Life In Miracles

Life In Miracles
game



" kamu gak papa kan ai? ada yang sakit gak? ada yang luka gak? ambilin handuk tolong dan air anget buat aillen!" seru nessa heboh saat illen sudah didudukan di tenda.


"ness tenang yaa jangan panik aku gak papa ko beneran" ucapnya menenangkan nessa


"astaga aii tau gak kamu ilang aku paniknya minta ampun tadi kenapa juga bisa kepisah pcoba" nessa masih merasa kesal dan khawatir


"hehe maaf ya tadi tuh aku kan ikut rombongan tapi tali sepatuku lepas pas beres ngebenerin eh taunya udah gk ada siapa siapa"jelasnya


"huhh dasar bocah!" ucapnya gemas sambil menjitak kepala nessa.


"aww"


nessa hanya tertawa saat melihat aillen kesakitan wajah aillen semakin cemberut saja.


"ehemm" suara geraman itu membuat aktifitas mereka terhenti


"yaudah ai aku mau ngambil dulu makanan buat kamu ya" kata nessa sambil menepuk pundak aillen


"aku keluar dulu ya mas" bisik nessa saat di dekat abi, dia hanya menganggukan kepala tanda setuju


"hei gimana keadaannya sudah membaik?" setelah berdiam cukup lama abi memberanikan diri bertanya


"eh i-iya pak udah mendingan" jawab aillen gugup


tak ada obrolan lagi di antara mereka hanya hening


apaan sih lo bi ayo dong tanya jangan bikin suasana jadi awkward gini! - gumamnya dalam hati


"ai/pak" ucap mereka bersama


"hmm bapa aja duluan"


" gak kamu aja dulua"


"gak papa bapak aja"


akhirnya abi mengalah dan mengucapkan apa yang di fikirkannya


"kamu tadi kenapa bisa kepisah gitu dan semalem kamu dimana?" pertanyaan itu keluar dengan lancarnya dari mulut abi


"ehh itu pa saya tadi sebetulnya saya ketinggalan karna tali sepatu yang lepas dan pas udah saya benerin tau tau mereka udah pada gak ada pa, dan tadi saya keliling hutan nyasar sampe dalem banget untung aja ada anak kampus juga yang nemuin saya"


penjelasan yang di ucapkan aillen membuat pertanyaan itu muncul lagi di benak nya


"hmmm saya faham , dan oh ya kamu kenapa bisa ketemu sama dia? kamu deket sama dia?" tanya abi tothepoint


"ohh itu saya juga gak tau pak pas saya nangis dan nunggu orang dia tiba tiba keluar dari semak semak dan nolong saya gitu pa pas liat almamater dia saya tau dia mahasiswa sini juga makanya saya mau ikut dia" jawab aillen sambil mencoba meregangkan otot kakinya yang lumayan sakit juga habis berjalan lama


abi mengambil kesimpulan bahwa aillen gak tau siapa orang yang menolongnya dan abi merasa khawatir kalau aillen itu menjadi incarannya.


"ai sebaiknnya kamu ja..."


"seru amat nih ngobrolnya ngobrolin apa sih" belum sempat selesai ucapan abi terpotong oleh teriakan nessa yang tiba-tiba sambil membawa makanan untuk aillen


"hhe enggak ko ness cuman nyerita kejadian tadi aja" jawab aillen sambil tersenyum canggung


"ohhh okk sekarang lo makan dulu baru istirahat kesian badan lo" ucap nessa sambil menyodorkan makanan yang dibawanya


aillen hanya mengangguk dan memakan makanan yang nessa bawa


"kalo gitu saya pamit dulu ya" ucap abi yang merasa harus menyudahi percakapannya


"yaudah kamu balik gih ketenda istirahat sama ganti pakaian nya nanti sakit" ucap nessa sambil tersenyum manis kearah abi


gak salah dengerkan aku nessa bilang kamu ke pa abi? apa mereka udah deket sebelumnya atau? udah aiii jangan di fikirin inget ini privasi nessa - monolognya dalam hati


abi hanya mengangguk dan pamit kepada aillen untuk kembali ketenda


aillen hanya balas dengan senyum dan sediit heran


"aii abis ini lo ganti baju yaterus istirahat ok lo gak boleh cape cape besok masih banyak kegiatan ok!"


aillen pun memakan makanannya kembali dengan di temani nessa.


setelah selesai mereka beristirahat karna kegiatan tak dapat dilanjutkan.


***


pagi datang dengan sinar mentari yang menghangatkan bau khas pepohonan yang telah terkena air hujan terasa menyejukkan


suasana masih sepi belum terlalu ramai karna sebagian masih ada yang terlelap tidur kegiatan pagi ini akan di mulai pukul 8 pagi dan ini masih satu jam sebelum semua kegiatan mereka kembali di mulai


aillen yang sudah bangun dari pukul lima sedang duduk di dikursi kayu yang menghadap kearah matahari terbit melihat suasana yang indah


wajah cantiknya yang tersorot indah membuat abi yang sedari tadi memperhatikannya terpesona sampai ia enggan meninggalkan tempatnya sekarang


dia tak tahu harus bagaimana sejak awal melihat aillen dia sudah jatuh terlalu dalam pada pesona gadis tersebut.


"mas kamu lagi apa?" pertanyaan yang disertai tepukan pada pundaknya seketika membuyarkan lamunannya


"ehh ness aku ... aku lagi liat pemandangan aja ko" jawabnya dengan gugup


"ohhh gitu iya ya bagus " ucapnya mengiykan perkataan abi


"ehh ini aku bawain teh buat kamu"ucapnya sambil menyodorkan segelas teh hangat kepada abi


"makasih ya " abi mengambilnya dan menyeruput teh itu sambil memusatkan kembali pandangannya pada gadis yang sekarang sedang bercengkrama dengan teman lain


tanpa mengindahkan kehadiran nessa yang memperhatikan pandangan abi yang tertuju pada aillen


dalam benaknya banyak timbul pertanyaan dan hal hal yang membuatnya berfikir yang tidak tidak pada abi


tapi dengan cepat ia menggelengkan kepala tanda tidak ingin mencurigai sahabat dan orang yang ia sayangi sekarang


disisi lain*


mata tajam itu yang sedari tadi tak lepas dari sosok gadis yang sedang tertawa riang sekarang hanya menahan dirinya untuk tidak mendekat sekarang, meskipun hatinya meronta ronta untuk mendekat dan membuat gadis itu hanya tersenyum serta menunjukan tawanya hanya untuknya tidak di depan orang lain


hingga sang gadis beranjak pergi berjalan menuju tenda mata elang itu masih memperhatikannya namun tak sampai berapa lama suara ketua memanggil untuk berkumpul mau tak mau ia harus memutus pandangan matanya pada aillen.


***


"hari ini kita akan bermain game dan sorenya persiapan untuk api unggun yang dilaksanakan malam hari setelah makan dan bersih bersih"


" untuk game nya sendiri kita ada 3 game dan akan di tandingkan kembali pada sesi terakhir untuk menentukan siapa pemenang dalam game ini kalian paham?"


"paham pak"


"baik kalau begitu kita mulai game pertama itu permainan yang ringan sering kita mainkan yaitu estapet kelereng dan kelompok nya akan di campur tidak sesuai regu kemarin, panitia pun ikut serta terkeculai saya dan bu intan selaku MC dan penilai"


semua pun bersiap dan kelompok telah di bagikan.


aillen , abi , mahardika, dan afta dan 2 orang lain satu kelompok yang sama sedangkan nessa berada di kelompok yang lain.


awalnya ia ingin protes karna abi jauh darinya tapi dia berfikir ulang karna tidak mau membuat keributan


"cara bermainnya adalah kalian harus memindahkan secepat mungkin 4 kelereng dalam waktu 3 menit saja tanpa menggunakan tangan hanya menggunakan mulut kalian saja dan bantuan sendok pada mulut mengerti"


" siap mengerti pak"


" baik kita mulai setiap kelompok silahkan berbaris"


semua sudah siap di tempatnya dan aillen berdiri di tengah setelah abi yang diurutan ke 3 dan di depannya ada afta kemudian mahardika


"siap semua 1 2 3 mulai!"


semua sudah mencoba memindahkan dari depan sampai ke orang ketiga yaitu abi berhadapan langsung dengan aillen.


sebenarnya abi merasakan perasaan yang luar biasa gugup dan senang dia gemas melihat aillen yang berada tepat di depannya dengan bibir mungil yang mengampit sendok di mulut nya membuat abi kehilangan akal