Life In Miracles

Life In Miracles
PENYEKAPAN



Setelah penyusuran yang di lakukan david mendapat data area yang aman bagi mereka jika ingin melakukan penyelamatan


Saat sedang sibuk menatap isi peta di sana sagara masuk kedalam ruangan,membuat semua atensi tertuju padanya


“siapa kamu?” Tanya david dengan tatapan marah


“bagaimana keadaan aillen?” tanpa menjawab pertanyaan sagara masuk dan langsung menanyakan kabar aillen


“kurang ajar siapa anak ingusan ini?”


Sagara lagi-lagi tidak menjawab pertanyaan itu dia mendekat pada david dan mendapat sikap siaga dari para pengawal yang ada di sana


“tenang aku bukan orang asing aku pasangan aillen”


Setelah ucapan itu tatapan david kini berubah menjadi terkejut akan penuturan itu


Sagara mengambil laptop yang menampilkan keadaan di sana dan marah


“bagaimana keadaan aillen?” tanpa menjawab pertanyaan sagara masuk dan langsung menanyakan kabar aillen


“kurang ajar siapa anak ingusan ini?”


Sagara lagi-lagi tidak menjawab pertanyaan itu dia mendekat pada david dan mendapat sikap siiaga dari para pengawal yang ada di sana


“tenang aku bukan orang asing aku pasangan aillen”


Setelah ucapan itu tatapan david kini berubah menjadi terkejut akan penuturan itu


Sagara mengambil laptop yang menampilkan keadaan di sana dan melihatnya dengan teliti semua yang ada di sana dia amati satu persatu


“sudah sampai mana progress kalian?”


Tanya sagara masih menatap laptop di hadapannya


David yang masih belum terima tentang sikap sagara segera kembali pada masalah utama yaitu penculikan putrinya kini


"Kita hanya baru dapat data keselamatan aillen di sana baik, namun penjagaan yang di tembus cukup sulit karena di sana di pasang banyak cctv dan penjagaan di setiap sudut"


Sagara mencerna setiap ucapan dengan cepat dan memutar semua arah agar mampu menembus ke sana


***


Disisi lain karena wkatu telah menunjukan malam hari kini ada beberapa pelayan masuk kedalam kamar yang sedang aillen tempati


Dan ada satu pelayan yang mencoba membangunkan aillen setelah tadi dia pingsan untuk waktu yang cukup lama


Dengan mengoyangkan badan aillen dan memberi aroma hangat supaya dia terbangun


Aillen pun perlahan mulai sadar dan sedikit terkejut akan kehadiran para pelayan disana


“kalian siapa? Dan ini dimana?”


Tidak ada satu pun yang menjawap pertanyaan itu, mereka hanya menyiapkan makanan dan mengarahkan aillen untuk memakan apa yang di sajikan di sana


“aku Tanya kalian siapa? Dan aku dimana? Tolong jawab pertanyaan ku” mohon aillen pada mereka


Praaang!


Dengan sengaja aillen membantingkan piring yang ada di depannya kelantai


“aku tidak mau memakannya kalian siapa? Apa yang kalian mau dari ku dimana bunda?”


Kini suaraya kian meninggi kepada para pelayan itu


Mereka hanya diam dan melanjutkan menyajikan makanan yang harus aillen habiskan


Saat aillen akan kembali berteriak suara pintu terbuka dan masuk seorang lelaki memakai topeng di kepalanya


“bagus sekali kelihatannya setelah tidur untuk beberapa saat membuat tenaga mu bertambah” ucapnya lalu memberi isyarat agar semua orang meninggalkan mereka berdua


Kemudian para pelayan itu pergi dan menutup kembali pintu kamar


“sepertinya kamu tidak terlalu membutuhkan makanan ini benarkan?”


Ucapan itu membuat aillen merasakan tekanan amarah pada dirinya


“siapa kamu sebenarnya apa mau mu?” Tanya aillen dengan suara bergetar


“aku? Siapa?” ulangnya


Aillen mersakan ketakutan namun dia harus berusaha tenang dan melindungi dirinya saat ini


“hahaha kamu masih sangat lucu sayang” ucap laki laki itu di dekat aillen


Dengan kasar aillen menepis tangan yang mencoba menyentuhnya itu


“jangan mendekat”ucapnya tegas


“kenapa sayang? Kamu tidak mau dekat dengan ku?”


Pria itu semakin mendekat kearah aillen mengintimidasinya dengan tatapan setajam elangnya di balik wajah yang di tutupi oleh topeng


“kamu hanya perlu memakan makanan mu dan bersikap baiklah sayang jangan sampai membuat ku kesal jika tidak kamu akan tahu hukumannya” bisiknya tepat di telinga aillen


Setelahnya dia pergi meninggalkan aillen yang siap mengamuk


Aillen mencoba berdiri dan mengejar pria itu namun sayang pintu lebih dahulu tertutup


“buka pintunya kumohon aku ingin pulang, sagaraaa tolong aku sagaraaaa”


Aillen berteriak sekuat tenaga untuk di lepaskan namun tak ada sahutan disana


Aillen menangis di dekat pintu memeluk dirinya sendiri dengan rasa takut yang semakin menjadi dalam dirinya


“sagaraaa” gumamnya


Dia berharap jika sagara atau siapapun dpat dengan cepat menolongnya dari sini