Life In Miracles

Life In Miracles
flashback



sehari sebelumnya


"mas aku mau bicara sebentar" ucap Nessa saat mereka berpapasan di depan rumah


Abi hanya merespon dengan menghentikan langkahnya tanpa berbalik


"mas aku udah tenang aku mau bicarain semuanya baik baik tapi gak disini"


dengan perasaan kalut tangannya masih memegang erat ujung baju yang Abi pakai


terdengar helaan nafas berat dari Abi


"yasudah dimana?" tanya Abi masih dengan posisi yang sama


dengan rasa tidak percaya Nessa tidak menyia nyiakan kesempatan yang Abi beri untuknya


"beneran mas! yaudah di rumah aku aja bunda lagi gak ada ko " jawabnya dengan mata berbinar


Abi pun mendahului Nessa menuju rumahnya , dengan perasaan yang senang Nessa mengekori Abi di belakangnya


dengan yakin dia ingin mengutarakan semuanya dengan baik dan siap menerima apapun yang jadi keputusan Abi


dan.... meskipun berat saat tahu siapa wanita yang Abi suka tapi dia akan mencoba mendukung keputusan itu


.


.


.


"ok kamu mau bicarain soal apa?" tanya Abi to the point


" hmm sebenarnya aku mau bilang makasih dulu sama kamu mas karena udah mau ngobrol lagi sama aku" ucapnya sambil memandang Abi dengan takut


"mas aku udah jujur kan kemarin aku suka ke kamu dan aku ingin kita lebih dari sekedar teman masa kecil atau adik kakak yang kamu bilang mas"


"setiap perhatian dan kasih sayang mu dari dulu ke aku membuatku tergantung pada mu mas dan aku gak mau kehilangan itu semua" semakin berat bibirnya untuk melanjutkan kata katanya


apalagi Abi sedari tadi hanya menatap nya tanpa berbicara sepatah kata pun membuat suana semakin tak meng enakan bagi Nessa


"aku ... aku bukannya mau merusak ini semua tapi aku juga gak mau kalo hanya mendam ini sendirian, aku ... sekarang ikhlas apa pun jawaban mu tapi aku gak mau hubungan kita ada yang berubah mas" bibir itu kini bergetar menahan rasa tangis yang ingin meluncur


namun dalam waktu yang bersamaan dia merasakan kelegaan dalam hatinya karna telah mengutarakan semuanya yang dia rasa kan pada Abi


" kamu tahu nes mas gak pernah berfikir semua akan jadi seperti ini, sebelumnya mas mau bilang makasih kamu udah sayang sama mas tapi sekali lagi maaf mas bukan mau nyakitin tapi perasaan mas gak bisa bohong "


Abi menggantung ucapannya


kembali ia menghembuskan nafas berat seat akan melanjutkannya


"ingat ini ya nes mas gak akan pernah berubah namun kamu pun harus mengerti jika mas tak akan sedia seperti sebelumnya bukan karna mas udah gak sayang ke kamu tapi karna waktu Abang terbagi buat gadis abang nanti"


terasa berat di hati nya saat mendengar penuturan dari Abi air matanya semakin banyak di pelupuk matanya bersiap untuk meluncur kapanpun dia mengedipkan mata


sejenak mereka beradu pandang, terlihat tatapan teduh dari Abi dan rasa cinta yang tulus dari Nessa padanya


sedikit membuat hati Abi hancur sebenarnya namun dia harus kuat demi kedepannya


tanpa aba aba Nessa memeluk Abi dengan sangat erat


Nessa menangis dengan sendu dalam pelukan Abi


setiap isakan itu menorehkan sedikit luka dalam hatinya, Abi tahu ini lah sebab dia selalu ada untuk Nessa karena orang tuanya yang terkadang sibuk membuat Nessa membutuhkan perhatian


dan orang tua Nessa menitipkannya pada Abi , sedari kecil selalu bersama dan saling menghibur satu sama lain


kenangan itu satu persatu mulai terputar di kepala keduanya membuat keduanya hanyut dalam kesedihan ini


dan dengan sendirinya tangan Abi membalas pelukan Nessa tak kalah eratnya karna baginya Nessa adalah wanita lemah


tangannya mengusap lembut kepala Nessa memberikan kekuatan pada gadis itu untuk menghadapi kedepannya


"maafkan mas Ness" ucapnya


Nessa hanya menggelengkan kepalanya dan semakin membenamkan wajahnya di dada Abi


Abi membiarkannya menangis sampai hatinya merasa lega dan baru akan dia bahas jika orang yang dia suka adalah aillen sahabatnya sendiri


cukup lama dia menangis disana, sampai tangis itu mulai mereda dan di gantikan dengan suara nafas teratur Nessa dalam pelukan Abi, ia pun mencoba melepas perlahan pelukan itu


dan melihat nessa telah terlelap di dalam pelukannya dengan cekatan dia mengangkat tubuh Nessa


berjalan membawanya kedalam kamar, jangan heran karna Abi sering menemaninya dari kecil makanya Abi tak perlu membangunkan Nessa untuk bertanya arah kamarnya


dia membuka pintu dengan susah payah dan masuk kedalam menidurkan Nessa di tempat tidurnya


dengan sangat hati hati dia meletakkannya di sana dan menyelimutinya sampai dada, untuk sesaat Abi memandang wajah Nessa memindahkan sedikit anak rambut yang menghalangi wajah polos itu


"maaf kan mas Ness mas sebenarnya ingin jujur kalau yang mas sayang itu aillen, tapi sepertinya itu tidak sekarang selamat istirahat Essa" gumamnya dan mengecup singkat kening nessa


namun tanpa ia sadari sebenarnya Nessa mendengar perkataannya barusan


dibalik selimut tangannya mengepal kuat, marah akan ucapan Abi barusan


dia tak menyangka bila aillen yang menjadi penyebab ini semuanya


amarah meliputi seluruh hatinya, kenapa keburuntungan selalu ada pada aillen.


dalam hatinya terus bertanya,


"aku membencimu ai sangat membencimu!" gumamnya dalam hati


flashback end


"bodoh! arrggghhhh"


teriaknya saat ingatan itu telah berhenti


ya sebenarnya dia hanya mempertanyakan mengapa semua orang berpihak pada aillen bukan padanya bahkan Abi saja tergila gila pada aillen saat pandangan pertama


"maafkan aku ai mas tapi aku tak bisa menerima ini semua !"


tok tok tok


"sayang kamu di dalam nak?" panggilan itu membuyarkan