In Miracles
rumit



tak ada percakapan disana sepanjang jalan aillen hanya terdiam memandang kearah jendela menatap kosong


semua yang terjadi akhir-akhir ini membuatnya merasa sangat tertekan


Sagara tahu itu gadisnya sedang dalam tekanan yang besar dia ingin memberi tahukan semuanya namun dia tahu harus perlahan


mereka pun melaju sampai di depan rumah aillen seperti sudah terbiasa Sagara melalui jalan ini tanpa bertanya pada aillen


merasakan kejanggalan akan sikap Sagara namun saat ini aillen tak ingin bertanya


dia ingin beristirahat saja


mereka turun dengan Sagara yang masih memapah aillen untuk masuk kedalam


"buka pintunya"


aillen tak mengerti Sagara berbicara pada siapa


"bunda mu sedang tidak ada di rumah, sekarang kamu buka pintunya dengan kunci cadangan mu" tuturnya lembut


tanpa menunggu lama aillen mengambil kunci dan Sagara yang membukanya


"mengapa kamu tahu bunda sedang tidak di rumah" tanya aillen saat mereka sampai di dalam


namun lagi lagi Sagara hanya diam


"aku ijin kedapur"


tanpa menunggu persetujuan aillen dia beranjak dari kursi dan pergi kearah dapur untuk mengambil minum


aillen terdiam melihat Sagara yang seakan sudah hafal dengan tata letak di rumah ini


tak berapa lama Sagara kembali dengan membawa dua gelas air dan satu piring makanan


"minum ini dan makan lah setelah itu minum obat mu lalu istirahat" ucapnya dengan menatap lembut kearah aillen


aillen masih terdiam dan menatap lekat kearah Sagara


"tenanglah aku bukan penjahat nanti kamu akan tahu semuanya"


bagai tersihir aillen menuruti perkataan Sagara meskipun banyak pertanyaan di kepalanya


dan ada perasaan familiar dalam dirinya saat melihat Sagara


perasaan hangat dan nyaman yang menyeruak saat dalam dekapan Sagara


aillen tak tahu siapa nama laki laki di depannya ini namun tanpa ragu dirinya mengikuti semua perintahnya.


***


saat ini Abi sedang bersama dengan Nessa menemaninya tidur


ya semakin posesif setelah janjinya kemarin Abi sebenarnya sangat ingin melihat aillen dan menanyakan kabarnya namun sayang Nessa tak mengijinkannya untuk memegang ponselnya baik sekedar melihat kegiatan kampus di grupnya


Abi tak tahu harus bagaimana dia sudah mengajukan surat cuti beberapa hari kedepan untuk menjaga Nessa dan surat sakit pun iya buat untuk ketidak hadiran Nessa di kampus


perasaan gundahnya tentang aillen dan Nessa semakin kuat


"Nessa kenapa jadi begini " pertanyaan itu terus terulang dalam benaknya tanpa mau berhenti


pilihan itu terlihat jelas di matanya memilih kedua gadis yang sama berarti dalam hidupnya ini


jujur Abi tak mempunyai perasaan seperti kekasih pada Nessa tapi kasih sayang sebagai kakak yang melekat membuatnya tak tega untuk meninggalkan Nessa dalam keadaan begini


namun aillen pun akan sama menderita nya jika tahu tentang dirinya yang bersama Nessa pikirnya


"arrgghh mengapa serumit ini" gumamnya gusar


"mas " ucap nessa yang terganggu dalam tidurnya


"iya nes mas disini"


"jangan kemana mana" ucapnya mengeratkan pelukan pada Abi


"hmm ya mas gak kemana mana"


Nessa tak menjawab dia hanya meneruskan tidurnya


Abi mencoba untuk terlelap menenangkan fikirannya sejenak semoga besok akan menjadi lebih baik lagi


***


"saya tahu Bu tapi saya mohon saya ingin tahu tentang latar belakang aillen yang sesungguhnya" ucap wanita paruh baya itu memelas


"maaf Bu kami hanya diberitahu untuk memberika. aillen pada ibu dan selebihnya kami tidak boleh memberi tahukan apapun"


jawaban telak yang di berikan pengurus panti itu membuatnya kecewa dia ingin membantu putri nya namun tak ada jawaban hasilnya nihil


"baiklah Bu terimakasih atas waktu nya kalau begitu saya pamit untuk pulang "ucapnya seraya berdiri hendak meninggalkan panti asuhan itu


"baik Bu saya hanya ingin memberitahukan nanti akan ada yang memberitahu semua masa lalu aillen pada dia langsung cepat atau lambat tanpa ibu mencari tahu"


ucapan itu sukses membuat kecemasan yang ada pada diri maudi semakin menjadi


namun dia berusaha untuk menutupi keterkejutan itu


maudi pergi dari sana dengan hati yang gelisah


banyak pertanyaan dan teka teki akan asal usul aillen namun dirinya belum dapat menyimpulkan apapun selama bertahun tahun


bukan berarti maudi tak mencari tahu tentang aillen namun orang tua aillen merahasiakan ini dengan baik dan dia hanya diberi amat untuk menjaga nya saja