
tok tok tok
"aillen sayang" terdengar suara ketukan di pintu yang membuat aillen terbangun dari tidurnya
"hmm iya Bun" ucapnya mencoba mengumpulkan kesadaran aillen mengecek hpnya dan terkejut melihat waktu yang tertera di sana menunjukkan pukul 7.30 malam
"astaga" pekiknya dan langsung bangkit membuka pintu kamarnya
"bunda kenapa baru bangunin aillen sih bunn ada orang di luar ga yang Dateng kesini dia la... " belum sempat aillen melanjutkan bicaranyaan saat menoleh kearah kanan ternyata Abi berdiri disana memandang aillen yang sedang berceloteh karena terlalu lama tidur membuatnya menahan tawa sepanjang tadi .
"ahh pa pa Abi di disini" ucapnya gugup dengan wajah yang menunduk
" iya ai dari tadi loh temen mu ini menunggu pas bunda mau bangunin kamu tadi dia ngelarang bunda karena kesian katanya kamu cape" ucap bundanya panjang lebar
"udah gih buruan mandi dan langsung kebawah, ayo nak Abi kita keruang tamu lagi"
aillen hanya mengangguk pasrah dia malu sekaliiii rasanya ingin tenggelam saja sangking malunya
dia kembali berjalan kedalam dan menutup pintu kamarnya bergegas mandi bersiap untuk berangkat bersama Abi
"maaf ya nak Abi aillen memang kaya gitu kalau tidak di bangunkan nanti bablas sampai pagi" ucap sang bunda saat sudah di bawah
"tidak apa apa Tante saya mengerti ko " jawabnya dengan mengulas senyum terbaiknya
" yaudah Tante kedapur dulu ya" mamah aillen pun berlalu meninggalkan Abi di ruang tamu
"hah bisa gila aku" gumamnya
ya Abi sedari tadi tidak lepas dari senyum yang bertengger manis di bibirnya karena tingkah aillen tadi
Abi tidak tahu efek bertemu aillen akan mengurangi bebannya sebanyak ini ahh semakin tidak ingin melepaskan aillen untuk orang lain
Abi mencoba meredam rasa debarannya dengan menyandarkan punggungnya dan menutup matanya dengan tangan mengenyahkan pikiran kotornya untuk menerkam aillen karena kelakuan menggemaskannya
butuh waktu beberapa menit sampai aillen selesai mandi
aillen pun turun dengan menggunakan mini dress putih dilapisi jaket denim dan tas kecil hitam yang tersampir di pundaknya
"pa pa Abi " panggil aillen saat ia sudah di ruang tamu
" ah iya " ucap Abi tergagap dan segera memandang kearah suara yang memanggilnya
"****" gumamnya dalam hati
netranya melihat tanpa ingin berkedip memandang makhluk cantik yang berdiri di depannya ini
oh astaga dia cantik sekali begitu pikir Abi
"pa hallo" ucap aillen sekali lagi membuyarkan lamunan Abi
"eh maaf ai saya gak sengaja" ucapnya sambil mengalihkan pandangannya kearah lain
" kamu udah siap yu berangkat" tanyanya untuk mengurangi kecanggungan
" udah, tapi saya ijin dulu ke bunda saya ya pa" ucap aillen dan diangguki oleh abi
"bunda" panggil aillen sambil menghampiri sang bunda yang sedang berada di dapur
"bunda aillen berangkat dulu ya sama pa Abi " ucapnya dengan manyalimi tangan sang bunda
"ohh mau berangkat sekarang yaudah hati hati ya" jawab sangbunda sambil mengecup kepala aillen singkat
"dan Abi Tante titip aillen ya Jang terlalu larut pulangnya ya"
" iya Tante saya pasti jagain aillen " ucapnya sambil menyalami tangan mamah aillen
"yaudah dah bunda"
" dadah sayang"
mereka pun berjalan keluar dan masuk kedalam mobil
sepanjang perjalanan tak ada yang memulai pembicaraan aillen fokus memandang keluar kaca mobil sedangkan Abi yang tak tau harus berkata apa untuk sekedar memulai percakapannya