Life In Miracles

Life In Miracles
BAYANGAN II



Bayangan-bayangan itu semakin tergambar di dalam ingatannya sakit berdenyut membuat aillen memegang kepalanya.


“ahhhhhh” teriakan menggema di sana


Jeritan dan tangisan terus keluar dari mulut cantik itu.


Aillen merasa aneh dengan keadaannya sendiri namun air mata itu tidak mau berhenti, seakan sakit yang ada dalam bayangannya itu nyata


Semua tangis dan jeritan aillen tidak luput dari pandangan orang yang kini tengah memperhatikannya melalui cctv yang terpasang di sana


Senyum mengerikan yang terpatri dari bibirnya membuat siapa saja akan bergidik ngeri melihatnya


Dia merasa puas melihat aillen tersikasa dengan pemikirannya sendiri disana sebuah tontonan yang cukup membuatnya terpuaskan


Dia ingin melihat makhluk kecil itu kembali rapuh namun, bukan saatnya ini hanya baru permulaan bagi gadis kecil itu untuk mengingat kejutan yang pernah dia berikan dulu


Aillen disana masih menjerit histeris sambil memegang kepalanya menggumamkan hal yang  tidak jelas.


Sampai beberapa saat berikutnya aillen kembali pingsan karena kepalanya yang terlalu berpikir keras.


Kini diganti dengan suara yang menggema dari dalam ruangan yang terpisah dengan aillen, suara tertawa puas melihat aillen yang tersiksa


“ini baru permulaan sayang” gumanya dan berlalu pergi dari sana


***


“sial dimana kamu sayang” umpatan itu terus terdengar dari arah kemudi mobil


Sagara yang merasakan kepanikan karena kehilangan  jejak mobil yang membawa aillen, entah bagaimana dia dan para pengawalnya dapat terkecoh oleh musuh seperti ini


Sagara terus melampiaskan kekesalannya dengan memukul dan menendang kearah dashboard mobil.


Semua bantuan telah dia kerah kan hari ini untuk mencari aillen


Sagara memutuskan untuk pergi kerumah aillen memberi tahukan hal ini pada maudi


Disisi lain maudi dan david sudah mengerahkan semua koneksi yang mereka punya untuk mencari aillen, karena david sudah dapat info dari bawahannya bahwasannya aillen telah di culik oleh rekan bisnisnya yang dulu


Umpatan demi umpatan telah dia lontarkan selama perjalanan, sebenarnya saat pengejaran mobil itu di kejar oleh dua kubu yaitu kubu sagara dan ayah dari aillen


Kini maudi sedang menunggu dengan cemas bersama ibu kandung aillen mereka di jaga oleh beberapa pengawal disana


Sedangkan david pergi untuk melihat keadaan disana dan mencari cara untuk mengeluarkan aillen dari sana


Ya sagara yang kehilangan jejak namun tidak dengan david yang berhasil mengetahui persembunyiannya.


Tak berselang lama sagara datang dengan keadaan kacau setelah mecari aillen


“bunda” ucapnya saat dia masuk kedalam rumah


“sagara” maudi berdiri dan langsung menghampiri sagara


Mereka larut dalam kesedihan sampai suara batuk terdengar dari arah belakang mereka


Pandangan sagara masih dingin dan beralih memberikan tatapan betanya pada maudi


“ah iya sagara kenalin ini ibu kandung aillen sayang”


Saat mendengar hal itu sedikit ada rasa terkejut dalam dirinya namun dengan cepat dia menetralkan mimic wajahnya.


“hallo saya ibu kandung aillen roselly mawrina” ucapnya sambil mengulurkan tangan


“salam kenal saya sagara pradipta anumarta” jawabnya  membalas jabatan tangan itu


“astaga benarkah kamu anak dari pengusaha ternama aryasatya anumarta?” Tanya rose memastikan apa yang barusan dia dengar


“benar”


“apa?” kini giliran maudi yang merasa kaget dengan pernyataan itu


Karena yag selama ini maudi tahu bahwa sagara hanya seorang anak dari pengusahawan biasa bukan seorang anumarta


Wajar dengan keadaan ini karena maudi bukan sosialita yang selalu bergabung dengan pengusaha ternama, dia hanya seorang ibu dan istri yang ada di ruma dan lingkungannya hanya di sekitar komplek rumahnya saja


“sudahlah hal itu tidak penting sekarang yang penting adalah memikirkan aillen seperti apa sekarang” sergah sagara saat melihat ekspresi kedua orangtua aillen itu


“iya benar nanti akan aku Tanya kembali saat semua telah stabil”


Lalu mereka semua kini tengah terduduk di ruang tamu sambil memikirkan apa yang harus dilakukan sekarang


“bagaimana bunda tahu tentang aillen?”


Akhirnya pertanyaan tu terlontar dari sagara karena dia masih merasa bahwa mana mungkin maudi memantau aillen dan tahu secepat itu tentang hilangnya aillen


“ayah aillen telah mengetahuinya dari para penjaga yan di tugaskan untuk menjaga  aillen saat di luar sana” jelasnya


Sekarang sagara paham ternyata yang menjaga aillen bukan hanya dirinya saja


“dimana ayah sekarang?” tanpa segan dia bertanya


“dia sedang menuju kelokasi aillen di sekap meskipun kemungkinan kecil untuk mereka masuk kesana namun aku yakin tidak akan lama aillen akan selamat” jelas rose disana


“apa aku diijinkan untuk kesana?”


“boleh namun tunggu saat ada instruksi dari sana “


Sebenarnya sagara bisa saja memksa untuk kesana sekarang namun dia tahu jika di mafia atau penculikan besar seprti ini harus ada perencanaan matang untuk penyergapan yang dilakukan


Jika tidak nanti aillen yang akan menjadi sasarannya.