
Hal pertama yang aillen lihat saat mereka sampai disana adalah sebuah rumah bergaya belanda zaman dulu dengan warna dominan putih dan abu
Halaman luas dengan pagar di depan dengan warna senada dengan rumahnya, mobil memasuki pekarangan rumah itu disambut ramah oleh penjaga rumah disana.
Rumah dengan tembok setinggi pinggang yang mengelilingi bagian depan rumah ada kursi untuk bersantai disana dengan pohon besar di sekitarnya menambah kesan menyejukkan disana
Mereka turun dan berjalan beriringan untuk masuk kedalam rumah itu.
Sebenarnya ailllen ingin bertanya namun aillen yakin sagara hanya akan diam dan menuntunya kedalam tanpa iingin bercerita
Aillen hanya mengikuti sagara, dengan tangan yang dipegang erat oleh sagara tanpa ada keinginan untuk melepaskan pegangan itu.
Didalam rumah aillen merasakan ketenangan dan rasa familiar dalam dirinya, banyak foto terpajang disini tidak terlalu luas namun cukup hangat untuk sebuah keluarga dengan dua orang anak di dalamnya fikir aillen
“duduklah dahulu” ucap sagara saat mereka sudah berada di ruangan yang menurut aillen ini sebuah ruang keluarga
“mau kemana”
“aku kedalam sebentar”
Sagara pun pergi mengarah kesebuah kamar yang tidak jauh dari sana
Aillen melihat ruangan yang sedang dia tempati sekarang, melihat seisi ruangan yang tidak banyak barang namun cukup nyaman untuk berbincang dengan keluarga saat senggang
Aillen terpaku dengan sebuah foto yang ada di meja dekat tempatnya duduk
Foto dua anak kecil yang sedang bermain dan yang satunya sedang berpegang tangan melihat kearah kamera dengan senyum lebar
Dalam hati nya aillen merasa aneh mengapa anak kecil itu terlihat seperti dirinya saaat kecil, aillen pernah di tunjukan foto masa kecilnya oleh sang bunda, namun dia pun merasa itu tidak mungkin
Bagaimana caranya dia bisa berada di foto itu, sedangkan yang dia ketahui bahwa dirinya tidak pernah jauh dari rumah
Namun jika itu dia maka siapa anak laki-laki di oto ini apa itu sagara?
“itu kamu dan aku” ucap sagara saat dia kembali dari ruangan itu
“benarkah?”
Sagara tidak menjawab dia melangkah mendekati aillen lalu duduk di sebelah aillen
“ini aku dan kamu waktu kita berumur 10 tahun dan kamu baru 8 tahun”
Aillen hanya melihat kearah sagara menunggu lanjutan ceritanya
“waktu itu almarhum nenek masih hidup dan keluarga kita sedang liburan disini untuk liburan musim panas “
Aillen kembali melihat foto itu
“aku menghilang? Apa yang terjadi sagara? Apa kita sedekat itu?”
Sagara hanya terdiam tanpa ingin menjawab ucapan aillen
“sagar ceritakan padaku apa yang terjadi saat itu, dan apa hubungan kita saat itu?” aillen terus mempertanyakan semua yang ada dalam benak nya
Cukup banyak hal yang sebenarnya mengganjal bagi aillen selama ini namun dia masih bisa sabar kemarin
Sekarang tidak lagi dia ingin mendengar apapu itu.
“aku belum mampu menceritakannya aillen aku masih banyak hal yang harus aku cari dari peristiwa itu”
“apa yang kamu cari? Peristiwa apa? Apa sagara bicarakan saja siapa tahu aku juga dapat membantu mu untuk hal itu jika aku mengingatnya” paksa aillen
“”aku merasa asing selama ini dengan dunia yang aku jalani, apa lagi sekarang saat bunda bilang aku bukan anak kandungnya aku merasakan frustasi dan putus asa akan semuanya sagara”
“aku tahan semua rasa itu supaya bunda tidak merasa khawatir namun sagara sekarang ada kamu yang tahu akan hal itu, tolong gara ceritakan”
Sagara memeluk aillen dengan erat tanpa mengucapkan apapun, dia usap kepala aillen dengan lembut.
Terasa sakit pada hati nya saat mendengar penuturan aillen tentang hidupnya, merasakan ketidak berdayaan dan putus asa dari pandangan nya.
“maaf ai”bisik sagara di telinga aillen
Air mata yang lama kering kini mengucur dengan deras dipelukan sagara, semua bebannya tidak mampu dia bending kembali.
Sakit terasa menyata di hatinya, semua kehidupan lalunya hanya bayangan hitam yang tidak mampu dia ingat sama sekali.
Sagara mencoba menenangkan pujaannya itu dengan pelukan yang dia eratkan, memberi sedikit kekuatan dan mengingatkan pada aillen jika sekarang dia tidak sendirian ada sagara yang akan menjaganya dari apapun itu.
“lihat aku” ucap sagara sambil lepas pelkan mereka sebentar
“aku ada di sini untuk mu, kamu percaya pada ku?”
Aillen belum mampu menjawab dia hanya menganggukkan kepalanya
“aku akan ceritakan semuanya saat aku sudah mampu mengkap siapa dalangnya oke”
Lagi-lagi aillen hanya menganggukan kepalanya
“dan jangan pernah tinggalkan aku lagi ai, aku merasakan kesepian yang teramat sangat tanpamu” ucap sagara kembali membawa aillen dalam pelukannya
Susana terasa hening dan cukup intim bagi mereka berdua, aillen tidak tahu apa yang akan sagra lakukan namun hati nya merasa yakin dan percaya bahawa sagara akan menjelaskan semuanya dan memeberi apa yang aillen inginkan.