Life In Miracles

Life In Miracles
potongan memori



flashback on


langit menunjukan warna jingga yang indah di sore hari banyak pasang mata yang sedang menikmati keindahannya


pemandangan itu tak luput dari dua anak kecil yang sedang duduk memakan coklat yang di bawa anak laki laki di sampingnya


mereka memakannya dengan khidmat tanpa memperdulikan langit yang akan menggelap


"kak Coco nanti kalau aku besal kak Coco kita bakal terus sama sama kan?" tanya gadis itu tanpa menghentikan kunyahannya


"iya kakak bakal selalu ada buat kamu" jawabnya dengan senyum manis terpatri di bibirnya


"beneran ya kak janji?" ucap gadis itu sambil mengangkat jari kelingking nya


"iya janji" ucapnya menautkan tangannya


gadis itu pun tersenyum ceria memandang wajah anak laki laki yang duduk bersamanya


anak laki laki itu berjanji dalam hati untuk selalu menjaga nya meskipun nyawa taruhannya


flashback end


"dan aku masih menyimpan janji itu sampai saat ini ellen" lirihnya


mata hitam tajam nya seakan tanpa lelah memandang foto dua anak kecil yang sedang bergandeng tangan terbingkai dengan apik itu dengan sendu


rasa rindu rasa sayang nya selalu ada dalam dirinya rasa itu yang menguatkannya bangkit dari pristiwa yang memisahkannya dengan malaikat kecilnya itu sampai sekarang


dia merasa bersalah karna terlalu lama memulihkan dirinya sampai dirinya tak melihat bagai mana malaikat kecilnya tumbuh menjadi sosok gadis cantik yang ia perhatikan beberapa Minggu ini


ingin rasa nya dia memeluk erat gadis itu saat pertama melihat nya mengutarakan semua rasa rindunya menceritakan kisahnya selama menghilang dari kota ini


namun dia merasa hancur saat melihat pandangan malaikat kecilnya berubah, mata itu tak memancarkan kerinduan yang sama.


mata itu memandangnya asing, dia merasakan kehancuran yang bertubi-tubi.


ya dialah Sagara yang selalu ada saat aillen merasakan sedih dan di kucilkan .


Sagara Pradipta anumarta laki laki berparas tampan itu kini telah menginjak dewasa


dalam kesehariannya tak ada satu hari pun ia lewatkan semenjak ingatan dan cidera di seluruh tubuhnya pulih sempurna


Sagara tidak mengenali siapa dia dan keluarganya pun tak banyak yang membicarakan tentang nya entah apa penyebabnya


dia berusaha menghilangkan bayangan itu namun semakin kuat bayangan itu hadir dalam setiap mimpinya


sampai dia memutuskan untuk mencari tahu siapa gadis itu dan sekarang di sinilah dia


di kampus yang sama dengannya dan melihatnya lagi disana


Dengan berbekal semua rasa yang telah mengganjal di hatinya dia bertekad untuk perlahan membuat gadisnya kembali pada pelukannya


dan mencari tahu apa yang menyebabkan gadisnya itu melupakannya.


****


"semua nya hancur hancur!" teriakan itu terdengar menggema di seluruh ruangan


teriak lirih menyakitkan dari mulut gadis yang tengah menangis di atas kasur yang sudah tak berbentuk lagi


matanya sembab dengan rambut yang tidak tertata rapih


vas bunga pecah berserakan di kamarnya semua yang ada di meja semula tertata rapih kini tergeletak dimana saja tanpa ada celah untuk melangkahkan kaki


"gara gara kamu ai semuanya kenapa?"gumamnya lirih


"argghhhhhhhh"


jeritannya semakin menjadi, ya itu adalah Nessa dia merasakan sakit yang teramat sangat saat ini


dirinya benci jika berada dalam situasi ini, di satu sisi dia tak mau menyalahkan aillen atas apa yang terjadi sekarang


namun dia masih belum terima saja , dia tahu jika Abi tidak pernah memiliki perasaan lebih pada nya


dan dia sangat tahu jika suatu saat kejadian ini akan terjadi tapi Nessa masih tak mau menerima


sakit hati nya saat berkata kasar pada aillen gadis rapuh yang tak tahu apapun menjadi sasaran atas kemarahannya pada Abi


namun egonya sedang lebih kuat dari dugaannya