
Aillen dan maudi kini tengah duduk bersama di pekarangan rumah
“bunda aillen akhir-akhir ini merasa senang sekali bun”
“benarkah sayang apa itu alasannya?”
Aillen merebahkan badanya di kursi ayun itu dan meletakan kepalanya di pangkuan sang bunda
“yak arena bunda yang kini mulai kembali ceria, setelah kebenaran yang aillen dapat waktu itu. Lalu adanya sagara di sini sekarang menemani aillen”
Maudi belum merespon apapun ucapan alien tersebut dia masih senantiasa mengusap kepala sang putri dengan lembut
“bunda meskipun aillen bukan anak bunda tapi aillen berjanji sampai kapan pun bunda adalah orang yang paling aillen sayang. Meskipun suatu saat aillen tahu siapa orang tua kandung aillen aillen akan lebih memilih tinggal bersama bunda”
Ucapan aillen spontan membuat gerakan maudi terhenti dia teringat akan pertemuannya dengan kedua orang tua aillen waktu itu
Dia tidak tahu jika aillen akan merespon hal seperti ini pada akhirnya
“bun bunda” panggilnya
Aillen melihat kearah atas, maudi yang tengah melamun dihandapannya membuat aillen bingung
“bundaaa” panggilnya kembali
“ah iya sayang kenapa”
“bunda tidak mendengarkan ceritaku ya?”
“mendengarkan ko sayang cuman bunda tadi hanya sedikit memikirkan jawaban yang tepat saja”
“ohh seperti itu bunda”
“iya sayang, tapi dari tanggapan mu barusan ingin bilang terimakasih sayang sudah mau menerima bunda meskipun bunda bukan orang tua kandungmu. Bunda pun sama akan selalu sayang aillen sampai akhir hayat bunda namun kamu harus tetap mau untuk sesekali tinggal bersama mereka karena mereka punya alasan tersendiri saat meninggalkan mu”
Aillen hanya mengangguk atas ucapan sang bunda dankembali tertidur disana
Dalam hati mereka berharap untuk setiap ketenangan dalam hidup mereka dan kebahagiaan selalu menyertai mereka
“ini tuan muda berkas yang ada inginkan”
Sekertaris itu memberikan sebuah berkas bermap merah
Sagara membacanya dengan teliti setiap informasi yang ada di dalamnya namun dia merasa ada yang janggal dari berkas itu
“dari mana kamu dapat berkas pengajuan ini
“dari salah satu perusahaan yang sedang bersaing dengan kita saat ini tuan”
“perusahaan yang sama dengan kita? Siapa mereka”
Ssagara kini mengubah cara duduknya menghadap sekertaris itu dan menyimpan berkas itu di meja
“itu adalah perusaha property sama seperti kita nama perusahaan itu adalah rabbionalten di dirikan oleh pengusaha ternama juga yaitu satrio adiputra, namun sekarang di kelola oleh anak nya yang bernama vano satrio adiputra.”
“namun cara mereka bermain cukup sulit tuan karena mereka juga bergabung dengan perusahan illegal dan sering terlibat kekerasan bersama maia yang ada d bawah naungan mereka tuan”
Mendengar penjelasan terakhir membuat sagara sedikit kaget , karena orang yang menawarkan kerja ssama bukan orang biasa dan akan membuat perusahaan dalam bahaya meskipun dia tahu jika dia masih mampu untuk menghalau kemungkinan terburuk namun dia tidak ingin hal ini berimbas pada keluarganya
“baiklah kamu boleh keluar sekarang”
‘baik tuan”
Sekertaris itu pun berlalu dari sana
Pertanyaan mulai muncul dalam benaknya tentang surat perjanjian yang ada di mejanya
Tidak mampu untuk sekali penolakan karena aka nada masalah yang terjadi jika sembarangan menolak hal ini
“aku tidak akan membuat mu ikut terlibat”
Yang paling utama dalam nfikirannya sekarang adalah aillen karena secara tidak langsung orang seperti ini akan mengincar keluarga dan orang-orang yang mereka sayang jika hal itu tidak sesuai dengan rencana mereka.