Life In Miracles

Life In Miracles
BAYANGAN LALU III



Ada celah di titik paling barat rumah itu membuat sagra sedikit menyunggingkan senyuman di bibirnya.


Sagara menunjukan hal yang dia lihat pada david dan david mulai paham dengan apa yang sagara pikirkan sekarang.


David mengambil benda pipih dalam celananya, menekan sebuah nama yang tertera di sana


“hallo”


“iya hallo”


“aku akan pergi sekarang berdoa saja semoga semua berjalan lancar”


“baiklah hati-hati sayang bawa putri kita kembali dengan selamat begitupun kamu dan sagara”


“ya aku paham sayang”


Setelah itu sambungan pun terputus, david memberikan arahan kepada anak buahnya untuk strategi yang akan mereka lakukan untuk menyelamatkan anak semata wayangnya itu


David dan sagara berada dalam satu mobil yang sama berjalan dengan diikuti oleh 6 mobil di depan dan di belakangnya


***


Kini dia tengah berdiri di sebuah ruangan yang tidak asing baginya, ruangan dengan nuansa yang tidak jauh berbeda dengan yang dia tempati saat ini


Namun ada hal yang berbeda, dia melihat anak kecil yang tengah menangis meminta pulang namun tidak ada jawaban bagi gadis kecil itu


Dia menangis kencang dengan ada anjing kecil berkalung rantai mengongong kearahnya sebelah gadis kecil itu ada boneka yang terus bersuara membuatnya semakin takut dan meminta untuk pulang dan di selamatkan


“araaaa tolong ilen ilen takut” ucap gadis itu dengan air mata yang terus mengalir di pipinya


“araaa”


Lagi dan lagi gadis itu memanggil nama yang aillen merasa tidak asing dengan panggilan itu


Pintu pun terbuka menampilkan remaja lebih tua umurnya dari aillen dengan menggunakan kaos rumahan namun terasa sikap dingin darinya


“bagaimana bermain bersama snoopy? Menyenangkan bukan? Tapi hey kenapa bonekanya tidak kamu mainkan dia berteriak terus ini” ucap anak itu lalu mendekati aillen yang sedang duduk memeluk dirinya di atas ranjang


“tidak jangan dekati aku, pergi kamu pergi” tolak gadis itu dengan kencang


“kenapa ilen gak mau main sama aku? Atau snoopy? Atau boneka ini?” Tanya anak itu dengan pandangan yang aneh


“baiklah kamu gak suka snoopy? Atau boneka ini?”


Gadis kecil itu hanya menggelengkan kepalanya tidak mau melihat kearah anak yang tengah berdiri di dekatnya


“baiklah aku hancurkan saja mereka karena tidak membuat ilen menangis”


Anak itu mengambil gunting yang berada dalam laci dan mulai menusuk mata boneka itu dan mengahncurkannya sampai berhamburan


Lalu dia memanggil penjaga yang ada di pintu untuk memegang anak anjing yang tengah menggong-gong itu lalu dia menusuk anjing itu sampai mati darah mengalir kelantai dan cipratan nya berhamuran kemana-mana


Dia berbalik kepada gadis kecil itu yang kini menjerit lalu tergeletak tidak sadarkan diri


“ilen merasa sedih sampai dia tertidur lelap karena bosan yasudah aku akan ganti baju saja supaya ilen senang saat bertemu dengan ku saat sudah bersih”


Anak itu pergi meninggalkan kamar itu dan bekas kekacauan itu di bereskan oleh para pelayan di sana


Aillen terbangun dari mimpi mengerikan yang baru saja dia lihat di sana tadi


Dia kaget karena melihat dirinya yang sudah berada di atas kasur dengan laki-laki bertopeng tadi di sebelahnya kini tengah memeluk erat aillen


Aillen mencoba melepaskan pelukan itu namun semakin berusaha dia melepas semakin erat pula laki-laki itu memeluknya


“aku ingin beristirahat sebentar lagi sayang diamlah”


“tidak pergi kamu jangan sentuh aku”


“diamlah sayang mood ku sedang tidak baik”


Ucapan itu terucap lemut namun mengancam bagi aillen karena diucapkan tepat di telinganya


Aillen hanya diam membeku di tempat , mencoba sekuat tenaga untuk tidak menangis kembali, dalam hatinya berharap jika tidak terjadi apapun


“tenanglah sayang selama kamu menuruti keinginanku kau akan baik-baik saja”


Aillen merasa cemas karena orang itu nmampu memahami gerakannya


“sagara kamu dimana” gumam aillen dalam hatinya