Life In Miracles

Life In Miracles
kesal



Malam ini suasana di meja makan terasa hening bagi aillen, karena sang bunda yang tak kunjung bersua atau pun memakan makanannya.


“Bunda? Bun ada apa bun?” Tanya aillen dengan lembut sambil memegang tangan sang bunda


“ah iya sayang, maaf bunda melamun barusan” ucapnya dengan gugup


“ada apa ko bunda melamun seperti itu?”


“tidak apa-apa bunda hanya kecapan saja tadi habis berbelanja sayang”


“bunda yakin?” Tanya nya masih dengan khawatir


Sang bunda hanya mengangguk sebagai jawaban


“ayok lanjut makan sayang” ucapnya untuk menenangkan aillen


Mereka pun kembali menyantap makan malam mereka.


***


Ddrrrrtttt ddrrrttt


Terasa getaran di saku bajunya membuat dia refleks mengambil benda pipih itu untuk melihat siapa yang tertera di layar


Setelah melihat nama yang tertera dia  menekan tombol kearah icon warna hijau


“gimana hasilnya?” suara deepnya memulai percakapan itu


“iya tuan hasilnya belum sesuai dugaan tuan, karena ada orang yang memblokir akses kita untuk tahu tentang nona muda di tahun itu tuan maaf” ucap orang disana dengan gelisah


“siapa orang yang menutupi kasus itu?”


“kami masih mencari siapa yang menutup akses kesana tuan, tapi sepertinya yang melakukan ini bukan orang biasa tuan karena dia tidak takut dengan identitas anda tuan”


Sagara hanya diam saat bawahannya itu selesai berucap, dalam benaknya terlintas banyak pertanyaan dan rasa cemas apakah mereka yang memblokir akses berada satu pihak dengannya atau malah sebaliknya.


“baiklah lanjutkan dahulu pencarian mu, jangan hiraukan mereka. Jika perlu cara lain cari cara sampai kamu dapat informasinya kamu paham”


“baik tuan saya paham”


Setelah itu telpon itu sagara putus. Dalam hatinya masih merasa tidak tenang , dia ingin tahu tentang apa yang menimpa sang pujaan sampai tidak mengingat akan dirinya dan kejadian saat mereka bersama.


***


Setelah makan aillen dan bunda selalu menghabiskan waktu di depan televisi hanya untuk sekedar bebincang ringan, namun semenjak aillen tahu fakta tentang dirinya sudah lama rasanya mereka tidak berbincang kembali


Dan saat tadi dirinya ingin berbincang bunda nya hanya bilang dia lelah dan ingin beristirahat, aillen sedikit merasa aneh namun sang bunda tidak akan cerita sampai dia merasa sudah saat nya untuk cerita.


Aillen sebenarnya ingin memakasa sang bunda untuk berbicara namun, dia tidak ingin membuat bundanya semakin tertekan.


Akhirnya aillen hanya duduk sendiri disana tanpa sang bunda, sebenarnya dia merasa bosan jika sendiri namun bingung harus mengajak siapa.


Terlintas dalam pikirannnya tentang sagara namun dia mengurungkan niat itu secepat mungkin


“tidak-tidak mengapa aku memikirkan sagara saat ini astaga aillen otak mu sudah rusak sepertinya”gumamnya sambil memukul pelan kepalanya


Namun sepertinya yang disebrang pun tahu jika dirinya sedang dirindukan, karena suara telpon berbunyi dan layar menmpilkan nama sagara disana dengan jelas


Dalam hatinya dia merasa kaget sekaligus senang namun masih ragu dan mencoba tenang sebelum dia menjawab telpon itu


“astaga sagara apa yang dia lakukan kenapa dia menelpon ku segala” gumamnya sambil memandangi layar pipih itu


Namun tangannya tetap saja menekan tombol warna hijau dan mencoba menetralkan deru nafasnya


“hallo?”


“hallo ai” saut suara deep dari sana


Hening setelah jawaban itu terlontar, entahlah aillen selalu merasa tidak ada topic jika sedang behadapan dengan sagara namun mendengar sagara membuatnya tenang


“kamu suka coklat atau vanilla?”


“hhm aku tidak terlalu suka keduanya karena aku lebih suka stroberi”


“baiklah tungg 10 menit oke”


Belum sempat aillen menjawab sagara sudah lebih dulu menutup percakapan secara sepihak, merasa kesal namun sudahlah aillen tak ingin berbicara dengannya kembali


“lihat saja aku tidak akan menghiraukan nya jika besok bertemu” gumamnya kesal


Aillen kembali melanjutkan menonton tv yang sedari tadi aebenarnya dia anggurkan, aillen tidak tahu acara apa yang sedang di tayangkan namun, lumayan membuat dirinya sedikit membaik